An unemployed man who travels.
#UnlockTheWorld
#TravelTheWorld
#VisaSeries

Akhir-akhir ini banyak yang bertanya kepada saya secara langsung ataupun melalui PM, bagaimana cara apply visa dengan status pengangguran, dan di approved?

Kok bisa? Lo kan pengangguran?
Lo buat surat keterangan kerja palsu ya?
Lo tabungannya milyaran pasti.
Ah boong kali dia. Jangan-jangan jalannya boong juga, pake fake location.

HAHAHA…

Well, visa alias surat izin masuk ke suatu negara memang terkadang jadi sandungan traveler yang ingin berkelana. Pengen ke sana ke sini, semua perlu visa, apa apa visa.
Terlebih Indonesia bukan lah negara yang passportnya kuat, saat ini Indonesia berada di posisi 79 di Visa Restriction Index dengan 58 negara yang memberikan Indonesia free visa ataupun Visa on Arrival (VoA).
FYI, Singapore ada di posisi 5 dan Malaysia ada di posisi 12.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di sini ya…

https://en.wikipedia.org/wiki/Visa_requirements_for_Indonesian_citizens

Sementara itu, banyak banget yang suka ngomong gini…

Wah, Venice bagus ya romantis, aku pengen ke sana..
Gw pengen banget nonton Bayern Munich nih!
Gw pengen liat Aurora!
Dari dulu impian aku tuh ke New York tau ga?!
Wuiih Sakura nya cantik bangetttt pengen ke sana…
Mau liat Oppa Oppa Oppa…

Saya suka bales…

Ya udah, beli tiket nya lah terus apply visa nya.

Jawabannya…

Hah Visa????
Haduh syarat tabungan gede.
Haduh harus punya deposito ratusan juta ya?
Haduh harus pakai SPT ya?
Haduh ribet ngurusin referensi kerja.
Haduh harus beli tiket dulu ntar kalau visa ditolak rugi bandar dong gw.
Haduh, aku maunya kamu yang bayarin, Ris… :p
Dan haduh haduh lainnya.

Dan saya kebanyakan berbicara dengan orang yang punya pekerjaan bagus, pendapatan lumayan pastinya tapi terlalu takut dan tidak pede untuk mencoba…

I prove those things are not the restrictions for you to travel.

Sejak Desember 2015 hingga Oktober 2016, saya sudah apply visa Australia, Schengen, Russia, Korea, UK, dan USA.
Selain Australia, semua visa saya ajukan ketika saya menyandang status pengangguran.
Yes, pengangguran.
Tanpa surat keterangan kerja.
Tanpa sponsor.
Di beberapa visa malah tanpa bukti keterangan keuangan ataupun itinerary.

Dan semua visanya approved. πŸ™‚

Tak bisa dipungkiri kalau syarat visa setiap negara itu berbeda dengan waktu pemrosesan yang juga berbeda, tapi satu hal yang saya bisa tarik kesimpulan…

Setiap negara ingin memastikan keamanan negaranya ketika kita berkunjung ke negara mereka, ingin kita tidak melanggar hukum dan ingin kita bisa kembali ke negara asal kita dengan selamat.

Jadi intinya adalah, jujur lah ketika mengisi form visa ataupun ketika wawancara.

Banyak diantara kita yang ditakut-takuti bahwa kalau apply visa negara tertentu harus punya rekening besar, harus ini harus itu, tapi itu tidak selamanya benar.

Yuk kita coba ulik tiap-tiap Visa berdasarkan pengalaman saya pribadi.
Disclaimer : Pengalaman apply visa setiap orang bisa berbeda dan tidak bisa disamakan satu sama lain

<<>>

Berdasarkan website kedutaan Belanda untuk Indonesia, diperlukan dana minimal EUR 34 per hari untuk tinggal di Belanda apabila ingin apply visa Schengen. Dengan asumsi di atas maka bisa digeneralisasikan bahwa hal ini juga berlaku di negara lain anggota Schengen. (sayangnya link ini udah not found lagi)

http://indonesia-in.nlembassy.org/organization/bagian-dalam-kedutaan/konsuler/visa-schengen/visa-kunjungan-singkat/dokumen-yang-dibutuhkan.html

So, kalau mau apply visa Schengen dan tinggal di Eropa selama 10 hari, sebenarnya hanya diperlukan dana minimal EUR 340, not that bad.

