Alasan Yang Tepat untuk Tidak Ikut High School Prom Night adalah Travelling ke Jepang #BDJepang

Di masa pengangguran saya ini alias udah ga ada sekolah lagi karena udah bebas dari ujian-ujian sekolah dan alhamdulillah sudah dapat kuliah (memutuskan tidak ikut seleksi perguruan tinggi negeri), tgl 3 – 12 Mei 2016 saya travelling bersama ibu saya. Meskipun travelling nya ga pake carrier (backpack) beneran, tapi berusaha agar budgetnya budget backpacker.
Selama 10 hari di Jepang, ada 6 kota yang kita kunjungi yaitu Tokyo, Toyama (Alpine Route), Takayama (Shirakawago), Kyoto, Osaka, dan Nara. Karena tiket pesawat yang kami pesan itu CGK – NRT (pp) jadi keliling kota-kota tersebut berlawanan dengan arah jarum jam. Dari Tokyo-Toyama-Takayama-Kyoto-Osaka & Nara-Tokyo.

Persiapan sebelum trip 10 hari ini diantaranya browsing bahan-bahan di www.jnto.go.jp , baca-baca postingan di grup, dan juga nanya-nanya ke temen2 yang udah pernah pergi ke jepang. Setelah rasanya ilmu udah cukup baru lah nyusun itinerary & Budget sendiri (ini bagian paling riweh). Rasanya kalau liat itinerary orang punya kok kayanya gampang banget gitu tinggal jaam terus nulis tempat destinasi dan lainnya, eh pas nyusun sendiri ternyata tak semudah itu :o. Disini harus berfikir gimana caranya jalannya itu ga mondar-mandir dan se efisien mungkin. Dan juga mikirin transportasi antar destinasi wisata, untungnya ada google maps yang sangat membantu :D. Banyak yang menyarankan pake hyperdia, tapi saya lebih suka pake google maps. Nah setelah itinerary udah jadi, barulah booking hotel, JR Pass, dan visitor sim card untuk 14 hari unlimited di (http://www.bmobile.ne.jp/english/). JR Pass ini sangat amat membantu perjalanan saya selama di jepang, karena jaringan kereta JR itu untuk di kota-kota besar udah mencakup seluruh wilayah. Dan juga menuju ke jalur keretanya ga secapek metro or subway :D.

Hari Pertama, karena pesawat sampai di Narita pukul 17.30 dan perkiraan baru kelar urusan segala macem di bandara sekitar pukul 20.00 hari itu diputuskan untuk stay 1 malam di tokyo. Karena kami bawanya koper (sangat tidak praktis) akhirnya koper langsung kami kirim ke penginapan di Kyoto pake Ta-q-Bin (ada di dalam airport). Setelah selesai urusan koper, langsung berangkat menuju tokyo dan langsung pesen tiket shinkansen ke toyama. Kami menginap di daerah Akihabara nama hotelnya Akihabara Hotel 3000 (pesan lewat booking.com). Hotelnya bersih, nyaman, dan kurang lebih jarak dari stasiun sekitar 500 – 600 meter. Ga begitu jauh krn tinggal lurus aja kalau dari Akihabara JR Station (Showa-dori Exit).

