#BITIPS #BIMOROCCO #BIINFO #BIMAROKO #BIAFRIKAUTARA

+Saya mulai berkelana melihat dunia saat saya berumur 17 tahun. Negara pertama yang saya kunjungi adalah “tentu saja” Singapura. Setelah perjalanan itu, saya mulai mengunjungi negara lain, satu demi satu, sekali setahun. Hingga saat ini saya telah mengunjungi 31 Negara. Semua dengan biaya “on budget”. dan benar-benar “local way”.+

Afrika Utara? Kenapa tidak? Jangan takut travel ke negara-negara yg tidak pernah terpikirkan. 😊

Ketika travel, saya selalu mencari negara yang tidak terlalu popular untuk dikunjungi. Saya pun selalu travel di shoulder season. Tapi di tengah tahun 2015, saya iseng2 browsing tiket dan melihat tempat tujuan yg sejak dulu selalu menjadi target saya. Cek tiket…terjangkau!
Saya menghubungi teman saya di Jakarta. Tak ada yg mau ikutan. Saya menghubungi teman di luar negri. Akhirnya hanya satu teman di NY, yang setuju untuk ikutan. Akhirnya kita berjanji untuk bertemu di tempat tujuan. Maka saya pun mem-booking tiket. Maroko dan Tunisia. Tapi di sini saya akan membahas Maroko saja. Tunisia di post yg berikutnya.

Rincian:
-JKT-KL by KLM (PP $70)
KL-Casablanca & Barcelona- KL by Qatar (PP $780)
-Air BnB selama 13 malam di Maroko $180/ orang, setelah dibagi dua dengan teman saya.
-Biaya Makan $250/ orang selama 15 hari (termasuk oleh2)

*Visa Maroko tidak diperlukan untuk Paspor Indonesia, dapat ijin tinggal selama 90 hari.

Itinerary Maroko (19 Desember – 30 Desember 2015) :

19 Des : JKT-KL. KL- Casablanca ( hari yg sama dan transit di Qatar selama 2 jam. Perjalanan total 19 jam KL-Casablanca)
20 Des : Casablanca – Fes
21 Des : Fes
22 Des : Chefchaouen one day trip $40/ orang.
23 Des : Fes
24 Des :Fes- Merzouga – West Sahara $180/orang ( menginap di desa Berber. Harga termasuk transportasi dari Fes, satu malam di Berber di tengah gurun Sahara, satu malam di Quarzazate dan drop di Marrakesh)
25 Des : Rissani-Quarzazate
26 Des : Marrakesh
27 Des : Essouira one day trip $15/ orang. (Hanya biaya antar jemput saja. )
28 Des : Marrakesh – Casablanca (tiba di Casablanca sore hari. Casablanca adalah kota modern. Banyak wanita yg berpakaian modern tanpa hijab. Ada toko- toko yg menjual alkohol juga. Banyak makanan international. Tetapi hati hati karena sopir taxi seenaknya saja kasih harga dan nge drop penumpang di bukan tempat tujuan. Saya kena sekali. Naik kendaraan umum saja lebih baik. Di malam ini tubuh saya mulai tidak enak. Keringat dingin dan cape. Mungkin karena cuaca yg dingin di malam hari dan panas di siang hari. Juga kebanyakan makan kambing. Malam itu saat tidur saya demam tinggi)
29 Des : Casablanca ( saya masih tidak enak badan. Berjalan dengan tubuh 50%. Tujuan utama adalah masjid King Muhhamad V. Hanya bertahan 1 jam keluar hotel. Saya tertdur di starbuck 2 jam dan setelah makan siang, saya putuskan ke Air BnB. Tidur dan istirahat. Saya sukses sakit)
30 Des : Casablanca ( malam ini terbang keTunis. Untung badan sudah enakan. Tapi tetap memutuskan istirahat di kamar). Tengah malam terbang ke Tunis.

Total biaya di Maroko ( termasuk semuanya
$ 1,515 atau sekitar Rp. 20,150,000)

Tips: Bila mengunjungi Maroko, lebih baik kunjungi Marrakesh dulu baru terakhir ke Fes. Why? Fes adalah kota pertama saya. Medina nya tua dan bagus. Seperti yg ada di cerita2 Alladin atau Alibaba. Saking indahnya ketika ke Marrakesh, medina nya kebanting. Jadi lebih baik rutenya dibalik. Jadi ketika ke Fes akan menjadi lebih spektakuler rasanya.

INFO: Saya non muslim tapi karena nama saya Irfan serta dari Indonesia, saya di anggap brother oleh orang Maroko. Di Maroko, masuk masjid tidak boleh bagi non muslim kecuali di masjid yg di tujukan pada turis dan dikenakan biaya. Di Fes banyak sekali masjid dan madrasah tua. Karena nama dan negara saya. Saya pun diijinkan masuk untuk melihat. 😁
“Assalam Mualaikum”. dan “Mualaikumsalam” adalah kata-kata untuk memulai percakapan dengan orang-orang Maroko yang ramah.

Satu lagi, bahasa Arab yg mereka gunakan ternyata berbeda dengan bahasa Arab dari jazirah Arab. Mereka bahkan tidak mau di relasikan dengan orang-orang Arab, karena mereka bangga dengan etnis mereka sendiri. Jadi hati-hati bila berbicara dengan orang Moroko ketika menyangkut etnis dan budaya mereka.

Instagram : irfanprawira28

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/