#BIthailand #BIbangkok #BIpattaya #BIChiangMai #BIChiangRay #BIHatyai #BIKrabi #BIPhuket

Dari beberapa negara di Asia dan ASEAN yg telah sy kunjungi, saya paling suka dan berkesan di negara THAILAND. Thanks untuk kawan2 di Backpacker Internasional, yg sdh jawab pertanyaan saya ttg kendaraan di Hatyai, penggunaan ATM dan CC di Thailand, rekomendasi hotel dekat Pratunam, dan lain2. It assisted me soooo much πŸ‘πŸ‘

This post just my opinion, please don’t think that I hate Indonesian tourism. Alhamdulillah, Saya sdh diberi kesempatan utk menjelajah berbagai provinsi di Indonesia, dan kini saatnya saya menengok “ke luar” supaya bisa dapat referensi untuk negara Indonesia suatu hari nanti, khususnya di Papua, my workplace nowadays 😊😊

Kenapa sy suka dengan negara yg satu ini?
Pertama, kursnya nggak jelek2 amat. Paling hanya seputar Rp. 350 – 400 / 1 baht. Daripada Singapur, dimana waktu sy pelatihan tahun 2015 (sekalian jalan2) selama sebulan, kursnya kena Rp. 10.150, sementara Malay kena Rp. 3.030, Hong Kong kena Rp. 1.750/ 1 dollar Hongkong, dan Dubai dapat Rp. 3.760/ 1 AED. Belom lagi biaya di sana yg mehong banget…
filipina dan India sih masih lebih murah, kira2 kena Rp. 250-an/1 peso waktu itu dan Rp. 200/ 1 rupee. Tapi di mata saya, Thailand masih lebih menarik drpd India dan Filipin. haha.

Kedua, kulinernya juara! I love Thai Food (setelah Indonesian food ya, karena makanan di Thailand banyak yg nggak boleh saya makan) πŸ‘πŸ›πŸ΅πŸΉ demi apapun, seafood dan rempahnya memabukkan. Sepanjang saja di Thailand, nggak ada makanan yg nggak enak πŸ˜‚πŸ˜‚ mulai dr makanan resto sampe makanan pinggir jalan, mulai dr makanan snack2an sampe makanan berat.

Ketiga, budayanya Thailand masih kerasa banget. Jadi ketika di Thailand, saya “berasa” banget sedang ada di LN ketimbang di Malaysia.

***
-Di Hatyai, saya bertemu dengan supir tuk tuk yg super baik hati, mau mengantarkan saya selama 2 hari di Hatyai dg harga murmer. Sayang gak save nomornya. Cuma tahu namanya : Pak Abdullah.
-Di Bangkok, saya merasakan hawa2 metropolitan. This is the best place for shopping. Pratunam, Chatuchak, Kompleksnya Wat Arun…those are cheaper and better than shopping place in Malay and SG. Nggak branded sih, tapi busana dan pernak pernik di Thailand unik dan up to date. Saya sih nggak kejar branded, yg penting punya something dari Thailand gitu deh πŸ˜‚πŸ˜‚
-Di Pattaya, tempat saya menemukan dan nggak sengaja nonton Tiffany Show *ups*. Bagi sy, Pattaya ini sebelas dua belas dengan Bali. Place for relax and entertain yourself by those “ways” 🍾🍾
-Di kawasan Krabi (Phuket, koh Tau, Koh Nanguan) saya menemukan tempat diving yg indah (tapi…saya sih masih lebih suka Raja Ampat. hahaha) dan yang paling saya suka adalah melihat elephant sanctuary secara LIVE 🐘🐘. Oh well… Have u seen the sanctuary in Indonesia? honestly, I saw it in Way Kambas too. tapi sambil lihat mix and match antara budaya Thailand dan gajah, that is impressive things 😝😝
-Di Ayutthaya, you’ll learn maaaany things about Buddhist and the history of it. Banyak banget tempat dan pernak-pernik ibadahnya agama Buddha di sini, start from temple, nunnery, until many shapes of statue.
-Di Chiang Rai dan Chiang Mai, banyak juga patung2 buddha dan candi di sana. Tapi, tempat ini dekat banget dengan Myanmar. Kita bisa masuk Myanmar lewat jalan darat hanya dengan cap paspor karena bebas visa!

Katanya ada tempat keren lagi yang namanya Hua Hin. saya belom pernah datang ke Hua Hin, tapi katanya tempat ini mirip dengan Santorini di Yunani.

-Transportasi
Selama keliling Thailand, saya pernah menggunakan pesawat Thai Lion Air (Chiang Rai-Don Mueang), ferry (Suratthani-Koh Phangan), bus, kereta dalam kota, kereta ke luar kota (Ayutthaya-Chianf Mai), shongtheaw, tuk tuk, dan van (Bangkok-Ayyuthaya). Cuma sekadar pengen rasa aja, gimana sih kendaraan di Thailand. Yah, paling tidak kendaraan di Thailand nggak canggih2 amat kayak MRT di Singapur, tp busnya nggak jelek2 amat kayak old-Kopaja.
Lalu lintas di Bangkok pun sebelas dua belas kayak di Jakarta. Masih ada aja yg suka nyelonong lampu merah, atau balap2 gak jelas.
Kendaraan nyaman, tapi kondisi jalanan belum nyaman πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…

-Akomodasi
Well… selama saya keliling Thailand, Alhamdulillah dapat hotel yg nggak mengecewakan. Bayar 200-300rb semalam, saya sdh dapat kamar nyaman (AC, kamar mandi di dalam, ada air hangatnya) dan strategis. Apalagi, di Hat Yai, saya berhasil dpt yg harganya Rp. 155rb/malam dg fasilitas yg sama. Tapi resikonya, saya harus kuat menuju lantai 4 sambil gendong carrier tanpa lift πŸ˜‚
Pernah sih nginep 1 malam di hostel sistem Female Dorm di Khao San Road. Tapi yg travelling bareng sy nggak “betah” dg penginapan kayak gitu. Jadi kita pindah ke Pratunam πŸ˜‚πŸ˜‚ padahal udh pilih yg murah, menyediakan korden utk 1 tempat tidur, dan kamar mandi di dalam, tp dia tetap minta pindah.

-komunikasi
Saya menggunakan simcard AIS. Lupa bayar berapa, pokoknya menolong banget simcard yg satu ini.

Coba buka situs2 ini : booking(dot)com , backpackersthailand.com, hotels.com, 12go(dot)asia, dan lain2. Serius, saya banyak ditolong oleh situs2 itu dan teman2 di Backpacker International! πŸ˜˜πŸ’‹πŸ’‹

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/