#BIJEPANG #visajepang

Dear BIers,

Mau sedikit berbagi cerita mengenai pembuatan VISA jepang Regular menggunakan paspor biasa, bukan e-paspor, dan terutama untuk yang punya status sama kaya saya. Pengangguran, tidah pernah laporan SPT, dan cuma ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap. If I can do it, you can do it.

Sebelumnya mau cerita sedikit. Minggu lalu pernah baca di suatu post group ini yang membahas perjuangannya membuat e-paspor demi mendapatkan visa waiver, karena menurut dia buat visa regular itu sangat sulit, bahkan sampai berpikir lebih baik hangus tiketnya daripada pusing buat visa jepang. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya kasih komen bilang kalau buat visa jepang regular mudah. Oleh TS dijawab sulitnya karena A & B, yang saya pribadi pikir itu adalah info kurang tepat dari teman yang terlalu ketakutan atau dari travel agent yg memang selalu lebay memberikan syarat. Ya mungkin komen saya kurang berkenan, karena TS post itu kemudian menghapus postnya hehehehe. Padahal niat saya meluruskan info, bahwa membuat visa jepang regular tidaklah sulit, dan biar bagi orang lain yang baca tidak perlu merasa takut juga. Apalagi tidak semua orang bisa membuat e paspor dengan mudah, kan bukan berarti harus mengubur niat ke jepang. Kalau visa jepang saja sudah dianggap sulit, bagaimana mau buat visa korea selatan? Schengen? US? Dari mayoritas negara yang mewajibkan visa bagi pemilik paspor indonesia, Jepang termasuk yang paling mudah, persyaratan tidak rumit, tidak perlu bayar di depan, dan persentase gagalnya kecil.

Anyway, keputusan mau buat/ganti dengan e paspor itu hak masing2, tapi saya mau share pengalaman bagi kalian yang masih pakai paspor regular, tidak punya e paspor, dan sulit untuk mengganti paspor biasa dengan e paspor, kendala biaya dan waktu (karena proses buat e paspor itu jujur aja lebih sulit dan buang waktu/uang daripada mengurus visa regular jepang), dan bagi yg merasa tidak mau memaksakan diri ganti e paspor karena paspor regular kalian masih panjang masa berlakunya.

Persyaratan dasar buat visa jepang Regular bisa dibaca disini > http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html lalu pilih opsi “visa kunjungan sementara untuk kunjungan wisata dengan biaya sendiri”

Download persyaratan dokumen > http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_listI.pdf

Tata cara penanganan dokumen > http://www.id.emb-japan.go.jp/Visa-I.pdf

Download formulir permohonan visa > http://www.id.emb-japan.go.jp/application2.pdf

Download form itinerary > http://www.id.emb-japan.go.jp/vish_itnr.doc

Wilayah yurisdiksi pembuatan visa > http://www.id.emb-japan.go.jp/conind.html

Kalau kalian berniat utk liburan, pilih opsi “visa kunjungan sementara untuk kunjungan wisata dengan biaya sendiri”. Kenapa yang ini? Kalau saya punya saudara/teman disana knp gak pakai opsi “kunjungan teman”? Well… selama niatan kalian itu untuk berlibur, bukan sekolah dan bukan kerja, meskipun punya teman/saudara yg bisa jadi pihak pengundang, lebih efektif menggunakan opsi wisata biaya sendiri, karena persyaratan lebih mudah, dan lebih mudah disetujui juga sama pihak kedutaan. Untuk masuk ke suatu negara paling mudah adalah sebagai turis, jadi kalau sudah ada cara mudah, kenapa harus dipersulit? Kalau kalian punya tujuan lain selain liburan, tetap sesuaikan visa nya ya… jangan menyalahgunakan visa yang sudah kalian dapat.

