Cherry Blossom Trip 2016 (Osaka, Kyoto, Tokyo)

26 Maret – 4 April 2016
#BIJapan #BITokyo #BIOsaka #BIKyoto #BISakura #BICherryBlossom #BISpring #Tokyo #Osaka #Kyoto #Japan

Ohayo Gozaimasu. Baru balik semalem dari Jepang, biar masih fresh mau langsung share ya….

* Setelah tahun lalu cuma bisa scroll foto2 cantik nan hits nya sakura di timeline Instagram & Path temen2 yg lagi hanami. Plus salah satu blogger favorit saya Nicole Warne, tahun lalu juga Sakura-an di Jepang, makin mantep lah niat dan usaha buat berangkat liat langsung sakura.

* Akhirnya tahun ini kesampaian berangkat lagi ke Jepang dan tentunya tujuan utama trip kali ini berburu spot-spot Sakura & cafe hopping, kebetulan tiap travel saya selalu penasaran sama kuliner/cafe lokal disana.

Pertama pastinya cari tiket pesawat, nah berbekal tiket ‘promo-tapi-ga-promo2-amat’ dari Cathay Pacific yg dibeli langsung di website Cathay seharga 6,5jt (3bulan sebelum trip). Rute: CGK – HKG – HND. Saran saya jika mau trip ke Jepang, pilih pesawat yg mendarat di bandara Haneda (posisi lebih dekat dg pusat kota, tentunya biaya bus/train lebih terjangkau). One step done!

* Bikin visa Jepang susah? Siapa bilang. Gampang banget. Berhubung saya masih pemegang passport lama belum e-passport, jadi harus isi form pengajuan visa (bisa didownload di website kedubes Jepang), lalu tinggal datang ke Kedubes Jepang didekat Plaza Indonesia pukul 8pagi. Asal semua syarat lengkap dan jelas, visa langsung bisa diambil dalam 3 hari kerja. Tips: soal rekening tabungan, tidak perlu banyak-banyak, bisa disesuaikan misal pergi 10hari – ya minimal ada 10jt di tabungan. Biaya Visa – 350k. Klik: http://goo.gl/EZrmrU

* Langsung browsing penginapan. Dari trip dulu ke Jepang udah pengalaman kalo hotel-hotel di Jepang sempit dan mahal dibanding negara2 di Asia lainnya. Nah di trip kali ini saya memutuskan untuk semua akomodasi selama di Jepang pakai Airbnb. Saya pergi total 3 orang, jadi cari apartment yg 1 unit (bukan sharing room/dorm). Harga rata2 Airbnb di Osaka/Kyoto/Tokyo adalah di angka 1-1,5jt rupiah dan tentunya saya memilih lokasi yg strategis supaya bisa menghemat biaya bus/train dan kemana-mana bisa walking distance. FYI: dari 3 kota diatas, Kyoto paing mahal untuk masalah penginapan.

* Berhubung saya akan trip lintas kota, yaitu: begitu mendarat di Tokyo akan langsung ke Osaka – kemudian lanjut Kyoto – dan kembali lagi ke Tokyo. Maka membeli JR Pass tentunya merupakan hal yang wajib. Harga JR Pass waktu saya beli 3,5jt (tergantung rate Yen ke Rupiah dihari anda beli). JR Pass bersifat ready stock, jadi tidak perlu beli jauh-jauh hari, 3/4 hari sebelum berangkat juga bisa. Untuk yg belum familiar mengenai JR Pass, bisa langsung dibaca info lengkapnya disini http://goo.gl/G0jPu1 dan cek hyperdia.com untuk rute kereta di Jepang.

