#BDChina
#TipsKomunikasi

Seminggu lalu, saya baru kembali dari China setelah menyusuri beberapa kota di daerah selatan seperti #Shenzhen, #Guangzhou/ Canton, #Yiwu, #Shanghai, dan #Hangzhou. Kalo nyari Yiwu di peta masih susah, kotanya baru lahir 20 tahun lalu hehe…

Semula saya pikir negara itu ya masih 11-12 sama Indonesia (kuper info nih), eh ternyata… Wow!!! Singapura jadi berasa biasa-biasa aja waktu lihat China. Di negara sebesar dan sebanyak ini penduduknya, kok bisa membangun kotanya sedemikian keren.

Transportasi umum sangat mudah dan lengkap. Mulai dari sepeda sewaan, ojeg, bus, metro (kereta bawah tanah), sampai kereta antar kota yang biasa dan kereta peluru berkecepatan 305 km/ jam (Bandung-Jakarta cukup 30 menitan hehe…).

Beda jauh dengan bayangan bahwa produk China itu pasti jelek atau KW berapalah. Di sana yang terlihat bagus banget. Cuma sepanjang saya di sana belum pernah menemukan motor bensin, semua motor listrik. Mulai dari sepeda listrik sampai motor roda 3 yang untuk jualan atau angkut barang, ternyata pakai baterai.

Sempat saya bertanya kepada kenalan di sama, kalau mau naik #Rikshaw alias becak cina yang ditarik oleh orang seperti itu di mana. Maklum, kalo lagi bertualang, saya suka sekali mencoba transportasi setempat terutama yang unik. Bukan jawaban yang saya terima, mereka malah tertawa terpingkal-pingkal. Katanya mereka seumur hidup belum pernah lihat. Mungkin itu beca jaman dulu kala. Hadeuh…malu juga ๐Ÿ˜‚

Sebelum berangkat, saya juga banyak mendengar kabar tentang WC di China yang kondisinya bau dan jorok. Dan apa yang saya temukan di sana? WC lumayan bersih hanya memang bau pesing krn tidak disediakan air. Hanya tisu saja. Lebih parah WC yang sering saya temukan di Indonesia sih hahaha…

Oh iya, di sana Facebook, Google, Line, Instagram diblokir jadi gak akan bisa dibuka. Kecuali ada trik khusus yang saya belum paham caranya. Untungnya Whatsapp dan Telegram masih bisa dibuka. Lumayan untuk kontak-kontak sama keluarga.

Yang paling penting lagi, orang China jarang yang lancar berbahasa Inggris. Jadi ternyata cara mudah berkomunikasi adalah dengan membawa HP yg sudah diintall aplikasi translate. Aplikasi yang saya pakai adalah Microsoft Translater. Kalau pake iPhone, aplikasi ini bisa didownload mendadak di sana. Kalau pakai android, karena harus buka google play, pasti gak bisa didownload di sana jadi harus ada persiapan saat masih di Indonesia.

Saat kita ada maksud atau pertanyaan, ketik dalam bahasa Indonesia atau Inggris, nanti translater ini akan memunculkan huruf cinanya. Tinggal perlihatkan layar HP kita ke orang yang kita tanya. Biasanya dia membalas dengan HP dia dan memperlihatkan jawaban ke kita. Aplikasi ini juga bisa langsung menterjemahkan melalui foto atau suara. Petunjuk arah dan lain-lain bisa difoto dan langsung ada artinya dalam bahasa kita.

Semoga sedikit tips ini bisa membantu. Selamat bertualang…

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/