Carpet #bdhongkong #bdmacau #bdshenzhen ini saya persembahkan sbg rasa terima kasih untuk teman2 BD Yan udh kasi bgitu banyak info:

“4D3N hongkong-macau-shenzhen-hongkong”

Selasa, 10/01/17:
capcuss CGK- HK via changi by Tigerair jam 20.00. sampai jam 11 malam puas2in ngider terminal 1-3 walopun most of the shop tutup jam 12-1.. jam 2 kami bergegas kembali ke terminal 2 krn jam 2.30-4.30 skytrain antar terminal diistirahatkan. Lalu kami mencoba berbagai fasilitas di Changi spt butterfly garden, free movie Dan tempat istirahat resmi (kursi untuk tidur selonjor) di antara gate E5-E11.

Rabu, 11/01/17:
Jam 6 pswt berangkat dan tiba di HK 4 jam kemudian. Berbekal buku Hongkong step by step (by insight guides), rooter wi2fly, hasil download aplikasi (klook, movit, MTR mobile, MacauEasyGo, VPN, offline Google translator bhs cina) dan tentu saja semua print just incase wifi Gatot (map MTR-metro map HK-macau-SZ, schedule ferry, reservasi semua hotel dan tiket) begitu kelar dari imigrasi, beli kartu octopus 150 HKD buat byr transportasi, makan dl dll segera kami mencari bus S1 ke Tung Chung di luar bandara.

Pertama kali nya liat kanan kiri bandara ada gunung kanan kiri rasanya adeem bgt..

Perjalanan sekitar 40 menit, lalu begitu sampai langsung ke basement 2 mall citigate di sebelah terminal Tung Chung untuk titip tas (10HKD/ jam) then kami Naik bus lg no.23 ke Ngong Ping Selama 30 menit. Kereta gantung Dr tung Chung ke Ngong ping sdg dlm maintenance s/d 2018 katanya.. jd batal deh liat HK Dr ketinggian..

Sesampainya di Ngong Ping, kami mulai menjelajah mulai Dr gerbang nya yg megah, naik tangga menuju Giant Budha, bayar 45 HKD untuk masuk ke museum di dalam Giant Budha, masuk ke biara Po Lin Dan dapat kupon makan gratis ala vegetarian dari biara… Dasar laper mata, udh dapet gratisan masih beli kue2nya.. tapi enyaaaakkk…. well singkat cerita, bagus di sini untuk foto2 sayang langit mendung tapi karena waktu yang terbatas dan kami sudah janji untuk ambil tiket Klook jam 17.00 di stasiun central untuk ke the peak, batal lah kami lihat wisdom of the path Dan ke desa Tai-O (rumah bagi Shaolin Wushu)

Balik lagi ke tung Chung dengan bus yg bernomer sama, ambil tas di citygate n bayar excess wktu sewa poker dgn octopus Dan bergegas ke stasiun tung Chung untuk naik MRT (biaya akan terpotong dgn just tap octopus di pintu besi putar unt masuk dan keluar) n cari arah train menuju stasiun Hongkong (tung Chung line-orange).. sebenernya klo ga buru2 bs turun di sunny bay untuk lanjut MTR ke Disneyland. Tp again waktu dan kami merasa ketuaan, dah lah skip ke Disneyland.. sesampainya di stasiun Hongkong kami segera cari petunjuk exit pindah ke arah stasiun central.

Intermezo :
-Biasakan cek dengan aplikasi MTR n movit untuk tahu berapa lama perjalanan antar stasiun or lokasi untuk perhitungan waktu yg akurat apalagi klo udah ada janji spt kami.
-Trus jangan malas tengok kiri kanan BACA petunjuk arah n browsing dulu jd ga bingung mesti kemana. Jalan di Hongkong jauh lebih mudah dibanding jalan di Jakarta, smua arah jelas.. Thx God semua moda di sana tepat waktu, bahkan klo diberi tahu berapa lama next train or bus, Dan tepat!
-berdiri di escalator sebelah kanan, khalik dengan di Singapura
-Masuk HK cuma dikasi print kayak struk, ga dicap di paspor, jd jgn sampe kebuang kertas yg kayak struk itu sebagai bukti kita masuk Hongkong

Jam 5 sore persis kami bertemu pegawai klook menukar voucher yg SDH dibeli online (400rb untuk naik tram, masuk madam Tussaud, trick 3d museum Dan ke puncak gedung sky terrace 428) dan memulai perjalanan ke the peak..