Langkah-langkah :
1. Setelah persyaratan dibaca, dokumen dilengkapi dan susun sesuai urutan, bawa ke kedutaan jepang sesuai yurisdiksi kalian. Pintu masuk gedung dibuka sekitar jam 8.50. Kita tinggalkan KTP kita di loket penjaga, ditukar dengan kartu nomer.
2. Untuk kedutaan jepang di jakarta, loket apply visa dibuka jam 9 pagi – 12 siang. Tidak perlu datang terlalu pagi untuk antri, karena meskipun terlihat rame dan antrian panjang, kerja petugasnya sangatlah gesit. Terakhir saya kesana datang sekitar jam 8.30, dapat nomer 84, jam 9 tepat loket dibuka, dan dilayani sekitar jam 10.30 pagi, jam 10.45 saya sudah menuju pulang lagi.
3. Ambil nomer antrian di mesin tiket A. Jangan sampai nomer antrian kalian terlewat, karena kalau terlewat,harus ambil nomer baru dan antri ulang. Tidak bisa request motong antrian, meskipun cuma kelewat 1 nomer saja. Petugas disana sangat tertib. Kemarin saya melihat 1 bapak2 yg kelewatan nomer antrian 1 saja, dan dia sampai berusaha langsung datang ke loket minta pengertian, namun tetap ditolak. Kasihan juga jadinya.
4. Susun dokumen yang sudah sesuai urutannya, serahkan ke petugas dalam map tertutup.
5. Boleh apply sekaligus untuk beberapa orang dalam 1 rombongan, meskipun bukan keluarga. Pastikan di setiap foto masing2 bagian belakangan tulis nama pemohon, biar tidak terjadi kasus foto tertukar. Minggu lalu saya baca di Group ada yang share foto anaknya tertukar, dan itu harus apply ulang.
Info tambahan dari mbak Deasy > “utk apply sekaligus bbrp org dlm 1 rombongan ternyata hrs 1 keluarga atau teman sekantor atau teman kuliah di univ yg sama..minggu lalu sy coba apply sekaligus serombongan ditolak krn tdk termasuk dlm persyaratan di atas..jd tetap anggota rombongan ikut hadir”
6. Setelah dokumen diterima, petugas akan memberikan slip/resi untuk pengambilan paspor setelah visa jadi. Pastikan kita dengar saat petugas memberikan info kapan bisa diambil. Beberapa kali baca pengalaman orang, waktunya tidak selalu sama. Ada yang dapat info 2 hari kerja sudah bisa diambil, ada juga yang 4 hari kerja.
7. Untuk slip resi, waktu saya buat visa 2 tahun lalu slip tersebut di isi oleh petugas di loket, tapi untuk yang desember kemarin, slip resi diberikan petugas lain saat kita ambil nomer antrian dan kita mengisi sendiri slip resi tersebut. Jadi perhatikan saja dulu bagaimana kondisi lapangan.
8. Datang kembali ke kedutaan untuk mengambil paspor sambil bawa resi, dimulai jam 1 siang. Jadi tidak bisa diambil pagi ya. Pengambilan boleh diwakilkan orang lain Tanpa perlu surat kuasa asal bawa resinya.
9. Pastikan foto dan detail visa sudah sesuai. Bayar langsung di loket pengambilan, 330.000 untuk single entry. Kalau visa ditolak tidak perlu bayar sepeserpun.
10. Selamat jalan2!

Tips :
1. Jumlah uang di rekening meskipun tidak tercantum resmi di Website kedutaan, disepakati berdasarkan pengalaman adalah sebesar 1 juta – 1,5 juta/orang dikalikan jumlah hari selama di jepang. Jadi kalau ada yang bilang harus minimal 50 juta/orang padahal cuma pergi 7 hari itu kurang tepat. Biasanya yang minta persyaratan itu adalah travel agent, utk mengurangi resiko gagal. Semakin banyak uang di rekening, semakin kita dianggap orang mampu, semakin kecil resiko bakal jadi pekerja ilegal disana,begitu logikanya.
2. Rekening koran yang diminta adalah untuk 3 bulan terakhir, dan banyak yang beranggapan bahwa harus ada uang mengendap. Tapi berdasarkan pengalaman banyak orang, kalaupun tidak ada mengendap banyak, kalau rekening tersebut terlihat aktif, seperti ada gaji bulanan konstan yang masuk, meskipun pada saat apply uang yang ada kurang, tetap bisa diterima visanya.
3. Bagi pengangguran atau ibu rumah tangga seperti saya, banyak yang takut gagal karena tidak punya surat keterangan bekerja/slip gaji. Padahal untuk prmohonan wisata biaya sendiri, bukti surat keterangan kerja tidak diminta loh. Biasanya disiapkan sebagai bukti tambahan agar lebih kuat. Dulu banyak yg kasih saran buat keterangan kerja palsu saja, tapi itu a big NO. Jangan berbohong. Bagi pengangguran/IRT, buat surat pernyataan dengan materai yang dibuat oleh suami/orangtua, yang isinya adalah pernyataan bahwa kita akan kembali lagi ke indonesia setelah liburan, dan tidak akan mencari pekerjaan disana.
4. Jangan gunakan booking ticket PP dummy. Kalau mau pakai dummy lakukan dengan resiko masing2 ya. Untuk Booking akomodasi sebenarnya tidak menjadi syarat dokumen, jadi terserah saja. Mau gunakan asli silahkan, mau coba dummy juga silahkan. Kebetulan kalau saya selalu pakai yg asli.
5. Bagi yang ingin menggunakan rekening orang tua/pasangan sebagai dokumen permohonan, sertakan juga fotokopi KK atau surat nikah. Tambahkan juga dalam surat pernyataan di atas, bahwa biaya selama disana akan ditanggung oleh pemilik rekening (bukan pemohon visa).