1. Apply lah di negara di mana Anda landing pertama atau di mana Anda akan menghabiskan waktu paling lama di Eropa.

Saya akan landing di Perancis dan saya belum tahu akan menghabiskan waktu paling lama di mana jadi saya memutuskan untuk apply Schengen melalui Kedutaan Perancis di agent resminya TLS.

https://www.tlscontact.com/id2fr/login.php

Alasan kedua mengapa saya apply melalui Kedutaan Perancis adalah karena masa tunggu yang paling cepat.
Di website TLS disebutkan bahwa proses visa hanya akan memakan waktu 2 hari. Super efisien dan akan sangat memudahkan saya karena passport tidak perlu ditahan terlalu lama.

Saya mengambil Visa Schengen jangka pendek dan untuk biaya yang dikenakan adalah Rp 882,400 (EUR 60) ditambah biaya layanan sebesar Rp 400,000.
Untuk jenis visa lain, biayanya silakan dilihat di sini :

https://www.tlscontact.com/id2fr/help.php?id=cost_visa&l=id

dan dokumen yang diperlukan adalah :

https://fr.tlscontact.com/id/JKT/page.php?pid=tourism_less90

Nah, di sini saya ingin bahas beberapa dokumen yang diperlukan :

– Tiket pesawat pulang pergi

Haruskah punya tiket PP? Haruskah tiketnya sudah confirmed? Kalau ditolak gimana? Tiket hangus dong.

Jawabannya sih, sangat variatif, tapi sebenarnya tidak wajib.

Di website Kedutaan Belanda bahkan disarankan untuk tidak beli tiket terlebih dahulu tapi hanya booking saja.

Jadi kita bisa memberikan tiket bookingan sementara. Caranya gimana? Anda bisa minta tolong dan datang ke travel agent, minta book tiket terlebih dahulu untuk pembuatan passport lalu Anda bisa print.
Kalau travel agentnya langganan sih biasanya ga dikenakan biaya, tapi ga ada salahnya memberikan tips Rp 50,000.

Cara kedua bisa masuk ke website Turkish Airlines alias TK (www.turkishairlines.com), dan book melalui website ini, nanti sebelum pembayaran dia sudah bisa mengirimkan itinerary yang ada kode booking dan bisa diprint, silakan print dan bawa ke TLSnya.

Why TK? Saya sudah coba beberapa website airlines lain tapi hanya TK yang punya opsi send itinerary to email sebelum pembayaran dilakukan.

Alasan kedua, TK ini adalah maskapai dengan destinasi negara terbanyak di dunia. They fly to 192 countries in the world, more than any other airlines!
Jadi semua destinasi dari Jakarta ke 191 negara lainnya juga pasti ada. πŸ˜€

For my case, saya sudah beli tiket yang confirmed ya, karena trip saya sudah pasti, jadi saya ga mau ambil risiko beli tiket mepet yang ujung-ujungnya mahal.

– Travel Insurance

Wajib banget ini. Banyak pilihan insurance, saya pribadi membeli travel insurance yang tahunan (annual) dan berlaku di seluruh dunia. Setiap insurance ada kelebihan dan kekurangan, tolong dicek terlebih dahulu sebelum membeli.

Kalau cuma punya satu atau dua trip per tahun, lebih baik membeli ketengan tapi kalau punya banyak trip (in my case, a whole year travel), punya Travel Insurance Tahunan adalah wajib.

Kenapa harus punya Travel Insurance? Well, google sendiri ya.

– Konfirmasi hotel / penginapan

Sama seperti bukti penerbangan, booking aja dulu!

Tapi tapi tapi gw belum tau berapa lama di Paris, berapa lama di Amsterdam, berapa lama di Praha…

Gampang, ambil yang free cancellation. Banyak kok di Agoda ataupun Bookingdotcom, silakan cari yang ada tulisan free cancellation ya. Kalau ga punya Kartu Kredit bisa book di Booking karena ada pilihan tanpa Kartu Kredit.