* Satu lagi ‘senjata’ andalan selain JR Pass yang harus dibawa yaitu pocket wifi. Menurut saya sewa pocket wifi lebih praktis ketimbang beli simcard/sewa hp di Jepang. Dengan pocket wifi kalian bisa share dengan teman2 satu trip. Biasanya satu pocket wifi bisa dipakai 5-7 orang. Kemarin saya sewa pocket wifi di H.I.S Menara MidPlaza 700rb selama 10hari + deposit 1jt yg akan dikembalikan saat mengembalikan wifi. Ga ada lagi cerita bingung dengan sistem train di Japan/nyasar semua beres dengan google maps. Tips: booking wifi jauh-jauh hari, biasanya saat high season seperti musim sakura/ musim libur sekolah/ Lebaran/ akhir tahun sering sold out. Wifi bisa diambil 3hari sebelum keberangkatan. Jadi supaya ga bolak balik, beli JR Pass sekalian aja sewaktu mengambil pocket wifi.

* Fokus dan tujuan mulia saya di trip kali ini ga lain ga bukan adalah SAKURA. Untuk cek perkiraan jadwal blooming di tiap kota di Jepang bisa cek di http://goo.gl/1zvKst

* Next: bikin itinerary. Saya adalah tipe orang yg tiap jalan-jalan harus tau mau kemana dan ngapain secara details. Jadi 2 bulan sebelum trip saya sudah mulai research, dari baca buku Mba Claudia Kaunang “Rp 2,5jt Keliling Jepang”, baca blog, nonton vlog di youtube, semuanya saya jabanin. Berhubung fokus saya di trip kali ini adalah sakura dan cafe hopping, maka kebanyakan research saya adalah mengenai spot-spot terbaik sakura dan kuliner Jepang yang sedang happening dan pastinya maknyuss. Nah, berikut adalah beberapa blog/vlog yg sangat membantu saya dalam menyusun itinerary:

1. http://goo.gl/0sOAiB (SUPER LENGKAP)
2. goo.gl/DvNCBe
3. http://goo.gl/Y0dYWg
4. https://goo.gl/p3G233
5. http://goo.gl/jG52VK
6. http://goo.gl/Ig9w7u
7. https://goo.gl/1yo4ma

ITINERARY:
DAY 1 ( 26 Maret 2016) JAKARTA – TOKYO
– Pesawat Cathay Pacific yg saya tumpangi lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 05.15 pagi, pukul 03.00 sudah di airport untuk drop baggage. Satu penumpang cuma dapat jatah 1 bagasi 20kg. Oiya sharing aja nih, saya pernah naik ANA ke Jepang dan satu penumpang dapat jatah 2 bagasi (@23kg), jadi kalau kalian dapat tiket promo ANA, ga perlu mikir 2x – langsung dibeli. Jangan lupa web check-in, karena hal ini sangat membantu apalagi jika kalian ambil first flight seperti saya, antrian untuk normal counter super panjang. Kalau sudah web check-in, sampai airport tinggal menuju ke drop baggage counter. Ga perlu antri!

– Penerbangan ke HKG lancar seperti biasa. Service dan makanan all good. Transit selama 6jam lumayan puas muter2 duty free di Hongkong dan charge gadget, ditambah wifi airport Hongkong yg super cepet dan ga ribet join nya. Pukul 18:15 pesawat lanjutan Cathay lepas landas menuju Haneda. Kurang dari 4jam pesawat sudah mendarat di Haneda, waktu menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat. Proses imigrasi dan bagasi lancar jaya, tipikal orang Jepang sangat cepat kerjanya.

– Rencana saya malam itu adalah tidur di Arrival hall Haneda. Setelah browsing sana sini, pihak bandara memang mengijinkan beberapa lokasi bandara digunakan para penumpang untuk tidur. Tips yg paling saya ingat adalah begitu exit imigrasi langsung cari bangku kosong di area Arrival hall, karena jam-jam saya mendarat adalah jam-jam ramai, jadi kursi akan langsung penuh. Note: wifi di Haneda kurang bersahabat, kadang nyambung – kadang tiba2 lost, jd better pocket wifi harus siap sedia selalu.

