Hai, para sahabat Backpacker International!

Ini adalah perjalanan saya ke Taiwan tahun lalu. Sebuah “unofficial country”, yang berbeda dengan “saudara besarnya, RRC”. Bagi yang pernah menonton acara Fun Taiwan oleh Janet Hsieh di channel TLC, mungkin pernah memperhatikan bagaimana Taiwan menawarkan pariwisatanya, mulai dari alam, budaya sampai kulinernya.

Taiwan memang terkenal karena snack dan bubble tea-nya yang memang semakin menjamur. Yang aneh, franchise bubble tea yang berwarna ungu yang terkenal di negara kita, jarang sekali saya temui di Taiwan. Yang saya kagum, ternyata Taiwan juga memiliki Shinkansen-nya sendiri. Perjalanan sekitar 300 km dari Taipei ke Kaohsiung (seperti dari Jakarta ke Pekalongan) tak terasa hanya mencapai 1.5 – 2 jam saja.

Untuk urusan visa, tidak perlu khawatir karena cepat dan tidak ribet, cuma dalam waktu 3-4 hari. Biaya hidup di Taiwan? Menurut saya relatif murah. Bahkan bagi saya untuk akomodasi dan kuliner, Taiwan lebih murah dibanding dengan Malaysia, apalagi Singapore. Di sana saya beberapa kali bertemu dengan para TKI yang tentunya sudah fasih berbahasa Mandarin.

Bagi saya, Taiwan merupakan Tiongkok yang bercitarasa Jepang (atau mungkin bisa sebaliknya). Orang-orangnya ramah dan tidak sesibuk/ignorant seperti di Hong Kong. Mengapa tidak mencoba hal-hal yang baru yang akan memperluas pengalaman teman-teman semua? ๐Ÿ˜€

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/