– Buku Tabungan / Bank Reference / Rekening Koran

As mentioned above, biaya sehari di Eropa itu EUR minimal 34 (diluar biaya tiket pesawat ya), terserah mau pilih yang mana. Saya sih selalu pakai rekening koran yang saya print sendiri dari E-Banking dan tidak perlu dilegalisir Bank.
Jadi kalau punya tabungan 7 juta mau ke eropa sepuluh hari tapi belum punya tiket pesawat ya ga bisa. πŸ˜€
Lebih banyak lebih baik, tapi ga ada jaminan bisa lolos juga ya.

Dalam case saya, saya kasih rekening koran dengan tabungan yang cukup untuk tinggal di Eropa selama 3 bulan. πŸ˜€

– Surat Keterangan Bekerja

Nah ini yang paling menarik. Saya tulis saya sebagai UNEMPLOYED.

Artinya apa? Artinya saya ga perlu ngasih Surat Keterangan Bekerja, ga perlu ngasih SIUP, ga perlu ngasih NPWP dll.

Mengapa? Karena ga kerja, apa yang mau dikasih. HAHAHA..

But it’s serious.
Kalau kamu tulis kamu pengusaha walaupun kamu cuma pengusaha gorengan kecil-kecilan, kamu wajib membuktikan kalau kamu pengusaha gorengan.
Kalau kamu bilang kamu professional (ex dokter) ya kamu harus buktikan kalau kamu dokter misalnya pakai surat izin praktek.
Kalau kamu karyawan ya harus ada surat keterangan kerja dari perusahaan.

Kalau pengangguran? What do you need to prove? Nothing. :p

Jadi semua kewajiban melampirkan surat-surat di atas jadi tidak berlaku buat saya. HAHAHA…

2 hari setelah saya mengajukan Visa ke TLS, Visa saya sudah selesai dan approved. πŸ˜€

<<>>

Nah ini salah satu pertanyaan favorit, susah ga sih visa Korea? Syaratnya ribet ya? Pake NPWP ya? Pake SPT ya?

Well, let me make it clear, saya sebelumnya belum pernah ke Korea. Saya pengangguran. Saya ga mau ngasih SPT ataupun NPWP. Saya ga mau ngasih rekening koran atau referensi bank. Tapi saya mau langsung buat Visa Multiple Entry Korea Selatan.
Mungkinkah? Mungkin dong.

Nih jenis visa dan syarat visa Korea

http://idn.mofat.go.kr/worldlanguage/asia/ind/visa/issuance/index.jsp

Di syarat visa Single Entry, di syarat nomor 4 tertulis :

4) Surat keterangan kerja dan SIUP, jika tidak berkerja surat keterangan tersebut tidak diperlukan

Saya pengangguran jadi saya ga perlu menyertakan Surat Keterangan Kerja ataupun SIUP ataupun Surat Izin Praktek dan sejenisnya.
Interpretasi lain, pengangguran kayak saya boleh apply visa Korea. :p

Syarat nomor 5 adalah :

5) Fotokopi bukti keuangan, pilih salah satu
– SPT (dikeluarkan oleh Directorate Jenderal Pajak)
– PBB (dikeluarkan oleh Directorate Jenderal Pajak)
– Laporan buku tabungan dalam 3 bulan terakhir
– Tagihan kartu kredit dalam 3 bulan terakhir
– Surat keterangan pemegang membership golf
– Surat keterangan pemegang membership hotel bintang 5
– Surat keterangan pemegang Jamsostek
– Bukti tunjangan pension

mohon dibaca tulisan PILIH SALAH SATU, artinya apa? Ga pake SPT tetap bisa apply visa Korea. :p

Tips : Paling gampang adalah punya Membership Hotel Bintang 5. Buka aja website Hotel Bintang 5, terus daftar, ga bayar. Udah jadi member deh. :p
Surat keterangannya gimana? Print aja kartunya, kan itu tanda kita member hotel bintang 5.

SEE, buat yang mau apply SINGLE VISA ga perlu melampirkan rekening koran, kan? HAHAHA…

di bawahnya ada lagi tulisan :

– Yang memenuhi kategori multiple visa tidak perlu melampirkan syarat point 3), 4), dan 5)
– Apabila pernah mengujungi negara OECD dalam kurun 5 tahun atau pemegang visa OECD yang masih berlaku, syarat pada point 5) tidak diperlukan

Nah karena saya mau apply kategori Multiple berarti saya ga perlu melampirkan syarat No 4 dan No 5 di atas.
Lebih gampang kan? :p

Untuk bisa apply Multiple Entry syaratnya apa sih? Nah ada lagi tulisan di bawah banget laman tersebut, kita fokus di yang Persyaratan lain yang pertama aja ya….