Hari Kedua, satu hari penuh dari pagi sampai malam explore Tateyama Kurobe Alpine Route. Kalau dari Toyama JR Station, kita harus pindah stasiun ke Dentetsu-toyama station buat menuju ke tateyama. Gajauh sama sekali dari Toyama JR Station, tinggal keluar dr stasiun toyama langsung belok kiri ada gedung persis di sebelah stasiun. Tiket untuk menuju ke tateyama harganya 1,200 yen (tidak bisa pakai JR Pass karena ini kereta lokal). Di stasiun Tateyama baru beli tiket menuju ke alpine routenya. Ini paketnya ada macem-macem. Ada yang Cuma sampai Murodo (Tallest Snow Wall) ada juga yang sampai Kurobe Dam. Karena waktu saya ga banyak dan harus balik lagi sorenya ke takayama, jadi saya Cuma sampai Murodo (4,310 Yen Round trip). Bagus banget tempatnya, langit rasanya deket banget dan semuanya putih. Bagus dan sangat recommended buat yang baru pertama kali ke jepang (kayak saya ini). Meskipun mahal, tapi sangat worth it lah. Dan buat yang mau kesini, harus pantau cuaca di murodo nya ya. Karena waktu saya kesana, lagi dingin sekitar 5derajat dan anginnya sangat kencang. Disana sekitar sampai pukul 16.00 karena perjalanan balik ke toyama makan waktu kurang lebih 2jam dan harus mengejar kereta sekitar pukul 19.49. dari toyama naik kereta lokal menuju ke takayama (perjalanan kurang lebih 90 menit). Sampai takayama sekitar pukul 21.30 dan sekitar kota udah gelap :D. Karena kota kecil jadi jam segitu udah ga ada yang beraktifitas diluar. Dan di takayama nginep di Guest House Ouka yang sekamar ber-5 sama stranger alias ga kenal :D. Ketemu sama orang myanmar yang kebetulan besokannya juga mau ke shirakawa-go juga.
Hari Ketiga, sama seperti kemarin satu hari penuh menjelajahi Shirakawa-go. Menuju ke shirakawa-go dari Takayama ini harus pakai bus, dan bisa pesen tiket bus nya di samping stasiun JR Takayama (Nouhi Bus). Untuk round trip harganya sekitar 4,420 yen. Perjalanan dari Takayama menuju ke Shirakawa-go kurang lebih 60 menit. Desa Shirakawa-go ini salah satu Unesco World Heritage, yang bagus banget kalau lagi musim dingin bulan-bulan desember. Tapi jangan dateng bulan januari, februari kata bapak-bapak yang jualan souvenir disana. Saljunya bisa sekitar 3-5 meter tingginya. Dan jalanannya ketutup salju semua. Desanya bagus banget, ga desa banget sih kaya di indonesia ini. Cuma rumah-rumahnya itu unik, punya gayanya sendiri. Kalau udah puas keliling-keliling desa ini, kita bisa liat rumah-rumahnya dari atas bukit ada view pointnya (saya lupa namanya tapi bisa dilihat di plang-plang penunjuk jalan). Perjalanan keatasnya itu lumayan capek, kalau yang gakuat bisa naik mobil. Setelah selesai di shirakawa-go dan sampe lagi di takayama, menyempatkan untuk keliling-keliling sekitar stasiun takayama buat liat-liat kotanya. Takayama ini terkenal dengan sebutan “Takayama Old Town” karena masih bergaya jepang jaman dulu. Setelah selesai muter di takayama langsung pergi lagi menuju ke kyoto. Dari takayama menuju kyoto ini harus naik kereta lokal dulu ke Nagoya (kurang lebih 2jam) baru naik shinkansen tujuan shin-osaka yang bakalan berhenti di kyoto. Nah disini saya harus lari-lari dari platform satu ke platform lainnya karena keretanya sampai di nagoya itu terlambat. Untungnya lari-lari ga bawa koper. Kalau bawa koper lebih riweh lagi. Sampe di kyoto langsung sambung kereta ke daerah arashiyama (Sagano / San-in Line Platform 31-33). Di kyoto kami menginap di Bola-bola Guest House yang kamarnya gaya jepang. Meskipun jauh dari pusat kota, tapi feel kyoto nya dapet banget. Harga untuk 2 orang selama 2 malem disini sekitar 11,920 yen. Penginapannya sangat recommended buat yang pengen ngerasain tidur di kamar gaya jepang. Dari guest house ke stasiun jaraknya Sekitar 600-700 meter.

