Halo teman2 BI! Ini postingan pertama saya di grup. Kali ini saya mau share cerita spring eurotrip saya selama 2 minggu dari 24 Maret-6 April 2016 kemarin.

Itinerary :
Amsterdam – 3 hari
Brussels – one day trip
Paris – 3 hari
Strasbourg & Colmar – one day trip
Milan – 1 hari
Rome – 2 hari
Napoli – one day trip
Venice – 2 hari

Visa :
Schengen visa saya dari Kedutaan Belanda dan saya apply visa sekitar 2 bulan sebelum berangkat. Waktu itu biayanya 850 ribu dan proses pembuatannya sekitar 5 hari kerja. Menurut saya asal dokumen lengkap dan jelas (untuk syarat dan dokumen bisa google sendiri ya), pasti visanya granted. FYI, pas apply visa, paspor saya masih bersih karena eurotrip ini adalah trip pertama saya keluar negeri.

Transportasi :
Mostly menggunakan Megabus, 1x Flixbus dan kereta api (TER & Italo). Saya dan teman booking tiket transportasi ini sekitar 2 bulan sebelum berangkat. Untuk dapat harga yang paling murah sih harusnya booking 3 bulan sebelum berangkat, tapi karena nunggu visa approved, yauda pasrah bisa belinya 2 bulan sebelum berangkat. Untuk transport dalam kota, kebanyakan naik metro dan tram. Di Paris beli carnet tiket untuk naik metro seharga 14,40 euro (dapat 10 tiket), di Amsterdam pakai 3 days GVB pass seharga 17 euro, sisanya di kota lain beli single trip ticket.
Jakarta – Kuala Lumpur : 560 ribu by Airasia
Kuala Lumpur – Amsterdam, Venice – Jakarta : 5,9 juta by Etihad Airways
Amsterdam – Brussels : 200 ribu by Flixbus
Brussels – Paris : 120 ribu by Megabus
Paris – Strasbourg : 60 ribu by Megabus
Strasbourg – Colmar : 160 ribu by TGV
Colmar – Milan : 600 ribu by TER & Trenitalia
Milan – Roma : 110 ribu by Megabus
Roma – Napoli : 45 ribu by Megabus
Napoli – Venice : 600 ribu by Italo
Total biaya sekitar : 9 juta

Akomodasi :
Di Amsterdam gratisan karena numpang nginap di rumah sodara, sisanya pake Airbnb & overnight di bis+kereta. Recommend Airbnb banget soalnya praktis & murah. Saya pake Airbnb di Paris, Milan, Roma & Venice. Saya dan teman sengaja cari airbnb yang kasih akses ke dapur karena kita perlu kompor untuk masak atau manasin makanan. Total biaya sekitar 2,5 juta

Bahasa :
Info tambahan ya. hehehe. Sebenernya trip ini adalah dreams come true. Saya dulu kuliah ambil jurusan French Studies, jadi alhamdulillah bisa bahasa Prancis dan sedikit bahasa Italia. Saya punya mimpi untuk ngunjungin tempat2 yang selama ini cuma bisa saya liat di text book waktu kuliah, internet atau waktu nonton nat geo adventure channel.
Untuk teman-teman yang memang nggak bisa bahasa ibu mereka jangan khawatir atau takut2 ya kalau mau nanya sama mereka. Banyak yang bilang orang Prancis ga suka diajak ngomong pake bahasa Inggris, ga tau sih bener atau ngga, tapi menurut saya selama kita sopan, mereka akan membantu dan lebih menghargai kita, meskipun kita nanya pake bahasa Inggris. Biasakan menyapa dengan bahasa mereka sebelum bertanya dan berterima kasih karena dianggap tidak sopan kalau kita tiba2 nanya tanpa menyapa lebih dulu. Mereka juga akan appreciate meskipun kita cuma tahu beberapa kata, at least kita tau sedikit budaya mereka. hehe. Waktu di Paris saya amati setiap masuk toko atau beli tiket dan mau bayar pasti kasirnya akan nyapa kita dengan bonjour dan setelah bayar akan ngucapin merci & bonne journee. Nice banget mereka :’)
Sedikit contekan kata2 untuk daily conversationnya :
French : bonjour [bongzur] = selamat pagi & siang, merci [mersi] = thank you, bonne journee [bon jurne] = have a nice day, aurevoir [orevwa] = see you, excusez-moi [ekskuzemwa] = excuse me, salut [salu] = halo
Italian : buongiorno [bwonjiorno] = selamat pagi & siang, grazie [gratsie] = thank you, ciao [cyaw] = halo & see you, scusami [skuzami] = excuse me

Makanan :
Saya dan teman bawa rendang, teri kacang dan mie untuk asupan di Eropa :p Kita emang ga bawa beras dari Jakarta karena koper udah overload dan tau di Eropa banyak beras kemasan yang cukup untuk sekali makan (porsi 2 orang) yang tinggal direbus beberapa menit aja. Paling happy pas nemu nasi kemasan di Paris (supermarket Carrefour, Monoprix & a deux pas) yang tinggal dipanasin selama 3 menit pake microwave. Saya hanya 3x makan di restoran karena neken budget, sisanya jajan2 cantik aja. Di sepanjang jalan saya banyak jajan frites, waffle, pancake, hot chocolate, pasta dan pizza. Total biaya sekitar 3 juta dan biaya oleh2 sekitar 1,5 juta

Yang dikunjungi
– Amsterdam & sekitarnya : Museumplein (foto di Iamsterdam Icon), Bloemnmarkt, Hema, Albert Heijn, Red Light District, Keukenhof (tiket 16 euro) dan Volendam. Ga sempet ke Zaanse Schans karena waktu ga cukup.
– Brussels : Day trip di Brussels dan jalan2 di sekitar Maneken Pis & Gran Place sambil cari oleh2 coklat. Beli 12 kotak coklat buat oleh2 seharga 20euro kalo ga salah. Coklat disini murah2 bangeeet.
– Paris : Cathedrale Notre-dame, Basilica Sacre-Coeur, Arc de Triomphe, Champs-Elysees, Tour Eiffel + River Seine cruise (ticket combo 33 euro), Versailles (tiket 15 euro), Trocadero, Louvre (tiket 15 euro).
– Strasbourg : sekitar Grande-Ile & canal di Petite France
– Colmar : area canal di Petite Venice
– Milan : Galeria Vittorio Emmanuelle & Duomo di Milano.
– Roma : Colloseum, Fontana di Trevi, Vatican, Piazza di Spagna, Piazza del Popolo, Borghese Garden, Piazza Navona.
– Napoli : Ke Napoli khusus untuk ngunjungin Pompeii. Biaya masuk Pompeii 11 euro
– Venice : Piazza San.Marco dan sekitarnya
Total biaya tiket masuk obyek wisata sekitar 1,5 juta

Overall, kira2 total biaya spring eurotrip saya untuk 15 hari yaitu sekitar 18,5 juta. Semoga tahun depan bisa balik lagi ke Eropa. Aminn!

Happy traveling, guys! 🙂 🙂

– Traveling, it leaves you speechless, then turns you into a storyteller – Ibn Battuta

#BIEROPA #BIEUROPE #BIPARIS #BIAMSTERDAM #BIMILAN#BIROMA #BINAPOLI #BIVENICE #BISTRASBOURG

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/