Hai sahabat BI, buat yang sedang merencanakan perjalanan ke Korea, saya ingin sharing pengalaman saya ke kota Gyeongju di Korea yang merupakan UNESCO’s World Heritage Site dan sering dijuluki “Museum without Walls”.

Untuk menuju Gyeongju, kita bisa menggunakan bus langsung dari Seoul Express Bus Terminal. Lama perjalanan sekitar 5 jam. Busnya sendiri ada bermacam kelas, dari yang eksklusif paling mahal sampai yang kelas biasa. Terminal bus Gyeongju sendiri letaknya sangat dekat dengan pusat kota dan tempat wisatanya, mungkin sekitar 15-20 menit jalan ke tempat wisata. Gak jauh dari terminal bus ada Tourist Information Booth letaknya di pojok perempatan jalan (bisa minta peta kota yang sangat berguna disini), Starbucks (bisa numpang wifi gratis dan ngadem disini), Hansot Dosirak (rumah makan cepat saji yang menjual paket makanan mulai dari 3000an Won, McD, tempat persewaan sepeda, dan supermarket Nonghyup yang lumayan besar.

Untuk tempat wisatanya yang terkenal di dalam kota Gyeongju adalah Cheomseongdae Observatory (bangunan pengamatan bintang di masa kerajaan Shilla), Daereung Tomb (kompleks kuburan kerajaan Shilla), Gyerim Forest, Gyeongju National Museum, dan Anapji Pond (sangat bagus untuk foto malam karena pencahayaannya). Lokasi sangat berdekatan dan bisa ditempuh dengan jalan kaki/naik sepeda sewaan.

Untuk tempat tinggal, kemarin kita pilih di Nomad House. Lokasinya gak jauh dari tempat wisata dan tempatnya lumayan asyik. Info lebih lanjut, foto kamar, peta lokasi, harga dsb bisa dicek sendiri di webnya: http://www.homo-nomad.com/

Untuk makanan, yang paling terkenal dari Gyeongju adalah ssambap (korean BBQ ala Gyeongju dengan banyak sekali side dishes), Hwangnamppang, dan Gyeongjuppang (kue bulat bulat semacam bakpia).

Kayaknya Gyeongju sih belum banyak dikunjungi turis Indonesia tapi berhubung saya biasa suka ke tempat yang World Heritage Site jadi ini masuk ke list saya. Secara keseluruhan sih gak terlalu mengecewakan lah kotanya, enak buat jalan-jalan santai dan foto-foto.

#bikorea #bigyeongju #biworldheritagesite

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/