– Charging area di Haneda terbatas, jadi better bawa terminal colokan sendiri. Begitu dapat spot, bisa langsung charge beberapa device sekaligus. Colokan jepang adalah 2 pipih.

– Setelah dapat kursi untuk istirahat, saya menuju lantai 1F untuk membeli makanan di Lawson (24jam). Rasanya senang sekali disambut deretan makanan di convenience store Jepang yg super enak-enak. Tapi sebelum beli bento/ onigiri, pastikan kalian tanya dulu isinya apa, meskipun beberapa dari staff kebanyakan tidak bisa bahasa inggris, mereka akan dengan senang hati membantu.

DAY 2 (27 Maret 2016) – OSAKA

– Tidur di Haneda berjalan lancar – aman tanpa gangguan. Jangan lupa bawa neck pillow + selimut. Esok paginya pukul 05.00 saya langsung menuju ke ‘Shower Room’ yg berada di Arrival Hall (lantai 2F) juga. Biaya mandi disini adalah 1,030 Yen (30menit) & 520 Yen (15menit). Bentuk shower nya seperti kamar hotel, jadi begitu buka pintu ada kaca + wastafel lalu shower. Semua disediakan kecuali sikat gigi, shampoo – conditioner – body soap – towel – hair dryer semua lengkap.

– Beres mandi saya bergegas menuju JR Counter di Haneda yg beroperasi mulai pukul 07.45. Jadi JR Pass yang kalian beli di Jakarta harus ditukar dulu di JR Counter yg tersebar di Jepang. Saat menukar sekaligus reserve seat untuk shinkansen menuju Osaka. Reserve seat shinkansen free dan bisa dilakukan beberapa hari sebelum nya. Jadi kalau kalian ramean, sebaiknya jangan lupa reserve seat supaya duduknya bisa bersebelahan. Berhubung di Haneda train station tidak ada shinkansen, jadi saya harus menuju Shinagawa atau Tokyo Station.

– Perjalanan shinkansen Hikari dari Shinagawa station menuju Osaka Station kurang lebih 2,5jam. Jangan lupa membeli makanan saat di station, jadi bisa lunch di dalam kereta. Shinkansen juga menyediakan colokan di tempat duduk, jadi jangan lupa charge gadget.

– Begitu sampai di Osaka, saya langsung menuju Airbnb untuk taruh barang2 dan ganti baju. Setelah itu tujuan pertama adalah menuju Osaka Castle. Perjanalan menuju Osaka Castle menggunakan JR line + subway, jadi untuk subway saya harus membeli tiket di mesin. Gampang banget caranya: lihat nominal ke station yg kalian akan tuju – pilih menu dalam bahasa inggris – masukan koin senilai tsb kedalam mesin – beres. Sakura di Osaka Castle belum banyak hari itu, hanya tampak beberapa pohon saja yg sudah berbunga. Jalan2 sebentar di taman dan foto di jembatan dengan background Osaka Castle, free tidak ada tiket masuk. Tiket masuk hanya untuk pengunjung yg ingin masuk ke bangunan utama Osaka Castle.

– Tujuan berikutnya adalah Dotonburi. Kawasan paling happening dan rame banget di Osaka. Sekali kemari kalian bisa liat langsung simbolnya Osaka: Glico running man, Kepiting raksana di “Kani Doraku”, Kuidaohe Taro si badut. Makanan yg paling wajib dicoba di area ini adalah takoyaki, gyoza, + okonomiyaki.

DAY 3 (28 Maret 2016) – OSAKA
– Berhubung Sakura-an di hari pertama Osaka belum sukses, hari kedua langsung ke Kema Sakuranomiya Park. Beberapa sakura udah terlihat, ada yg soft pink -ada yg neon pink.

– Lunch di Coco Curry Ichibanya. Asli beda banget sama yg di Jakarta. Nasinya lebih pulen lengket semacam ketan, kuah curry nya juga nendang. Waktu order minta ‘English Menu’ dan jangan lupa minta curry nya dganti dengan beef curry, karena standar mereka adalah pork curry sauce.