Persyaratan lain:
“Bila seseorang merupakan pemegang izin tinggal negara OECD atau dalam kurun waktu 2 tahun berkunjung lebih dari 4 kali ke negara OECD. Disertai dengan fotokopi bukti izin tinggal dinegara OECD tersebut.”

Negara OECD itu apa saja sih? Mangga cek di sini…

http://www.oecd.org/about/membersandpartners/list-oecd-member-countries.htm

Fokus ke kalimat “… atau dalam kurun waktu 2 tahun berkunjung lebih dari 4 kali ke negara OECD. Disertai dengan fotokopi bukti izin tinggal dinegara OECD tersebut.”

Negara OECD contohnya adalah Jepang, Turki, Australia, New Zealand, dll.

Ketika saya apply kemarin syaratnya masih pernah ke negara OECD dan sekarang sudah ditambahkan harus pernah berkunjung 4x dalam 2 tahun.
Well, not that bad. Saya juga masih memenuhi syarat, kalau pernah ke Jepang, Australia, Turki, dan negara Schengen pasti memenuhi syarat.

Cara ngasih buktinya gimana? Ya fotocopy aja halaman passport yang ada visa atau cap imigrasi negara OECD, beres deh.

Jadi ketika apply visa Korea, apa apply TANPA menggunakan :

1. Rekening koran
2. Surat Keterangan Kerja
3. Kartu Keluarga
4. NPWP
5. Itinerary

Instead saya kasih mereka fotocopy Member Card Accor, SPG dan IHG dan persyaratan standard lainnya seperti tiket, dan booking hotel. Cara book dummy bisa dibaca lagi di atas ya.

Hasilnya apa?
Visa Multiple saya di approved untuk durasi 5 tahun sahaja. :p

Berapa lama prosesnya?
1 Hari kerja

Yeaaayyy!!!

<<>>

Haduh, siapa yang ga mau sih ke Inggris?
Ini negara favorit saya.
London kota Megapolitan favorit saya.
York kota kecil favorit saya.
Manchester (United) kota sepabbola favorit saya.

Haduh visanya rempong!
Banget!
Ah kata siapa? :p

https://www.gov.uk/government/publications/apply-for-a-uk-visa-in-indonesia/mengajukan-permohonan-visa-inggris-di-indonesia-proses-permohonan

Untuk apply visa UK ga wajib pakai bookingan tiket pesawat lho…
Walaupun dalam kasus saya saya sudah beli tiket duluan (Who can deny IDR 4,5 mio return ticket from Qatar Airways?)

Apply visa UK harus online, bayar juga online.
Formnya banyak dan harus diisi.

Poin pertama adalah isi dengan jujur. Penting banget itu.
Kamu mau masuk negara orang, ngapain ga jujur?
Saya sih selalu jujur, ada bagian mau ngapain ke Inggris?

Saya tulis saya pengangguran lagi keliling dunia, ke Inggris mau nonton Coldplay (saya sudah ada tiket Coldplaynya), tim favorit saya MU dan saya mau ke Old Trafford lagi, plus saya mau ke Edinburgh, tempat Harry Potter dilahirkan oleh Tante Rowling.

Dramanya pas saya apply visa UK adalah saya cuma punya waktu 1 minggu untuk proses pengambilan data hingga selesai, sedangkan normalnya visa UK selesai 2-3 minggu.

Akhirnya saya ambil yang Express, dijanjikan selesai 3-5 hari kerja dengan biaya tambahan sebesar Rp 3,000,000 di luar biaya visa UK yang sebesar USD 111 untuk yang short term 6 bulan Multiple Entry.

Pas hari H appointment, saya salah bawa rekening koran, akhirnya rekening koran yang saya print adalah rekening saya yang isinya “hanya” Rp 5.4 juta.
Deg-degan juga sih, tapi ya Bismillah aja deh sama ada nekadnya juga, saya tetap ajukan aja dengan duit segitu.