Perjalanan dimulai dengan jalan kaki agak menanjak menuju kaki bukit dimana the peak terminus berada, lalu naek tram menanjak, seperti ke bukit bendera Penang, tapi kondisi kereta nya jauh lbh modern n terawat di Penang… believe me, Mendingan beli tiket online antriannya bikin mulessss… Krn sky terrace masih buka sampai jam 11 malam kami ke madam Tussaud dl, baru kemudian naik.. td nya ngeremehin lah HK ga dingin2 bgt, percuma dong bawa jaket 2, sarung tangan, syal.. ternyata, salah teman2, itu jaket rangkap 2, sarung tangan, legging rangkap 2,topi kupluk, syal, tembus!!! Tapi worthed sih pemandangannya, sayang ga bs lama2..Menjelang jam 9 kami turun, makan mie di the peak galeria, enak. Turunnya (dengan team jg) ternyata antriannya juga mengular akhirnya kami baru bs mencapai stasiun central , MTR terakhir jam 11.30, segera cari arah train ke Tsim Sha Tsui (Tsuen Wan Line – merah) untuk cari hotel di sekitar chungking mansion then beristirahat.

Kamis, 12/01/17:
Jam 8 pagi kami sudah cek out Dr hotel. Masuk melalui stasiun Tsim Sha Tsui lalu cari exit ke stasiun East Tsim Sha Tsui, ambil train ke arah Lo Wu (East rail line-biru) Ganti kereta di Fo Tan, inget ya ambil kereta yg ke Lo Wu bukan ke Lok Ma Chau.
Sesampainya di Lo Wu Kita diperiksa dl sebelum keluar ke perbatasan. Trus jalan kaki nyebrangin sungai via jembatan yg dipagari duri.. sampai di Louhu (area Shenzhen) kita masuk ke gedung imigrasi naik ke lantai 2, urus dulu VOA yg berlaku 5 hari tp untuk single entry (168RMB, harus pake RMB ya ga bs bayar pake HKD, jd siapin dl Dr indo). Trus baru ke imigrasi, isi kartu arrival Dan departure (jgn smp ilang ya), dicap mulailah perjalanan di Shenzhen.
Dan yang ditakutkan terjadi, mati deh, internet and Google di band di Cina daratan.. padahal udah diingatkan untuk install VPN tp ga tau apa yg diinstal salah jd wi2fly jd ga berguna. Cuma ngandelin free WiFi di restoran, n tempat wisata.. itu pun cuma bs buat WA dan kadang2 Facebook. Syukurlah sy sempat print shenzhen metro system map Dan menandai lokasi stasiun Window of the World, Splendid China, Dan hotel karena google map ga bs berfungsi. Dan jgn harap di sini ada org yg bs bahasa Inggris ya.. oiya di SZ sebenarnya ada kartu sakti untuk transportasi namanya Shenzhen tong card. Tapi untuk refund Dan ngisinya agak susah jd kami pakai uang n koin biasa untuk

Setelah makan, perjalanan dimulai dr stasiun metro Louhu (jalur hijau) turun di OCT (overseas Chinese town) untuk ke Splendid China dan Chinese folk culture village. Biaya masuk 180RMB. Dan kami menyewa motor listrik karena kaki udah gempor tapi..hehehehe.. muahal bo, sejam 60RMB, diluar dugaan karena kami terpesona di Splendid China kami sampai harus mengeluarkan uang 350rb-an per org hanya untuk bayar sewa nya yg kelamaan.. tapi ya sudah lah, hanya sayangnya saking terpesonanya keliling Splendid China, sampai2 kami melewatkan beberapa pertunjukan perang berkuda (jam 2&4 sore) dan oriental dress show di China theatre (jam 5 sore). Setelah mulai magrib banyak counter di Chinese folk yg tutup, sayang sekali padahal katanya tutup jam 9 malam.. tapi kami mendapatkan beberapa spot yg justru lebih indah difoto malam hari. Eh menjelang jam 7.15 malam kami pas dekat Phoenix square dimana ada pertunjukan grand evening party.. agak telat tp ga papa lah Ki nekad masuk.. ternyata luar biasa, HARUS nonton bagus banget! Terpesona dengan tata panggung dan keindahan kostumnya. Klo memungkinkan bawalah alat perekam.
Selesai pertunjukan kami segera naik metro balik lagi ke arah Lao Jie (jalur hijau juga) untuk lihat Dongmen street, tempat belanja.. tapi trus malas sendiri Krn ga tau apa yang mau dibeli. Langsung naik metro turun di shui wan (jalur hijau, turun di stasiun Window of the world (rencana ke Window of the world harus dihapus Krn waktu yang tidak ada) lalu exchange ke jalur kuning yg ke arah shekou port). Sempet deg2an gimana cari hotel nya klo ga ada google map walopun berbekal print konfirmasi dan alamat hotel dlm bahasa cina. Syukurlah ternyata lokasi hotelnya dekat bgt dgn stasiun. Ada yang lucu, di sini lah offline google translator berfungsi, jd komunikasi dengan receptionis hotel, nanya jalan semua dilakukan dengan mengetik dl di HP lalu ditunjukkan ke mereka dan sebaliknya.. Primitif tp efektif.hehehe..
Kami menginap di Green Tea Sea World Shekou Hotel. Diantara 3 hotel (HK, Macau n SZ) di sini yg paling murah dan nyaman..