– Kawasan Shinsaibashi & Amerikamona shopping district. Mau cari apapun ada disini. Super rame – jangan sampai kepisah dengan rombongan, ya minimal 2jam buat jalan-jalan disini.

– Pokemon Centre di Umeda. Sebagai generai 90an, kunjungan ke tempat ini adalah semacam wajib. Semua tontonan masa kecil berasa nyata. Semua lucu, cocok jadi souvenir buat para pecinta Pokemon.

– Museum Ramen, ga sempat mampir kemari karena tutup jam 3sore. Disini kalian bisa custom ramen sendiri untuk dijadikan oleh-oleh. Dari beberapa blog yg saya baca, wajib dikunjungi sih ini tempat.

– Umeda Sky Building. Pengen banget ngliat Osaka dimalam hari dari ketinggian? Disini tempatnya. Buka dari jam 10.00 – 22.00, tiket 800 Yen.

– Malam trakir di Osaka saya balik lagi ke Dotonbori untuk supper. Ga cukup memang ke Dotonbori cuma sekali.

DAY 4 (29 Maret 2016) – KYOTO
– Naik shinkansen dari Osaka station ke Kyoto station, cukup 15menit aja. Super deket – super cepet. Sampai di Kyoto Station yg keren banget arsitektur bangunan nya, saya langsung beli ‘Kyoto One Day Pass’ untuk naik bus keliling kota. Dari hasil googling sana sini, paling efisien mengunjungi tempat wisata di Kyoto adalah menggunakan bus, karena langsung turun dekat dengan tourist spot. 500 Yen/one day pass.

– Sesudah drop bagasi ke Airbnb (5menit walk dr Gion, super strategis, bus stop 3mins walk). Langsung menuju kawasan Arashiyama.

– First stop di Arashiyama: Bamboo Grove. Bagus tapi super rame. Jadi kalo pengen foto seperti di Instagram2 itu, butuh waktu nunggu agak lama sampe jalanan kosong. Saya nungguin sekitar 20menit sampai jalanan sedikit kosong, dan bisa foto berdiri ditengah-tengah hutan bambu dg background kosong melompong :p #niat

– Kawasan Arashiyama kanan kiri penuh toko, dari jual souvenir sampe makanan. Cobain apa yg pengen dicoba – jangan nyesel. Soft ice cream + mochi nya enak banget.

– Berhubung temple di kawasan ini tutup jam 5sore, saya bergegas ke Tenryu-Ji temple. Disini sakura nya bagus banget. Kebanyakan yg warna soft pink.

– %Arabica Coffee : one of the best coffee in Kyoto. Wajib dicoba!

– Maruyama Park: terkenal dengan night viewing sakura + giant sakura tree nya. Disini ada tempat makan/ hanya sekedar ngbeer ‘lesehan’ dibawah pohon sakura. Super cantik, wajib dicoba!

– Patisserie Gion Sakai: Kyo Gokoron cookies untuk oleh2, 500 Yen. Buka dr jam 11am – 7pm

– Gion (Geisha District), ga berhasil liat satupun – mungkin kerena sudah terlalu malam saya kesana. Katanya kalau mau lihat Geisha, harus sore-sore.

– Makan di Matsuya. Kata siapa Jepang mahal? Makanan seharga 500 Yen (60rb) sudah enak banget gini.

DAY 5 (30 Maret 2016) – KYOTO
– Kiyozumi-dera Temple, sebaiknya kemari pagi-pagi karena ini adalah salah satu temple paling ruame dan hits di Kyoto. Buka dari jam 6 pagi, jadi makin pagi – makin bagus.