Visa sudah di tangan, sudah sampai jepang, bukan berarti bisa sembarangan.
1. Jaga sopan santun, jangan berisik, jangan foto2 di area imigrasi, siapkan dokumen perjalanan dan pegang sendiri2, jangan dititipkan ke 1 orang saja. Kalau kena random check, tunjukkan semua dokumen, jangan panik, jangan gugup.
2. Bawa uang tunai yang cukup, karena jepang meskipun sudah sangat modern, mereka lebih prefer everything by cash. Jadi bawa jumlah yang wajar sesuai jumlah hari kalian disana. Bisa mengacu pada jumlah uang seperti persyaratan waktu apply visa.
3. Buat itinerary yang wajar dan sesuai musimnya. Tidak perlu terlalu detail gak pa2, tapi logis, kalau bisa hafalkan atau setidaknya terlihat paham mau kemana saja. Jangan tulis bilang mau liat sakura tapi kalian datang di bulan september. Sudah ada kasus yang kena deportasi karena menuliskan tujuan wisata yang tidak sesuai musimnya.
4. Bagi pemegang visa waiver, meskipun sebenarnya kedudukan visa Regular dan waiver sama kuat, resiko kena random check akan lebih besar. Ini karena bagi pemegang waiver, pihak imigrasi tidak memiliki data apapun tentang kalian, jadi sangat wajar kalau mereka ingin tau lebih. Makanya itu dokumen lengkap WAJIB kalian siapkan.
5. Berdasarkan share cerita banyak orang di group ini, kelompok terbesar yang beresiko tinggi kena random check adalah pemegang visa waiver, laki2 usia produktif (meskipun sudah punya istri anak sekalipun), pergi sendiri atau rombongan dengan ciri yg sama, tidak bisa menunjukkan dokumen yang lengkap, terlihat gugup, tidak bawa cash yang cukup, itinerary tidak wajar. Random check ya, bukan deportasi. Keputusan deportasi atau tidak itu dari hasil random check, bukan karena visa waivernya. Pernah ada kasus juga yang kena deportasi karena dia pergi sendiri, ditanya kenapa anak dan istri ditinggal kalau niatnya liburan. Yup.. orang yang sama dengan yg buat Itinerary mau liat bunga di musim yang salah.
6. Saya pernah ketemu member Group yg lumayan keras kepala. Dia bilang, buat apa repot2 siapin dokumen tambahan, kan gak ada dalam syarat utama. Waktu dikasih saran berpakaian rapi dan jgn berisik saat di imigrasi jepang juga dia jawab, apa urusan mereka ngatur baju gue, gak ada kan peraturan tertulis harus pakai apa. Kalau gak dapat visa yaudah, kalau gak lolos imigrasi yaudah, gitu kok repot. Cuma bisa ketawa aja akhirnya, each to their own. Kalau merasa tidak rugi apapun dgn bersikap seperti itu ya silahkan, tapi jangan mengajak orang lain utk ikutan seperti itu. Tidak ada salahnya untuk kita berusaha lebih, dan tentu tidak ada salahnya juga menjaga manner.

Ya sekian share saya, semoga bermanfaat. Saya share ini berdasarkan pengalaman pribadi, dari 3x ke jepang, dimana 2x saya urus visa sendiri tanpa bantuan travel. Saya bukan yang paling ahli, mungkin cuma bisa jawab sekedarnya, tapi juga bukan asal comot dari google kok hehehe. Jangan takut lagi kalau mau buat visa jepang bagi pemilik paspor regular. Tidak perlu memaksakan diri, apalagi kalau proses buat e paspor lebih merepotkan dan mahal daripada mengurus visanya. Kalau memang kebetulan paspor sudah mau expired atau berniat berulang kali ke jepang dalam waktu 3 tahun, ya saya anjurkan bikin e paspor aja, tapi kalau expired masih lama, ya gunakan paspor biasa aja dulu. Keuntungan e paspor untuk sekarang ini hanya baru kemudahan visa waiver jepang. Tapi dalam kekuatannya, paspor biasa dan e paspor masih memiliki fungsi dan kekuatan hukum yang sama.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/