#BIBalkan #BISarajevo

Hello, kali ini sy share tentang trip sy ke Sarajevo, Bosnia&Herzegovina,dlm rangkaian Balkan Trip Nov 2017.
Rute sy : Frankfurt- Ljubljana- Zagreb- Sarajevo- Mostar- Dubrovnik- Kotor- Budva- Skopje- Sofia – Paris.

Dibagian ini sy hanya akan share tentang Sarajevo, kenapa hanya Sarajevo krn klo share seluruhnya akan sangat panjang & Sarajevo meninggalkan kesan yg mendalam buat sy di sepanjang trip ini.

Sy & partner tiba di Sarajevo Bus Station sekitar jam 5 pagi, kita naik bus malam dr Zagreb seharga 198hrk~ 420rb rupiah. Mata masi ngantuk parah, ditambah kondisi gelap gulita bikin kita agak kebingungan pas sampai, krn kondisi bus station nya gelap & tertutup.
Setelah buka contekan, sy pun bergegas mencari mesin atm, karena Sarajevo menggunakan mata uang mark(km).
1 km ~ 8200 rupiah, namun krn mesin atm lokal mengenakan biaya 8km untuk setiap penarikan, maka kurs uang yg sy tarik pun berubah menjadi 8700rupiah/km.

Setelah berhasil tarik atm, kami pun berjalan menuju train station yg berada di samping bus station, tram station terletak tepat di depan train station, tram mulai beroperasi pukul 6 pagi. Dengan bahasa yg terbatas, sy berhasil membeli daily pass (tram&bus) seharga 5,3km dari penjual koran di tram station, ternyata tiket nya jadul bgt, tanggal nya ditulis dgn bolpen. Tram nya pun masi sangat jadul, agak jorok & tidak terawat, serta banyak pengemis.
Kami naik tram no 1 menuju Katredala, dilanjutkan dgn berjalan kaki selama 5 menit menuju Hostel Franz Ferdinand, kami booking private room dgn private shower seharga 50km/malam. Staff hostel sangat helpful, walau belum bisa check in, kami dipersilakan untuk titip koper, menggunakan kamar mandi serta sarapan pagi.

Setelah cuci muka, gosok gigi & sarapan pagi, kamipun mulai explore Sarajevo, dimulai dari rute yg paling jauh yaitu Tunnel of Hope/Tunnel of Life, sebuah terowongan yg menjadi penghubung & penyelamat Sarajevo ketika mendapat serangan dari Serbia.
Selesai dari Tunnel of Life, kami kembali ke tengah kota, berkunjung ke Gazi Husrev Beg Mosque yg merupakan masjid terbesar di Balkan area, berkeliling di bascarsija/ old town, menyusuri jalan disepanjang sungai serta mencicipi makanan lokal Bosnia, 2 makanan yg sempat kami coba zeljanica (3km) seperti roti canai yg diisi keju serta sayuran & cevapi(6km) seperti roti kebab /kofte versi Bosnia.

Menurut sy org Bosnia sangatlah ramah, walaupun terkendala di bahasa, biaya hidup nya cukup murah, serta aman untuk dikunjungi, rasanya 1 hari di Sarajevo tidaklah cukup.
Semoga menginspirasi bagi teman2 yg akan berkunjung ke Sarajevo ๐Ÿ™‚

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/