– Fushimi Inari (orange gate), tempat wajib. Kalau kemari lebih baik naik JR Line, dari Kyoto station pindah ke JR Nara line, lalu turun di JR Inari station (1 stop) – langsung didepan Fushimiinari Shrine persis. Disini main attraction ada di puncak bukit, harus jalan menyusuri orange gate 1,5jam. Berhubung kemarin waktunya mepet cukup jalan 30menit, foto2 lalu pindah tempat.

– Nishiki Market, tutup jam 5 sore. Banyak jajanan dan snack fresh nan lucu.

– Gyogo Ramen, salah satu ramen terbaik di Kyoto. Menu andalannya ‘Burnt Miso Ramen’. Buka jam 6sore, antrian mulai bahkan sebelum buka. 1 mangkok ramen 800-1000 Yen.

– Sebelum balik ke Airbnb, mampir ke JR office untuk reserve tiket shinkansen ke Tokyo.

– Ada beberapa tempat lagi di Kyoto yg ga sempat mampir kemarin: Kinkaku-ji Temple (Golden Pavilion), Path of Philosophy, Kyoto Imperial Palace. Semoga next time ada waktu!

– Kyoto adalah kota dimana saya paling banyak melihat orang-orang pakai Yukata. Mau di shopping area, temple, dimanapun kalian akan menemukan Yukata/Kimono dijalanan.

– KYOTO famous sightseeing spot:
Kinkakuji Temple: JR Emmachi > Bus 204/205 > Kinkakuji
Kiyomizudera Tempe: JR Kyoto sta > Bus 206 > Kiyomizu bus stop
Gion: JR Kyoto sta > Bus 206/100 > Gion bus stop
Kawaramachi: JR Nijo > subway toss line > kyotoshiyakusyomae stay
Fushimiinari-taisha shrine (orange gate): JR Kyoto sta > JR Nara Line > JR Inari sta.

DAY 6 (31 Maret 2016) – TOKYO
– Shinkansen dr Kyoto station ke Tokyo station. Jangan lupa beli bento untuk sarapan dikereta. Oiya di Kyoto station ada salah satu gerai waffle favorit saya: Manneken. Cobain deh yg rasa mapple, matcha, dan caramel buat cemal cemil di kreta. Enak banget!

– Beres drop Airbnb di area Shinjuku. Langsung ke Meguro River, disambut deretan pohon sakura + lampion dikanan kiri sungai. Asli super cantik. Tips: kalo kesini mending sore pas lampu-lampu lampion nya dinyalain. My top 3 sakura spot in Tokyo!

– Akihabara. Pusat elektronik – anime – game. Penggemar AKB48 juga wajib kemari, kerena theater AKB48 + cafe/toko souvernir nya ada disini, persis didepan exit JR station Akihabara.

– Shibuya. Ketemu lagi sama Hachiko. Kali ini lebih bagus karena pohon sakura disampingnya lagi mekar. Cari exit Hachiko. As always, Shibuya selalu rame dan padat.

– Tower Records, berhubung di Indo (Duta Suara/ Aquarius) + SG (hmv) banyak toko kaset ditutup, nemu toko kaset/CD yg super komplit gini super happy. Apalagi penggemar Kpop + Jpop, CD/DVD/ Blu Ray semua group boyband/girlband kalian lengkap disini.

– Harajuku. Sampe sini sudah lumayan malam, toko-toko pukul 21.00 sudah mulai tutup.

DAY 7 (1 April 2016) – TOKYO
Hari ini didedikasikan satu hari khusus untuk cafe hopping + icip sana sini di area Harajuku + Omotesando. Which means dua area itu sebelahan dan walking distance. Hemat di transport.

– 1st stop: Calbee+ , yg hobi ngemil snack kentang Calbee pasti familiar. Yap bener, di Harajuku ada salah satu Calbee cafe yg jual berbagai macam snack kentang goreng fresh langsung digoreng didepan mata. Saya pesen kentang calbee dg toping coklat royce + soft ice cream vanilla, kentang calbee dg keju. Maknyuss!

