#BIvisaswedia
Semua berawal dari berkesannya menikmati winter di Belanda dan sekitarnya tahun 2016. Muncul ide gaya-gayaan ‘menaklukkan’ winter di skandinavia yang terkenal freezing. Kali ini mengajak anak anak usia SD yang belum pernah ke eropa. Kami memilih berangkat bulan Februari dengan asumsi bahwa di bulan Februari, cuaca akan lebih hangat karena mendekati musim semi. Ternyata setelah telusur lebih jauh, data dan fakta mengatakan sebaliknya (lihat gambar di bawah). Bulan Januari dan Februari memiliki suhu paling rendah dan cuaca paling buruk dalam setahun. Di siang hari pun minus. Galaulah hati, terbayang uang, energi, dan tiket pesawat untuk ngurus visa, yang terbuang percuma. Bagaimana kalo anak2 tidak bisa beradaptasi dengan suhu minus? Bagaimana kalo kami tdk bisa jalan (pake bis/kereta/boat) karena salju menumpuk? Searching barangkali kopenhagen, helsinki, dan oslo cuacanya lebih baik, ternyata sama aja.

Setelah dipertimbangkan masak2, urunglah berangkat padahal visa sudah siap. Saya ikhlaskan semuanya, namun saya tidak menyerah (cieee ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ), februari saya akan apply visa ke negeri Frozen lagi untuk keberangkatan April 18. There comes an ease after difficulty.

Saya sharing ini supaya teman teman tidak mengalami hal seperti saya yang teledor tidak ngecek ramalan cuaca sebelum menentukan tanggal keberangkatan. Saya tdk bisa nekad, karena bawa anak anak.

Satu lagi, ternyata Swedia sangat pelit kasih visa turis. Hanya sesuai dengan itin ditambah 15 hari setelah tanggal terakhir di Swedia. Itin saya tgl 29 jan -7 feb 2018. Dapetnya 30 jan sampai 22 feb 2018. Next application, itin mau saya panjangin, biar dapat lebih lama.
Semoga bermanfaat

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/