Prosesnya standard, nanti ada pengecekan visa dan pengambilan biometrik ya.

Setelah 3 hari saya iseng dateng ke VFS (saya anaknya penasaran :p ) dan ternyata sudah selesai.
Dag dig dug buka hasil aplikasi visa (karena dua hari lagi saya flight ke London), dan ternyata APPROVED.

<<>>

Syarat-syaratnya adalah :

1. Passport (asli dan fotocopy, yang lama (bila ada) dan yang masih berlaku minimal 6 bulan)
2. Foto 3cm x 4cm = 2 lembar background putih, foto untuk visa biasanya harus diambil dalam 6 bulan terakhir
3. Invitation letter atau support letter yang bisa dibeli online atau diminta dari perusahaan penyedia jasa tersebut di Russia atau minta ke hotel atau hostel kita menginap. Biasanya bayar 25-35 dollar
4. Booking hotel atau hostel (update terbaru : saat ini syarat hotel yang diterima harus lah yang sudah dibayar full, untungnya pas saat saya apply masih boleh yang bookingan saja. πŸ™ )
5. Isi form online di www/visa.kdmid.rv, lalu di print
6. Itinerary di Rusia, tidak perlu terlalu detail tidak apa-apa
7. Copy travel insurance

Yang paling penting adalah support letter atau invitation letter.
Ga perlu surat keterangan kerja ataupun rekening koran.

Supportt letter bisa dibeli online dari perusahaan penyedia jasa tersebut di Russia atau bisa minta ke Hotel atau Hostel tempat kita menginap. Sangat praktis.

Update terbaru, saat ini syarat hotel yang diterima harus lah yang sudah dibayar full, untungnya pas saat saya apply masih boleh yang bookingan saja. πŸ™

Biaya visa single entry nya adalah sekitar USD 70 dengan waktu tunggu sekitar 2 minggu atau USD 175 untuk waktu tunggu 2 hari.
Yang harus diperhatikan adalah biasanya Visa Russia diberikan sangat mepet waktunya dan agak kurang flexibel. Biasanya kalau kita bilang di Russia 10 hari nanti visanya akan diberikan sekitar 11-12 hari, again ini dari pengalaman pribadi yang mungkin saja berbeda dengan yang lain.

Jelasnya ada di sini untuk syarat dan biaya :

http://indonesia.mid.ru/web/indonesia_ind/visa-untuk-rusia

Tidak diperlukan wawancara kecuali kasus tertentu.
Kebetulan saya dapat di kasus tertentu tersebut.
Dan saya di wawancara.
Oleh orang Rusia langsung face to face.

Bukan karena pengangguran tapi bookingan pesawat saya dimulai dari Hongkong dan berakhir di Istanbul.
Yang dipermasalahkan bukan mengapa bukan dari Jakarta berangkatnya, tapi mengapa saya harus ke Istanbul.

Mengapa petugas visa menanyakan demikian? Silakan google sendiri hubungan Rusia dan Turki satu tahun belakangan ini.

However, setelah menunggu lumayan lama, visa Russia saya juga…. APPROVED.

Woohoo!

<<>>

The Ultimate Visa.
Momok bagi kebanyakan orang.
Batu sandungan buat orang lain.

Beuh banyak banget ini cerita soal visa negara super power satu ini, banyak cerita sukses, ga sedikit cerita sedih.

Tabungan milyaran ditolak.
Udah ke mana-mana ditolak.
Tabungan 10juta di approved.

Bla bla bla….

Sejujurnya yang buat saya agak jiper cuma karena saya pernah punya Visa Iran.
Bahkan jelas disebutkan bagi yang dapet visa waiver US kalau ke Iran maka visa waivernya void dan harus apply visa US lagi.

NAH LOH!

Pas ngisi form onlinenya yang bagian negara mana saja yang pernah kamu kunjungi? Lama saya termenung, ini Iran saya masukkan ga ya? Apa saya ga masukkan saja terus berharap pas wawancara mereka ga aware, atau pura-pura bego aja kalau ditanya,

“Cuy lu pernah ke Iran kok lu kagak bilang di aplikasinya seh?”

“Hehehe, lupa masbro mbaksis!” sambil nyengir kuda.