– Santa Monica Crepes. Apalah arti ke Harajuku tanpa beli crepes. Tiap kali saya ke Harajuku pasti sempetin beli crepes. Dg harga 500 Yen, kalian bakal dapet crepes dg topping macam-macam tergantung selera, manis asin semua ada. Oiya, makan crepes nya ga boleh jauh-jauh dari counter yg jual katanya supaya ga bikin sampah di area Harajuku.

– Dominique Ansel: bagi yg pernah ke New York pasti familiar sama nama satu ini. Terkenal dg cronut dan cookie shot, Dominique Ansel buka cabang pertamanya di Tokyo di kawasan Omotesando. Beberapa items yg wajib dicoba: cronut, DKA, Frozen Smores, cookie shot (available from 3pm)

– Luke’s Lobster: pernah makan sekali di US dan memang super fresh dan enak banget. Cobain yg loster roll US seharga 1580 Yen, lumayan gede jadi bisa sharing berdua dg teman.

– LINE Store. fans app chat asal Jepang ini past bakal seneng banget mampir kemari. Berbagai souvenir dg character Line (Brown, Conny, dll) lengkap, tinggal pilih mau beli yg mana.

– Tendon Tempura. salah satu resto tempura enak di Jepang, recommedation by Ladyironchef.

– Yoyogi Park. Picnic dibawah pohon sakura. Kalau mau kesini bawa alas untuk duduk, bisa koran, kain pantai, atau terpal – jangan lupa bawa bekal makanan + minumannya juga. (sampahnya jangan ditinggal tapi, harus diberesin sendiri)

– Gyukatsu Matsumora. Antri 2jam dipinggir jalan dg kondisi Tokyo 12degree yg super windy demi gyukatsu yg katanya paling enak. Dan beneran enak banget, menu disini cuma ada satu. Buat saya yg ga makan tonkatsu (daging babi), gyukatsu ini adalah ‘balas dendam’ yg sepadan, langsung nambah 2 porsi. 1set menu dinner 1300 Yen. http://goo.gl/KPKL1V – best meal in this trip!

– Ichiran Ramen: ada di Shibuya & Harajuku. Salah satu ramen terenak. Makan nya sendiri -sendiri per bilik dan pesan lewat mesin. http://goo.gl/vB7uWz

Day 8 – (2 April 2016) – TOKYO
– Shinjuku Gyoen national park. Kalo kemari mending masuk dr yg ‘Shinjuku Gate. Tiket masuk 200 Yen. Makin pagi – makin bagus, karena bakal ramai banget dan susah foto kalo makin siang. Minimal 1,5jam jalan-jalan santai disini.

– Odaiba. Kunjunan ke pulau buatan di Jepang ini untuk lihat langsung Gundam ukuran asli.

– Sushi Premium: hampir sama dg Genki sushi di Indonesia, jd pesen makanan via ipad, kemudian akan ada ‘kereta’ di sushi bar yg antar makanan. Murah. Satu plate sushi start from 150 Yen .http://goo.gl/djSggB

– Liberty Statue

– Auntie Anne’s: sampai di Tokyo pas banget si ladyironchef.com share artikel ttg menu khusus yg cuma ada di Auntie Anne’s Jepang, yaitu Matcha green tea cheesecake pretzel. Kebetulan di Odaiba City Mall ada, selesai ke giant gundam langsung cobain. Hmmmm kecewa, biasa aja. enakan pretzel yg original. http://goo.gl/W2lGE1

– Omotesando area (lagi). Belum puas sehari cafe hopping hari ini lanjut ke Blue Bottle Coffee: super rame + kopi nya enak. 1 gelas 500 Yen.

– Cafe Kitsune: cuma ada 2 di dunia, Tokyo & Paris. Modern coffee shop tp ada sentuhan Jepang juga. Pas kemarin saya kesana, ada pohon sakura di area outdoor nya. Jangan lupa order cookies rubah ‘maskot’ dari Cafe Kitsune. Hits!

