#BIJapan #BIJepang #BINara #BINardo

Japan Trip Day 7: Nara

(ps: maafkan foto yang mana beberapa ada yang terlalu terang dan beberapa terlalu gelap, hal ini karena foto yang saya upload semuanya langsung dari kamera/SOOC karena saya tidak sempat untuk melakukan edit satu persatu)

Oh iya, untuk cerita sebelumnya yang pernah saya posting bisa teman-teman BI baca di link dibawah ini.
Review Hostel Tokyo – https://goo.gl/6gPa7P
Review Observatory Deck Tokyo – https://goo.gl/fbNdFJ
Day 1 Tokyo – https://goo.gl/M92KAt
Day 2 & Day 3 Tokyo – ttps://goo.gl/vgjaQr
Day 4 Tokyo – https://www.facebook.com/groups/1468005403448997/permalink/1770134913236043/
Day 5 Kyoto – https://www.facebook.com/groups/1468005403448997/permalink/1771735553075979/
Day 6 Kyoto – https://www.facebook.com/groups/1468005403448997/permalink/1772798729636328/

Boleh juga mampir dan meninggalkan jejak di blog saya yang masih sangat hijau, di blog saya baru menuliskan 2 entry yang tentunya lebih panjang daripada postingan yang saya buat disini. Oh iya di blog juga lebih banyak hasil foto yang saya tangkap disepanjang perjalanan saya di Tokyo.
Pre-Japan Trip – https://goo.gl/VRVHWY
Day 1 Tokyo – https://goo.gl/8zp9DP

Selamat siang!
Melanjutkan cerita saya mengenai perjalanan saya ke Negeri Sakura, yang pada post kali ini masuk ke hari ke-7 dan saya habiskan seharian di Nara. Pagi itu, saya keluar hostel yang berlokasi di kawasan sekitar Kiyomizu, Kyoto sangat pagi sekali. Suatu hal yang sangat jarang saya lakukan ketika liburan, bangun pagi. Namun pagi itu sangat berbeda, saya keluar hostel sekitar pukul 7 waktu Kyoto. Selain karena memang agar bisa lebih lama di Nara, kami juga mengejar kereta lokal pagi itu yang akan berangkat dari Kyoto Station pukul 7.40. Karena setelah kereta ini, kereta selanjutnya akan berangkat sekitar pukul 8.20, yang mana menurut kami berdua akan sangat membuang waktu jika kami sampai terlambat/ ketinggalan kereta yg lebih awal.

Dengan biaya 710 yen, kereta yang kami naiki memakan waktu sekitar kurang lebih 1 jam perjalanan. Sepanjang perjalanan, kami disugiuhi pemandangan persawahan khas jepang, serta rumah-rumah yang lebih sederhana dari gambaran saya akan kehidupan di Jepang.

Tujuan kami ke Nara sesungguhnya tidak lain hanya ingin icon kota Nara, yaitu Rusa. Jadi kali ini kami ke tempat yang menjadi pusat bermainya rusa-rusa Nara, yaitu Nara Park/ Todaiji Temple. Bukan karena Nara tidak mempunyai objek wisata lain, Nara memiliki banyak sekali temple dan shrines yang layak dikunjungi, namun kembali lagi kepada refrensi kami berdua ketika mengunjungi Nara, yaitu rusa.

Dari Nara station, kami sudah disuguhkan oleh banyak macam ornamen yang bergambar rusa, mulai dari signage jalanan, palang information centre, gambar di bis, patung-patung budha dengan tanduk rusa yang bertebaran, bahkan toilet yang saya masuki pun bergambar rusa untuk menunjukkan mana bilik untuk laki-laki dan mana untuk perempuan. Di depan Nara station langsung terdapat bus station yang siap membawa pengunjung ke tempat-tempat wisata di Nara, tentunya dengan bis yang bergambar rusa luar dalam. Oh iya, untuk sekali jalan bus di Nara harganya jauh dekat 230yen, namun ada Bus Pass seharga 500yen yang dapat digunakan seharian. Namun karena tujuan kami hari itu hanya menuju Nara Park, jadilah kami tidak membeli pass, mengingat pulang pergi Nara Park – Nara Station hanya 460yen.

Disepanjang jalan menuju Nara Park, saya sudah disambut oleh rusa – rusa yang dengan santainya berjalan di jalan raya. Sampai pada akhirnya ketika turun di Nara Park, lebih banyak lagi rusa yang menanti untuk diajak bermain! Sungguh, ketika saya baca tentang Nara, yang ada di bayangan saya adalah sebuah tempat seperti Ciwidey yang mana kita bisa bermain dengan rusa di areal yg telah ditentukan. Namun, ternyata disini rusa-rusanya benar-benar ada dimana mana, tidak ada areal yang membatasi. Dan rusa disini tidak takut terhadap manusia! Malahan mereka mengejar-ngejar meminta makan.

Jika suatu hari berkesempatan ke Nara Park, coba teman – teman membungkuk ke rusa yang sekiranya sudah dewasa. Beberapa dari mereka mengerti dan akan membungkuk kembali sebagai balasan. Saya mencobanya sendiri dan beberapa rusa memang mengerti, lalu membungkuk kembali kepada saya layaknya budaya di Jepang. Sungguh pengalaman yang luar biasa!

Setelah puas bermain dan lari-larian karena beberapa rusa sangat bringas minta makan, akhirnya kami lelah dan memutuskan kembali ke Stasiun sekaligus mencari makan siang. Disini kami juga sempat berkeliling melihat-lihat kehidupan di Kota Nara. Siang itu sangat dingin, meskipun matahari terik sekali.

Setelah berkeliling, kami memutuskan kembali ke stasiun dan langsung menuju Osaka. Nara – Osaka memakan waktu kurang lebih satu jam juga, sama seperti dari Kyoto. Sesampainya di Osaka, kami langsung menuju hostel kami yang ternyata in the middle of nowhere, alias jauh dari mana-mana. Setelah sedikit beristirahat dan membersihkan diri di hostel, pukul 5 kami berdua menuju Dotonburi. Malam itu, dotonburi penuh sesak oleh turis, tidak hanya mancanegara namun juga banyak turis lokal dari Kota lain. Jika ke Dotonburi, jangan lewatkan mencoba jajanan-jajanan yang ada disini. Saya mencoba Takoyaki seharga 500yen, dan rasanya sangat luar biasa!

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/