Berapa dari kita mengabaikan asuransi perjalanan? Memang musibah bisa terjadi dimana saja dan kadang dianggap nasib. Tapi perjalanan saya dengan 8 anggota keluarga bulan lalu, benar- benar merubah mindset saya tentang asuransi perjalanan. WAJIB BELI. Seperti disambar petir di siang bolong, ditunjukkan plan biaya rumah sakit 7.200 SGD untuk rencana perawatan bapak selama 3hari. Padahal saat itu niatnya cuma berobat ke UGD atau polikliniknya. Pengen ambil kalkulator untuk memastikan brp rupiah jatuhnya tapi ngga nemu karena saking kagetnya. Pengen teriak dan nangis tapi ngga mau kelihatan di depan ortu. Yaah ini pengalaman travelling kemarin yang nga ada dalam bayangan. Dokter ‘memaksa’ rawat inap dan tidak diijinkan terbang padahal 2hari lagi jadwal pulang. Mau nolak rawat inap, cari alternatif pulang lewat darat ngga berani ambil resiko. Tapi syukurnya adik saya ngotot beli asuransi, padahal di perjalanan sebelumnya ngga pernah beli. Walau sistemnya reimburse dan sempet berfikir claim di tolak karena berbagai alasan asuransi. Dan yaayyy yippiee ternyata hari ini claim saya disetujui tanpa syarat yang berbelit- belit. Kami hanya menanggung 25 USD sebagai resiko sendiri. Jadi masih mutusin ngga beli asuransi? Heheheeee bukan jualan atau promosi tapi cuma sharing saking senengnya ngga jadi ngajuin kredit wkwkwkkkk

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/