Jumat, 13/01/17:
Pagi jam 8 kami sudah bergegas ke stasiun shekou via metro. 4 menit sampai lalu jalan ke Pelabuhan Ferry nya untuk menyebrang ke Macau. Dasar ga ngerti bahasa nya maka kamipun nyuekin org yg berusaha memberitahu kami bahwa kantor Ferry nya pindah.. untung akhirnya engeh klo ga ntah berapa lama kami hrus nunggu. Kami naik free bus shuttle untuk pindah lokasi ke lokasi pelabuhan Ferry baru. Sayangnya VOA yang 5 hari itu ga bs kami manfaatkan secara optimal, padahal kami bs menjelajah hingga ke Guangzhou, ke Fosan lihat rumah IP man (Hehehe.. fans berat), ke zholim baru nyebrang ke Macau.. well lanjut ya..
Kami pun beli tiket dari shekou ke Macau taipa (180RMB). Pelabuhan shekou bagus… kapan ya Indonesia pny pelabuhan Ferry sebagus itu.. setelah imigrasi kami masuk ruang tunggu dan memulai perjalananan laut dgn gelombang yg cukup bikin mabok selama 1jam. Sesampainya di Macau kami kembali mengurus imigrasi, memberikan kartu departure n again cuma dapat selembar kertas struk tanda masuk Macau.
Keluar dari pelabuhan ferry yang juga bersebelahan dengan airport Macau, kami menaiki free shuttle bus menuju the ventian, hotel n tempat casino.. mulailah kami menjelajah, masuk lewat casino terbengong-bengong lihat org judi dan tembus ke lokasi sungai buatan lengkap dgn gondola ala venice yg terletak di lantai 3. Langit buatannya di atas toko2 ala itali itu pun diatur cerah hingga menggelap menyesuaikan waktu pd saat itu. Pokoknya bagusssssss.. lalu kami terus jalan menembus antar hotel2 untuk mencapai the Parisian. Kami pun menaiki replika menara Eiffel (bayar 100MOP untuk naik dan di”todong” nebus foto 198MOP walaupun ga nebus gapapa tp ya sudahlah buat kenang2an) dan melihat betapa mewahnya desain hotel2 di sini. Sayang kami tidak sempat ke hotel studio city yg dibuat ala gotham city nya Batman..
Dari situ kami naik bus ke arah Macau Panda Conservation di daerah coloane.. agak menyesal sih,jauh dan cuma 2 panda yg bs dilihat itu pun ga bs disentuh. Masuknya bayar 10MOp. Setelah itu kami pun kembali dengan bus ke arah Macau peninsula.Setelah magrib kami sampai di dekat area St.Paul’s ruin dimana hotel kami di dekat nya.. yah kelewatan sunset nya deh..Setelah menaruh tas, kami pun jalan ke St.Paul dan Plaza Senado. Lampu2 malam yang memantul di jalan berbatu basah karena hujan makin membuat suasananya seperti di Itali yang romantis. Setelah puas jalan dan makan, tidak lupa beli portuguese tart kami pun kembali ke hotel. Oiya di Macau, WiFi sudah bs berfungsi lagi. Oleh pemilik hotel kami di minta menandai lokasi hotel di Google map karena alamat di Macau menggunakan bahasa Portugis, sementara org di sini bicara bahasa cina, jarang yang ngerti bahasa Inggris.

