Assalamu’alaikum Teman-teman Backpacker International

Salam kenal dari saya dan keluarga,
Sebelumnya saya mau berterimakasih kepada senior backpacker di BI yang telah menyematkan hashtag #BIvisaschengen #BIschengen #BInetherlands #BIamsterdam #BIparis dan lain-lain sehingga memudahkan saya khususnya untuk pengajuan visa mandiri tanpa agen.

Saya dan keluarga domisili di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berbekal browsing blogs dan tagar di forum backpacker, Saya mengajukan permohonan visa ke VFS Global Jakarta.

Rencana keberangkatan kami 31 Januari 2018, masih lama memang…tapi karena jadwal pekerjaan saya dan Mami cukup padat di desember dan januari maka kami memutuskan apply di bulan november.

Papi saya punya adik kandung yang berkewarganegaraan Belanda atas pertimbangan keluarga, kami tidak ingin merepotkan beliau sebagai sponsor karena akan perlu waktu untuk pemberkasan juga di Amsterdamnya.

Agak deg-degan pula karena Papi saya adalah pensiunan PNS dan post-stroke (bisa berdiri & jalan namun dibantu) tidak bisa menandatangani sejumlah formulir yang ada.

Saya memulai “perjuangan” dari menyiapkan dokumen yaitu :

1. Formulir Janji Temu VFS Global Netherland ; Jika janji temu biasa, membuat akun terlebih dahulu di web VFS Global kemudian login dan pilih jadwal sesuai pilihan yang tersedia. Dalam hal ini saya langsung email untuk menggunakan jasa VIP Lounge mengingat akan bersama Papi saya yang menggunakan kursi roda.

2. Formulir Pengajuan Aplikasi Visa dan checklist document visa, diunduh 4 rangkap sesuai jumlah aplikan melalui web VFS Global

3. Paspor Asli (Jika memiliki paspor lama, dibawa juga apalagi jika memiliki visa schengen sebelumnya)

4. Foto berwarna latar putih, bagi yang berjilbab sebaiknya pakai jilbab warna terang/motif. Kemarin karena studio foto disini salah melulu ukuran fotonya, akhirnya saya putuskan utk berfoto di VFS Global saja

5. Reservasi tiket pesawat Pergi-Pulang. Saya sudah issued tiket karena beli di travel fair JCC pas idul adha oktober 2017 lalu πŸ˜… agak high risk memang tapi apa boleh buat krn emang gk bs di booked dulu. Para senior mungkin punya triknya tapi saya tidak berani ikuti karena saya akan travelling bersama lansia berkursi roda.

6. Reservasi Hotel, semua saya booked melalui booking dot com dan airbnb, dengan fasilitas free cancel

7. Trip itinerary, saya browsing dan hanya menginfokan secara general saja seperti tanggal, lokasi menginap, transportasi yang akan saya gunakan, keterangan akomodasi sudah issued atau masih booking.
untuk tiket kereta antar negara, saya tulis will be issued after visa.

8. Surat Referensi dari kantor/instansi bekerja,
berhubung Mami dan Suami saya ASN maka saya buatkan surat referensi berbahasa inggris yang isinya menginfokan nama, TTL, data kepegawaian, no paspor, jumlah gaji per bulan dan kalimat pernyataan bahwa yang bersangkutan benar bekerja di instansi terkait, tidak berencana mencari kerja di negara schengen dan akan kembali tepat waktu sesuai itinerary. dicetak diatas kertas kop instansi.
Papi saya menyertakan SK Pensiun dan Taspen beliau,
Saya sendiri wirausaha namun karena kelengkapan dokumen usaha saya atas nama suami dan expired, jadi tidak saya sertakan.

9. Slip gaji 3 bulan terakhir

10. Cetak Rekening koran 3 bulan terakhir, sertakan cetak rekening koran penerima gaji

11. Surat Referensi Bank

12. Asuransi Perjalanan, minimum coverage $30.000

13. Buku/Akta Nikah

14. Kartu Keluarga

15. KTP

16. Akta Kelahiran

Semua dokumen di copy dan sertakan salinan berbahasa inggris kecuali cetak rekening koran. Saya menggunakan jasa penerjemah namun bukan sworn translator, tapi beliau qualified karena memang S2 Humaniora, dan pernah tinggal di Amsterdam.

Setelah semua berkas lengkap, kami pergi dari Palangka Raya menuju Jakarta dan menginap di hotel dekat VFS Global Jakarta karena area tersebut macet tiada tara.

Jadwal janji temu kami tgl 20 Nov 2017 pukul 10.40 WIB namun baru masuk pukul 11.00 WIB karena ruangan VFS baik yang lounge ataupun loket reguler full dengan aplikan.

VIP Lounge ada di sebelah kiri dengan suasana yang nyaman dan full of snacks hehehe.

Prosesnya hari itu cukup memakan waktu karena saya salah susun dokumen πŸ˜…
Tips yang saya dapat dari petugas VIP Lounge VFS Global,Jika yang berangkat suami-istri dimana istrinya statusnya IRT ada baiknya dokumen suami juga dicopy dan masukkan ke dalam berkas pengajuan visa istri.

jadi agar menyingkat waktu seleksi berkas dan wawancara,
urutan dokumen yaitu :
1. Formulir
2. Tiket
3. Asuransi
4. Hotel & itinerary
5. Fotocopy passport
6. Supporting Document (poin 8, 13-16)
7. Document Sponsorship (poin 9,10,11)
8. Checklist

Semua dokumen hanya saya jepit pakai penjepit kertas, tidak di stapples.

Setelah berkas di input oleh petugas, kami menunggu sebentar, kemudian bayar, menerima slip pembayaran, lalu dipanggil untuk biometrik ke ruangan khusus, kemudian selesai.

Prosesnya lumayan cepat, tanggal 20 November 2017 masuk berkas sudah terima email pengambilan berkas di tanggal 28 November 2017.

Isi emailnya bikin gemes, saya kuatiiir sekali tidak approved ternyata alhamdulillaaaah….visa granted for 30 days.

Lumayan laah, apalagi untuk IRT macam saya yang cuma bermodal kuota internet cari info sana-sini, begadang berburu tiket murah, memilih akomodasi yang tepat bagi Papi yang akan menggunakan kursi roda nanti sepanjang rute Amsterdam-Brussels-Paris. Legaaaa rasanya

Semoga yang lagi apply dimudahkan urusannya 😊

#BIvisa #BIkursiroda #BIwheelchair #BIpensiun

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/