#BISRILANKA #BIPASPOR #BITIPS #BIINFO

Travel saat Paspor sisa 5 bulan?

Di saat ada ajakan teman untuk ke Maldives, saya cari tahu dulu tentang Maldives. Walau indah, tapi Maldives hanyalah resort2 saja. Kota yang bisa di eksplor hanyalah Male, itupun tidak terlalu menarik untuk saya. Plus budget yg harus dikeluarkan saat itu lumayan besar. Saya bilang tidak tertarik.
Jadi saya berikan pilihan negara yg saya ingin kunjungi dan tidak jauh dari Maldives. Teman saya pun setuju.

Sebenarnya ini trip yang sudah agak lama tapi siapa tahu bisa jadi ide untuk semua yang mau traveling.

Sri Lanka, negara yang pada masa koloni Inggris di panggil Ceylon adalah pecahan dari British East India Company, dengan mayoritas penduduk beragama Buddha. Negara ini pun mengalami perang saudara sejak 1985 dan berakhir pada 2009. 100,000 orang terbunuh saat konflik dengan pemberontak Tamil Tiger ( Macan Tamil).
Ketika saya berada ke Sri Lanka, serang-serangan dari Macan Tamil ini masih berlangsung. Penjagaan ketat di setiap kota dan pemeriksaan kendaraan di titik titik tertentu oleh militer.
Plus, saya mengunjungi negara yang baru dilanda tsunami besar ( yg menimpa Aceh) 11 bulan sebelumnya.

Satu lagi, saya masuk ke Sri Lanka dengan paspor yang masa berlakunya tinggal 5 bulan.

Rincian: ( 4-9 November 2005)

JKT-SIN-JKT : $90/ Garuda
SIN-COLOMBO-SIN : $280/ SQ
Hotel : $20-$35/ malam ( $90/ 5 malam untuk hotel bintang 3, setelah dibagi 2 dengan teman saya. Hotel bintang 3 sudah sangat mewah dengan harga itu)
Transportasi antar kota : Kereta , kelas 2. Sekitar 700 LKR atau Rp.60.000/ one way. Atau Bus Luxury ( dengan tulisan jurusan berwarna hijau). AC dan nyaman. 300 LKR atau Rp. 25.000/ one way.
Makan dan oleh2: $120 selama 6 hari.

Itinerary:

2-4 Nov : Singapura
4 Nov : Bandaranaike Airport. Tiba di airport siang hari. Langsung menuju Negombo. Kota yang sepi di pinggir laut. Santai di kota pesisir laut.
5 Nov. : Dambulla. Kuil Buddha di dalam goa.
Setelah itu menuju Sigiriya. Istana di atas awan. Letaknya di atas batu setinggi 200 meter. Lalu menuju Polonnaruwa, kota tua kedua dari kerajaan Sri Lanka.
6 Nov. : Pinnewala. Elephant Orphanage. Disini mengunjungi puluhan gajah yg di lindungi. Lalu ke Kandy, kota pusat budaya Sri Lanka.
7 Nov. : Wadduwa. Kota pesisir pantai. Disini saya bisa melihat rumah rumah yang hancur di terpa tsunami. Bahkan masih ada bangkai gerbong kereta api yg terbalik dan berserakan. Bayangkan bagaimana penumpang di dalam ketika tsunami menerjang tanpa peringatan.
8 Nov. : Colombo. Ibukota Sri Lanka.
9 Nov. : Kembali ke Singapura sore hari.

*Update: Sejak Macan Tamil pemimpinnya tewas pada pertarungan terakhir. Maka Macan Tamil hilang dan tidak aktif. Perang saudara berakhir.

Info : Makanan Sri Lanka masih ada pengaruh dari India tetapi sebenarnya berbeda. Pengaruh Belanda juga kuat di makanan Sri Lanka. Bahkan sebenarnya makanannya mengingatkan saya kepada makanan Indonesia terutama Jawa. Ada pedas dan ada yg manis. Lamprais adalah satu makanan yg benar2 seperti makan nasi gudeg campur nasi padang. Dibungkus dengan daun pisang. Kemudian ada juga kue Puttu, sama dengan putu dan Hoppers, yg seperti kue ape.

Visa : visa on arrival.

Instagram: irfanprawira28

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/