– Aoyama Flower Market & Tea House: salah satu yg paling diincer di trip kali ini, tea house super cantik didalem toko bunga – Omotesando area. Bisa minta English menu. http://goo.gl/DW7mlI

– Opening Ceremony store. hits!

– Ghibli Museum: harusnya kemari – tapi karena kehabisan tiket jadi batal deh. Buat yg mau kesini harus pesan tiket online jauh2 hari atau bisa dibeli langsung melalui mesin yg ada di Lawson begitu sampai Jepang.

Day 9 – (3 April 2016) – TOKYO
– Chidorigafuchi: tempat ini adalah cikal bakal trip #daviddepesakura ini kejadian. Ngliat foto garypeppergirl ditempat ini tahun lalu yg bikin semangat ngplan trp ini, btw ini foto sakura paling bagus yg pernah saya lihat, klik http://goo.gl/8VNcGs.. Pas liat aslinya, super duper cantik. Main attraction disini adalah pengunjung bisa naik boat (800 Yen/30menit) untuk menikmati sakura yg ada di kanan kiri tepi danau. Kemarin sewaktu saya kesini cuaca lagi ga bagus, jadilah antri dari jam 8:30 (harusnya jam 9:30 udah dibuka) berhubung hujan jadi ngaret sampai jam 1:30. Antri 5 jam, dari hujan kering hujan lagi. Dari nomor antrian awal 50 sampe jadi depan sendiri. Begitu pintu dibuka, saya adalah orang pertama kemarin yg naik ke boat dan danau masih kosong melompong. Bagus banget, akhirnya kesampaian juga ngrasain sakura dari yg biasa – piknik – lesehan sambil makan – ditepi sungai – sampai diatas boat. Saya sengaja cari semua spot Sakura terbaik dan skip semua theme park (Disneyland, Universal, dkk) karena buat saya lebih seru menikmati sakura ketimbang buang seharian cuma buat antri di theme park. One bucket list checked!

-Tokyo Imperial Palace: walking distance dari Chidorigafuchi

– Ginza: sengaja taruh Ginza di weekend karena pengen ngrasain car free day dikawasan ini kalo weekend. Kawasan ‘high class’ nya Tokyo, kanan kiri isinya toko designer kondang dunia. Surga dunia buat para shopaholic. FYI: Jepang kalo tax free harganya langsung dipotong ditempat, jadi ga perlu isi form lalu claim di airport semacam di Singapore gitu, lebih efisien dan praktis.

– Dover Street Market: store favorit saya di Ginza. penggemar brand comme de garçon ‘wajib-kudu-harus’ mampir disini, surga dunia. Harganya jauh lebih murah dari di Jakarta. Kemarin saya hampir sejaman disini, kalap!

– Uniqlo: salah satu maskot building nya Ginza.

– Sushi Yoshitake: michelin star sushi restaurant. lebih baik booking dl by phone kalo mau makan disini.

– Patisserie Satsuki @The New Hotel Otani: super melon cake. Enak gila!

– Tokyo Sky Tree: sightseeing sekaligus kalau mau beli oleh2.

Day 10 – (4 April 2016) TOKYO – JAKARTA
– Untuk transfer dari Tokyo ke Haneda airport, kalian bisa cek website limousine bus. Namanya aja limousine, padahal ya shuttle bus yg naiknya dari hotel2 di beberapa area di Tokyo. 1230 Yen/ one way. Cara paling nyaman, secara udah hari terakhir pasti males bawa koper naik turun station. Reservasi via website/telp supaya ga sold out.

– Haneda airport: untuk yg terbang melalui Haneda, kalau mau beli oleh2 (tokyo banana, dll) ada 2 counter: satu di sisi kanan setelah imigrasi – satu di sisi kiri. Lebih baik menuju yang sisi sebelahah kanan, karena lebih lengkap (didepan gate 111).