Hari ke empat, keliling kota kyoto part 1 (Bamboo Forest Arashiyama, Kinkakuji, Gion). Karena penginapan deket banget sm arashiyama jadi tempat yang pertama kali dikunjungin adalah bamboo forest arashiyama. Tempatnya baguuus banget buat foto, cuci mata, dan juga cuci paru-paru. Udaranya bersih, tapi menuju kesini kalau dari stasiun jr Saga Arashiyama lumayan jauh. Kalau jalan kaki kira-kira 15-20 menit. Lebih baik naik randen jadi langsung turun di stasiun arashiyama (Lebih dekat ke Bamboo Forest dan juga Togetsukyo Bridge). Tempat ini kalau lagi musim sakura atau musim gugur bagus banget, karena di dekat Togetsukyo Bridge itu ada Taman yang ditanami pohon sakura dan juga pohon maple. Dan banyak pohonnya. Bakalan bagus banget warna-warni gitu kalau datang pada musim sakura atau musim gugur. Tapi kalau bukan musim itu juga tetep bagus kok hehe :D. Dari Saga Arashiyama Sta. Bus Stop naik Kyoto City Bus nomor 11 nanti berhenti di Yamagoe-Nakacho terus ganti bus nomor 59 untuk tujuan ke Kinkakuji Temple (Kinkakuji-mae Bus Stop). Karena di kyoto itu mostly transportasi paling mudah naik bus daripada kereta, jadi kita beli Kyoto city bus One day Pass harganya 500 yen. Setelah selesai muter-muter di kinkakuji temple ini alias golden temple langsung menuju ke gion karena pengen banget nyobain ramen halal disini. Dari Kinkakuji temple naik Kyoto City Bus nomor 12 dan berhenti di Gion. Nah dari gion ini jalan lagi menuju ke dalem ada gang gitu (gatau nama jalannya) pake bimbingan google maps dan sampe di Naritaya Halal Ramen Resto. Enak banget makanannya dan untuk jam makan siang termasuk murah. Disini kita pesen Gion Mazesoba (katanya recommended) sama Wagyu Beef Rice Bowl Cuma 1,600 yen dan porsinya sangat besar menurut saya sih hehe bisa sharing makannya. Selesai makan di Naritaya jalan kaki menuju Tatsumi-kyo bridge yang katanya di daerah ini suka ada beberapa geisha. Tapi saayangnya karena hujan jadi geishanya ga ada yang keluar .

Hari Kelima, keliling kota kyoto part 2 (Arashiyama [lagi], Fushimi Inari Taisha Shrine, dan Kinkakuji). Hari sebelumnya pas ke arashiyama belom sempet ke togetsukyo bridge jadi mampir lagi ke arashiyama berhubung dekat dengan hotel. Koper dititip di hotel, baru setelah selesai langsung dibawa ke kyoto station buat dititip di loker. Untuk ukuran koper sedang, loker yang paling besar cukup buat taro 2 koper. Harga sewanya itu sekitar 700 yen. Urusan koper udah selesai, langsung perjalanan menuju ke fushimi inari naik JR Nara Line berhenti di Inari Station. Keluar stasiun langsung keliatan shrine nya. Ga naik sampe atas karena rame banget tempatnya, udah mainstream sepertinya tempat ini hehe. Rame pengunjung, tapi masih teratur. Setelah puas foto-foto di lorong yang hits itu langsung otw ke kiyomizudera by kyoto city bus no 100 dari kyoto station berhenti di gojozaka. Dari bus stop harus jalan ke atas menuju ke templenya itu lumayan jauh dan capek. Dan sampe di templenya itu, harus naik tangga lagi. Hehe lumayan olahraga :D. Sampe di atas kita bisa liat temple nya dan juga kyoto dari jauh. Bagussss banget viewnya, dan salah satu temple yg wajib dikunjungi di kyoto. Sekitar pukul 14.30 langsung menuju ke kyoto station untuk naik Shinkansen ke Osaka. Nah….disinilah saya lari-lari bawa koper menuju gate shinkansen. Dan pas saya masuk, galama pintu langsung ditutup. Alhamdulillah 😀 ga ditinggal. Dan ternyata kyoto-osaka cepet banget Cuma 10-15 menit. Baru selesai ngatur nafas udah harus berdiri lagi naik kereta ke hotel di osaka. Di Osaka saya nginep di Hotel Sunplaza II Annex. Sekitar 200-300 meter dari stasiun JR Shin-Imamiya. Kamarnya….sempit hehe. Untuk 2 orang selama 2 malam sekitar 10,300 yen dengan fasilitas kamar mandi bareng-bareng dan ada jam-jam nya. Kalau dari jam 22.00 – 08.00 itu shower room nya ga di kunci. Diluar jam itu harus ambil kunci di resepsionis. Hotelnya modern, kamar bersih, kamar mandinya juga bersih, Cuma daerahnya kotor. Ga seperti kyoto yang bersih, ga ada sampah di jalanannya. Di daerah ini orang suka sembarangan, di deket stasiun agak bau pesing dan sekitar jalanannya banyak sampah, orang ngerokok sembarangan. Dan hari itu saya setelah check in dll Cuma ke dotonbori aja karena penasaran sama takoyaki dan melon ice cream bread nya. Dan enak bangeeeeeeet 😀 gaboong. Enak bangetngetnget, harus coba kalau kesini! Huuu tapi saya sedih karena di dotonbori dan sekitarnya kotoooor banyak sampah berserakan. Turis2 ga bertanggung jawab yang mostly dari Tiongkok.

