Alpen Route – Jepang

Masih jarang sepertinya yang menulis ulasan untuk spot di Alpen route-Jepang. Pada tanggal 25 Mei kemarin saya berkesempatan untuk mengunjungi tempat tersebut dalam rangkaian trip Jepang 23-31 Mei.

Sebelum berangkat saya sudah pesan tiket one way perjalanan Tateyama-Ogizawa seharga 8.290 Yen melalui web resminya http://www.alpen-route.com/en/ .

Karena saya mengejar trip tersebut untuk dikebut dalam 1 hari, jadilah kami (3 dewasa, 1 Anak 3 th, & 1 ortu) berangkat menggunakan Shinkansen paling pagi adalah Shinkansen Kagayaki 501 (Tokyo-Kanazawa) dari St. Tokyo. Shinkansen berangkat jam 06:16, jadi sudah mulai berangkat dari tempat menginap jam 05:00. Oh iya kita pakai JR Pass, jadi untuk shinkkansennya sudah reserved 1 hari sebelumnya. Enak ko kosong, jadi agak leluasa. Dan meskipun kencang, ternyata di dalamnya gak kerasa (hehe..)

Sampai di Stasiun Toyama sekitar pukul 08:26, awalnya mau tanya untuk naik Chillo Rail dari Dentetsu Toyama di sebelah mana, eeh ternyata baru keluar stasiun sudah ada petunjuknya. Dan cuma nyebrang stasiun aja. Kami naik Chillo Rail, yang jam 9 kurang sedikit, Chilo Rail ini penampakannya kaya kereta versi lamanya di jepang, tapi tetap nyaman untuk digunakan.

Sampai di St. Tateyama sekitar jam 09:40an, kita rehat sejenak, awalnya mau melanjutkan langsung naik kereta miring (Cable Car) ke Bijodaira yang jam 10:00, ternyata sudah gak bisa, karena kami reservasi yang jam 10:20 pas di web nya. Akhirnya bernarsis sejenak di depan St. Tateyama sambal nunggu waktu berangkat. Pas Jam 10:20 kami berangkat naik cable car, perjalanan hanya 7 menitan, Cuma agak penuh sesak, jadilah kenarsisan sedikit sulit untuk disalurkan. Jadi Cable car ini adalah sejenis kereta, tapi jalannya mendaki dengan sudut sekitar 30-40 derajat, di dalamnya sengaja di bentuk seperti tangga, rasanya jadi kaya naik escalator yang diangkat pakai crane.

Sampai di Bijodaira, langsung lanjut lagi naik Highland Bis yang mengarah ke Murodo berangkat jam 11:00 dan sampai di Murodo jam 11:50. Perjalanannya berkelok-kelok kaya di puncak tappi dengan pemandangan pegunungan yang ditutupi salju. Oh iya, sepanjang perjalanan kita tidak akan pernah bertemu dengan mobil pribadi, karena memang mobil pribadi hanya dibatasi sampai Tateyama, sehingga akses Tateyama-Ogizawa memang clear area untuk komodasi yang ditentukan saja dan berbahan bakar hybrid untuk mengurangi polisi udara di area wisata tersebut.

Jam 11:50 kami sudah sampai di Murodo, hawa dingin terasa di kulit, ditambah lagi hujan gerimis turun. Jadilah nambah dingin. Nah dari Murodo ini lah kita bisa berjalan kaki menuju spot yang namanya “Koridor Salju” (Snow Corridor). Lokasinya tidak jauh dari pemberhentian Bis, hanya sekitar 5-10 menit berjalan kaki maka smapailah kita ke jalan raya yang diapit oleh dinding salju yang tingginya pada saat kunjungan sekitar 10 meter. Sebenernya kita juga bias berjalan kaki ke sekeliling area murodo, tinggal pilih mau yang jalur pendek atau jalur panjang, cuma karena hari itu gerimis jadi ndak sempat jalan. Untuk makanan di Murodo ini ada satu retoran yang jual makanan, dan ada salah satu menunya yang bertuliskan “Muslim friendy”.

Jam 14:45 kami sudah naik ke atas untuk naik Bis Tunnel, jadi itu adalah Bis listrik yang berjalan di terowongan yang membelah gunung Tateyama menuju ke Daikanbo. Kemudian langsung dilanjut menuju ke Ropeway dari Daikanbo-Kurobedaira yang katanya terpanjang di dunia ini. Beruntung dapat spot yang lumayan lah tepat di depan, jadi bisa ngeliat ke bawah langsung. Agak tegang juga sih, karena sangat tinggi, tapi pemandangan yang didapat tentunya wahh banget.

Sampai di Daikanbo kami naik ke view poin yang letaknya di atas gedung, lumayan ngos-ngosan juga, karena kita harus naik tangga yang cukup tinggi (sambil gendong anak). Phuhh..Di atas kira bisa melihat ke gunung yang ditutupi salju ataupun ke danau Kurobe yang ada di bawah.

Kemudian kami naik cable car (kereta miring) lagi, sama seperti yang di awal. Hanya saja kalua di awal tau jalannya naik, nah sekarang jalannya miring turun menuju Kurobeko. Dari Kurobeko kita harus berjalan kaki sekitar 1,5 km untuk melintasi Kurobe Dam. Bendungan Kurobe ini adalah PLTA yang didapat dari mena cairnya es yang ada di gunung. Pas kami datang lagi gak beroperasi, mungkin kuota airnya masih belum cukup.

Setelah berjalan cukup jauh, sampailah kami di transportasi terakhir menuju ke Ogizawa yang merupakan ujung dari Alpen route. Kami pulang ke Tokyo menggunakan Bis dari Ogizawa ke Nagano (terakhir jam 16:30) dan setelah sampai Nagano kami naik Shinkansen menuju ke Tokyo.

Biaya :
1. Shinkansen kagayaki (by JRPass)
2. Chillo Rail (1140 ¥)
3. Tateyama-Bijodaira-Murodo-…-Ogizawa (Paket 8.290 ¥)
4. Ogizawa-Nagano (2600 ¥)
5. Nagano-Tokyo (JRPass)

#BDJepang #BDJapan #Alpenroute

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/