TIPS:
– saat naik escalator dan berhenti (tidak jalan) di Jepang, biasakan berdiri di sisi kanan untuk Osaka – sisi kiri untuk Kyoto dan Tokyo, karena sisi sebaliknya adalah sisi untuk orang yang buru-buru.

– bawa koper yg bagus. naik turun tangga di station + jalan kaki saat pindah hotel/ Airbnb bisa makin repot kalo koper kalian rusak.

– loker yg ada di station ukurannya kecil, jadi koper yg super gede ga akan muat. siapkan uang coin untuk sewa + ingat dimana lokasi nya, foto kalo perlu.

– taxi di Jepang super duper mahal entah kenapa, jadi kalo ga kepepet banget atau pulang larut malam, jangan pernah naik taxi.
Uber di Osaka & Kyoto masih jarang, di Tokyo banyak. Tapi lagi lagi, super mahal. tarifnya bisa 4-5x lipat Uber di Jakarta/ Singapore. Mobil standar Uber black di Tokyo: toyota crown sedan & toyota alphard. FYI: Uber dari Shinjuku ke Haneda airport (normal fare) 8100 Yen.

– Vending machine tersebar diseluruh penjuru Jepang. Gampang banget pakainya: lihat harga minuman/items yg kalian mau – masukin uang coin sejumlah tsb – pencet tombol dibawah produk – beres.

– Vending machine minuman: Tombol merah dibawah minuman artinya panas – tombol biru dibawah minuman artinya dingin.

– ATM Indonesia beberapa bisa dipakai kok di Jepang. BCA card bisa ambil uang di mesin atm MUFJ bank. Bahkan atm citibank ada di beberapa spot di pusat kota Tokyo.

– Public bath adalah salah sat hal yg wajar dan merupakan salah satu culture di Jepang. Yg mau cobain bisa ke Nisiku-Yu di Kyoto (Dekat Nishiki Market) 420 Yen.

– Japanese ‘not-so-fast-food’; Yoshinoya, Sukiya, Tempura Tendon, Matsuya bisa jadi pilihan makanan sehari-hari. Rata2 mulai dari 400 Yen. Enak + kenyang!

– Saat makan di resto, setelah order pasti waitress akan taruh rekap pesanan di meja. Nah caranya bayar adalah cukup bawa kertas/nota itu ke kasir langsung – jd ga perlu panggil mas/mbak nya seperti di Indonesia.

– Tiap kali transaksi dimanapun, pada saat membayar letakkan uang/credit card ke nampan kecil dicashier, jangan serahkan langsung ke cashier.

– Pada saat naik subway/monorail, bagi yg membeli tiket satuan jangan lupa ambil tiket yg dimasukan dimesin saat dipintu masuk, karena tiket tsb akan dipakai untuk keluar station di tujuan akhir.

– Station kereta di Jepang beberapa dilengkapi lift + escalator, namun ada beberapa yg hanya dilengkapi dengan tangga biasa. Jadi buat yg bawa koper gede semacam saya kemarin, siap2 exercise tiap naik turun tangga harus angkat koper.

– Jangan malu bertanya, orang Jepang super nice. Meskipun mereka tidak bisa bahasa inggris, mereka dg senang hati akan tetap membantu. Been there, done that.

– Massage di Jepang super mahal, jadi better bawa minyak atau koyo sendiri selama trip disana buat ngilangin pegel2 seharian jalan keliling kota.

Yak itulah penjelasan super panjang dan lebar. Semoga membantu dan ga bosen apalagi ngantuk bacanya. Penutup, Jepang memang ga murah, tapi bisa disiasati dan diakali.

Nah, jadi tinggal cari tanggal tahun depan, tiket promo, sama cuti kantor buat berburu sakura tahun depan.

Untuk foto-foto lebih lengkap dari Cherry Blossom trip ini bisa intip hashtag di Instagram #daviddepesakura dan #daviddepeusa #daviddepemelbourne #daviddepekorea untuk trip lainnya. Ciaooo!

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/