Akhirnya saya memilih untuk jujur.
Saya tulis lah Iran sebagai salah satu negara yang pernah saya kunjungi.

“Pasti bakalan ditanya-tanya nih”, that what I was thinking.

Saya juga isi Unemployed di formnya terus saya jelaskan kenapa saya pengangguran, saya bilang saya lagi #TravelTheWorld dan pengen ke US.

Pesawat tiketnya sudah saya beli KUL – IAD by Qatar Airways seharga Rp 6.6 juta.
Hotel saya book dahulu buat di Washington sekaligus buat tanda pengenal yang bisa dihubungi ketika di sana.

Ketika hari wawancara datanglah ontime.
Saya menyiapkan semuanya dengan lengkap.

Itinerary.
Bookingan Hotel.
Print out tiket CGK – KUL – DOH – IAD pp
Rekening koran.
AKte kelahiran.
Travel Insurance.

Saya lumayan gugup dan mencoba belajar menjawab dan mengantisipasi pertanyaan apa saja yang mungkin keluar dari si pewawancara.

Setelah proses biometrik selesai, saya menunggu untuk diwawancarai, saya lihat banyak orang yang mendapatkan kertas merah… yang artinya visa ditolak… :'(

Penjelasannya ada di sini :

Visa Non-imigran

Jadi deg-degan dan ketika rombongan nomor 29 dipanggil saya maju tapi di antrian paling belakang biar rombongan nomor 29 lainnya dulu saja yang maju.

Saya dengar yang di depan saya ditanya-tanya macem-macem, ada yang kerja apa, ngapain ke US lama-lama, pernah ke negara mana aja, banyak deh.

Oh ya, yang wawancara adalah Warga Negara Amerika Serikat yang bisa berbicara Bahasa Indonesia. Jadi kita bisa jawab dengan menggunakan bahasa Inggris atau Indonesia.
Santai saja ga perlu gugup (ini lebih untuk menyemangati diri sendiri kok! :p )

Ketika tiba giliran saya, saya maju dan tersenyum kepada si pewawancara dan dibalas dengan senyuman dan sapaan yang hangat. Saya sudah siap menyodorkan itinerary dan sejenisnya.

“Good Morning”
“Good Morning”
“What’s your name?”
“Harris Subhan Riparev”
“Ah, Harris, why do you want to go to USA?”

Nah, moment of truth!

“Umm, I am an unemployed…” bukan pick up line yang kece sebenarnya…

“Yes?”

“And now I do career break and I have been traveling for 10 months, USA will be my next destination to unlock the world.”

Si bule yang wawancara terlihat sangat tertarik, “Oh wow, great. That’s really cool. Where did you work before and would please tell me a little bit of your story and your plan for the rest of your journey?”

Nah, kata-kata itu buat saya jadi pede lagi, akhirnya saya jelasin secara singkat apa yang saya lakukan selama 10 bulan dan mau ngapain lagi sisanya. Si bule mendengarkan sambil memeriksa passport saya, saya agak dag-dig-dug juga jadinya.

“Oh wow, amazing story. Congratulations your visa is approved. Enjoy your trip, Harris.” kata sang pewawancara sambil memberikan kertas putih tanda visa USA saya baru saja di approved.

Ga ditanyain rekening koran.
Ga ditanyain kerja di mana atau mana surat keterangan kerja.
Ga ditanyain itinerary lengkap.
Ga ditanyain soal visa Iran.

APPROVED.

Yeaaaaaayyyyy!!!!

Pesan moral sederhananya adalah :

1. If you want to travel, travel far. Don’t be afraid.
2. Be honest. Honesty will lead into good things.
3. Be confident. People may say bad things or frighten you but you are the one who know yourself best
4. When in doubt, travel. When you are unemployed, travel more.

Masih banyak visa yang belum saya unlock, tapi at least visa-visa favorit yang sering menjadi mimpi buruk pejalan sudah berhasil saya taklukkan ketika status saya pengangguran.

“Life is either a daring adventure or nothing at all.”
– Helen Keller

#BIVisa
#BIVisaSchengen
#BIVisaUK
#BIVisaUSA
#BIVisaKorea
#BIVisaRussia

Photo courtesy of : http://burhanpurholidays.com/

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/