Hari keenam, hari dimana saya kecele. Kecele sama website japanguide yg bilang kalau di Gunung Yoshino masih ada sakura karena katanya ada 300,000 pohon dan jauuuh banget dari osaka. Saya harus naik kereta ke nara yang kurang lebih 2 jam perjalanannya, baru lanjut lg dr nara ke yoshinoguchi (90 menit) lalu lanjut kereta lain lagi sekitar (45 menit). Ya..udah lama dijalan sampe sana kecele, udah ga ada sakura. Hehe bodoh banget gitu sampe ketipu, udah tau sakura bulan2 april malah nekat kesana. Hahahha tapi gapapa jadi tau jalan kalau mau kesana lagi. Dan ternyata bisa ga harus dari nara, bisa dari Osaka-Abenobashi Kintetsu Station nanti langsung ambil kereta ke Yoshino Station. Harganya 900-an yen. Dan sampe di yoshino naik bus lagi untuk ke view point sakuranya (Naka Senbon) sekitar 360 yen oneway. Tempat ini recommended banget buat liat sakura, karena ada 300,000 pohon sakura, dan bagus banget kalau lagi musim. Kaya liat hutan sakura dari atas. Karena waktu masih ada, saya menyempatkan mampir dulu ke Rinku Premium Outlet (dekat dgn kansai Airport). Kesini bisa naik Kansai Airport rapid service (JR) dan berhenti di Rinku Town station. Dari stasiun kira-kira 500 meter jarak ke Rinku Premium Outlet. Barangnya yang dijual sama saja dengan di gotemba karena masih satu group. Dan rinku premium outlet ini lebih gampang buat kesananya daripada gotemba karena ga harus naik bus lagi dan ngeluarin uang lagi. Cukup gunain JR Pass. Setelah selesai cuci mata di rinku saya pergi ke Umeda Sky Building untuk liat osaka saat malam hari dari ketinggian 173 meter (katanya loh). Tiket masuk untuk ke umeda nya seharga 700 yen.

Hari ketujuh, osaka diguyur hujan sejak pagi tapi gak deres. Dan hari ini tujuannya Cuma satu yaitu Osaka Castle. Karena penasaran pengen liat castle jaman dulu, akhirnya beli tiket masuk ke dalem dan..jengjeng…ternyata dalemnya udah modern banget dan baru.. so dalemnya bukan asli waktu jaman perang dulu, udah dijadiin museum. Karena udah pengen cepet-cepet ke tokyo, selesai dari osaka castle langsung otw ke shin-osaka station dan langsung berangkat ke tokyo by Shinkansen. Sampe di tokyo station naik JR Yamanote Line turun di shinjuku, lanjut lagi naik keio new line berhenti di Hatagaya Station. Di Tokyo kami menginap di Sakura Hotel Hatagaya. Hotelnya muslim friendly, ada tempat sholatnya dan juga jual makanan halal. Dari sekian banyak hotel selama di jepang, ini satu2nya hotel yang rasanya kaya hotel (meskipun ruangannya kecil). Kamar mandi di dalem dan juga ada housekeeping. Nah di hotel ini udah include breakfast juga, jadi untuk sarapan udah aman alias no more onigiri :D. Karena JR Pass kami mulai besok sudah tidak berlaku lagi, kami membeli Tokyo Subway 3 day pass seharga 1,500 yen yang dijual di hotel ini (sama saja kalau beli di stasiun).