Sabtu, 14/01/17:
Jam 8 kami cek out lalu mulai jalan ke St.paul’ s ruin Dan plaza Senado mengambil foto suasana pagi.. eh ternyata pagi aja sudah ramai org foto. Terus jalan kaki menuju grand lisbpa hotel tempat casino pertama di Macau yang masih sangat megah. Puas foto2 di luar dan di dalamnya dan memotret menara Macau yang bersebrangan dengan nya kami pun naik bus menuju ke pelabuhan Ferry puter harbour untuk ke Hongkong lagi. Oiya install aplikasi Macau easy go sangat membantu untuk tahu bus apa saja yang bs digunakan walaupun banyak free shuttle bus di sini tapi lama. Naik bus nya ga mahal kok sekitar 3-5 MOP.
Sesampai nya di pelabuhan Ferry kamipun segera membeli tiket menuju sheung wan (166HKD Karena weekend, Biasanya 153HKD, klo malam lbh Mahal lagi) naik turbojet, masuk ke imigrasi, isi kartu dan dicap. Perjalanan laut pun dimulai dengan ombak yg lbh tenang skitar 1 jam sampai lah kami di di sheung wan. Kami makan siang dl sebelum melanjutkan perjalanan dgn MTR Dr stasiun sheung dan ke stasiun Tin Hau (island line-biru biru tua).
Turun di Tin Hai kami segera ke Victoria park, menjelajah Victoria park n kami pun berkesempatan berbincang2 dgn beberapa org perempuan pahlawan devisa yg sedang bersantai menikmati hari libur mereka. Sayang kami datang sudah hampir jam 1 lebih jadi terlewat lah tradisi noon day gun (dentuman meriam tengah hari jam 11.30). Setelah Dr Victoria park kami jalan menuju stasiun causeway bay untuk pindah lagi ke lokasi ladies market dekat stasiun Mongkok (naik island line-biru tua menuju central, exchange di central lalu pindah ke jalur Tsuen wan-merah turun di Mongkok).
Begitu keluar Dr stasiun Mongkok..Alaamaak kayak tanah Abang, hilanglah nafsu belanja saking banyaknya orang. Akhirnya kami masuk lg ke stasiun balik ke arah central turun 1 stasiun dr Mongkok yaitu di Yau Ma Tei untuk melihat Jade market. Ternyata dari pada melihat ke google map mending lihat petunjuk jalan deh drpd nyasar2 kyk kami.
Setelah dari Jade market, kami jalan ke Nathan road dan naik bus star Ferry port di ujung Tsim Sha shui. Sebenernya bisa sih naik MTR lagi tapi sayang ga lihat pemandangan, ga bs lihat Mesjid Kowloon dan area belanja Nathan road yg mirip Orchard road dan beberapa bangunan hongkong​ yang terkenal..
Sampai di pelabuhan kami pun foto2 di the clock Dan pemandangan nya luar biasa ke arah hongkong island yg dibatasi selat. Sesekali kapal tradisional Hongkong yg berwarna merah pun lewat menambah keindahan tersendiri. Sayang sekali sore itu berkabut kalau langit cerah pastinya sunset di sini jauh lbh indah lagi.. kami menghabiskan beberapa waktu untuk memotret di sini.. Lalu dengan waktu yang mendesak, perkiraan harus ke bandara maksimum jam 7 malam Dr stasiun east Tsim Sha Tsui, kami msh berpacu mencari 1 lokasi lagi yaitu avenue of the star yang dipindahkan ke garden of the star…. Mana pake acara nyasar2 pula, harus jalan kaki Krn takut nyasar ada hampir 1 km dengan bacjpack yg berat dengan 2 DSLR.. panik n capek campur aduk. Akhirnya ketemu juga, setengah berlari kami menuju stasiun east tsim Sha shui ke arah central (jalur merah) exchange ke jalur tung Chung(kuning) menuju Kowloon.
Sesampainya di Kowloon kami pun menukar octopus card kami Dan membeli tiket airport Express (90HKD) Dan check in di stasiun sebelum naik kereta. Untung kereta nya cepat hanya 30 menit.
Fiuh… Dan akhirnya setengah jam sebelum gate dibuka kami sudah selesai di imigrasi dan sempat makan malam dulu sebelum perjalanan 4 jam ke Changi.

Kesimpulan:
-Bikin itenerary jgn terlalu ambisius, sehingga liburnya bs nyantai, walaupun terpaksa banyak yg dilewatkan seperti nonton symphony of lights
-Yang ga terduga biaya makan di Hongkong 7x lbh mahal drpd di Singapura
– klo dgn waktu budget terbatas dan disuruh ngasi advise, sy pilih ke penang yang dapet Chinese arsitektur nya dan jauuuh lebih bersih

–end–

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/