Hari Kedelapan, keliling kota tokyo part 1 (Tokyo Camii Mosque, Meiji Jingu Shrine, Yoyogi Park, Harajuku, Shibuya, dan Ginza). Dari hotel kurang lebih 1.2 kilometer ke tokyo camii mosque. Masjid ini lumayan deket dari stasiun Metro Yoyogi-uehara. Kalau dari stasiun ini kurang lebih 400 meter menuju ke masjid. Kalau dari Meiji-jingumae (harajuku) Metro Station bisa naik Chiyoda Line dan turun di Yoyogi-uehara station. Masjidnya ini sekaligus juga pusat kebudayaan turki, dan bangunannya gaya bangunan turki gitu. Selesai dari masjid ini, langsung menuju ke Meiji-Jingumae Station buat menuju ke Meiji Jingu Shrine yang ada di dalem Yoyogi Park. Yoyogi salah satu park yang saya suka di tokyo (Hama rikyu garden paling the best). Buat masuk ke Meiji Shrine nya kita diajak keliling Yoyogi Park dulu karena posisinya dia ada di dalem. Setelah selesai muter-muter disini lanngsung jalan menuju Harajuku alias Takeshita Street. Cuci mata sebentar, langsung ke shibuya karena pengen moto scramble crossing dari Starbucks Tsutaya (seberang Tokyu Hands). Selesai foto menuju ke ginza (Metropolitan Area) dimana daerahnya banyak banget brand-brand yang mihil bingits disini. Dari shibuya metro station naik ginza line turun di ginza metro station.

Hari kesembilan, keliling kota tokyo part 2 (Tsukiji Fish Market, Roppongi, Asakusa, Hamarikyu Gardens). Sekitar jam 9 berangkat ke tsukiji fish market dan tiba2 pas sampe ternyata lagi libur karena hari ini hari libur. Hampir gagal lah untuk maakan sushi disini, dan emang pas masuk banyak toko yang gak buka. Cuma beberapa aja yang buka, dan pasarnya juga ga ada. Libur beneran kayanya. Terus coba masuk masuk ke dalem ternyata ada satu kedai sushi yang lumayan rame dan akhirnya masuk untuk nyobain sushinya. Pesen yang set isinya sekitar 12 pcs harganya 1,000 an yen. Dan emang ENAAAAAK BANGET fresh banget ikannya gakaya di sini. Enaak banget dan murah :D. Gak rugi jauh-jauh kesini akhirnya bisa nyobain sushi se enak ini. Dari tsukiji fish market karena ga terlalu jauh ke Roppongi soalnya pgn liat tokyo dari atas. Di roppongi liatnya dari Mori Art Museum biaya masuknya museumnya mehong 1,600 yen (gak disarankan). Dan akhirnya bisa moto tokyo city view dari jauh. Gak masuk ke museumnya karena mengejar waktu untuk ke asakusa. Sampe di asakusa lagi rame banget sm anak-anak smp jepang fieldtrip. Dan gabegitu lama di asakusa langsung naik tokyo cruise sekalian liat-liat kota tokyo dan final stopnya di Hama Rikyu Gardens. Hama rikyu gardens ini terkenal sebagai taman para shogun, dan juga tempat ngeteh-ngeteh mereka. Di tamannya ini masih ada rumah-rumah teh nya gitu. Dan bagus banget tamannya, favorit banget deh taman ini. Di taman ini kita bisa liat gimana di tokyo itu ada gedung pencakar langit tapi masih ada taman-taman yang luas banget.

Hari kesepuluh, seharusnya hari ini kita pergi ke kawaguchiko dan fuji shibazakura. Tapi karena tiket bus kesana sudah habis yang jam pagi dan sisanya tinggal jam 12.45 (sangat tidak memungkinkan) akhirnya diputuskan hari itu hanya keliling shinjuku doang. Dan pada pukul 15.10 naik narita express menuju ke narita airport (3,190 yen).

Sekian cerita saya selama 10 hari di jepang, semoga bermanfaat dan bisa di jadikan referensi.

ありがとうございました!

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/