Hanoi (Vietnam) – Luang Prabang (Laos) by Land.
Saya mau berbagi pengalaman perjalanan dari Hanoi menuju Luang Prabang melalui jalur darat dengan menggunakan Sleeper Bus.

Saya memesan tiket sleeper Bus ini melalui Sinh Tourist Hanoi di sekitar kawasan Old Quarter Hanoi. Harga ticket ini sebesar 999.000 Vnd (1 juta Vnd). Harga ini sudah termasuk free pick up di Hostel sekitar kawasan Old Quarter.
Pukul 16.30 seseorang dr pihak Sinh Tourist menjemput saya di Hostel. Dengan menggunakan sepeda motor kita menuju kawasan sekitar Hoan Kiem Lake. Saya sedikit sport jantung gara2 cara Mengendarai sepeda motor nya yg sangat ugal-ugalan, diperparah lg dengan situasi lalu lintas di Hanoi yg lebih parah dr Jakarta.
Setibanya di kawasan Hoan Kiem Lake, saya di suruh untuk menunggu di tempat itu. Pengendara sepeda motor itu pergi entah kemana. Setelah beberapa menit, sang pengendara datang kembali dgn membawa Bacpacker lain. Dan hal yg sama pun dia katakan kepada Backpacker tersebut. Dan seterusnya sampai total ada 5 orang Backpackers termasuk saya.
Setelah itu baru saya mengerti mengapa dia mengendarai sepeda motor nya seperti itu, rupanya dia terburu-buru utk menjemput kita semua dr Hostel masing-masing.
Dari kawasan Hoan Kiem Lake dgn menggunakan Taxi yg sudah di pesan oleh pihak Sinh Tourist kita dibawa menuju Pul Bis yg berjarak 10km dr Hoan Kiem Lake.
Taxi ini sudah termasuk dr tiket yg kita bayar, jadi kita tidak perlu bayar lagi.
Perjalanan dgn Taxi ini memakan waktu hampir 1 jam, dikarenakan yg lumayan macet pada saat itu.
Setibanya di Pul Bis, dr 5 orang hanya 3 orang saja yg menuju Luang Prabang, 2 orang Backpackers lain menuju ke Vientiane, sehingga mereka di arah kan menuju Bis yg berbeda.
Ketika memasuki Bis, saya sedikit terkejut dgn kondisi Bis tersebut. Karena tdk seperti Sleeper Bus Sinh Tourist yg sebelum-sebelumnya saya gunakan. Sempat berpikir apakah ini benar Bis Sinh Tourist atau saya menggunakan Sinh Tourist palsu.
πŸ™
Sekitar Pukul 18.30 Bis berangkat dr tempat tersebut. Sedikit terkejut lg mengetahui bahwa penumpang Bis ini hanya kita bertiga, saya dan 2 orang Backpackers dr Inggris. Plus 3 orang Supir jd total hanya kita berenam di dalam Bis tersebut. Saya sedikit khawatir mengingat usia 3 Supir tersebut yg hanya berkisaran 20-25 tahun, dan kalau melihat fisik mereka yg kecil, mereka terlihat seperti masih ABG.
πŸ˜€
Sekitar pukul 20.15 Bis berhenti di sebuah Rumah Makan sebagai peristirahatan pertama, kita dipersilahkan turun utk makan atau hanya sekedar ke Toilet. Ketiga Supir tersebut pun turun utk makan. Saya memilih utk duduk di bangku luar dan memakan bekal Roti yg saya beli di Hanoi. Saya membawa beberapa potong Roti dan Satu botol air mineral ukuran 1,5 Liter. Mengingat perjalanan jauh yg akan saya tempuh, saya mempersiapkan perbekalan yg cukup agar tidak kelaparan selama di perjalanan.
Setelah 30 menit, Bis pun kembali melanjutkan perjalanan.
Sekitar Pukul 22.30 Bis berbelok k arah jalan kecil dan gelap, memasuki gang sempit yg hanya pas seukuran Bis tersebut. Terlihat di ujung gang nampak sebuah Gudang kecil dgn tumpukan karung-karung putih di dalam nya, dan mereka memasukan karung-karung tersebut ke dalam bagasi Bis. Entah apa isi karung-karung tersebut, semoga saja bukan sesuatu yg ilegal. Penumpang pun Bertambah Satu orang, seperti nya sang pemilik karung-karung tersebut.
Perjalanan pun di lanjutkan. Walaupun di Bis telah tersedia selimut, alangkah lebih baik jika kita mempersiapkan baju hangat (jaket atau sweater) mengingat kondisi suhu Bis yg sangat dingin, dan akan semakin dingin menjelang pagi.
Jalur yg kita lalui terlihat sangat indah, walaupun kondisi sangat gelap tetapi saya masih bisa melihat kondisi alam sekitar. Seperti nya akan terlihat lebih bagus jika kita melewati nya di Siang hari. Sambil di temani lantunan musik khas Vietnam di dalam Bis, tak terasa saya pun mulai lelap tertidur.

Tak terasa saking lelap nya tertidur, kita telah tiba di perbatasan Vietnam-Laos, tepat nya di daerah DiΓͺn BiΓͺn-Pang Hoc, dan waktu sudah menunjukan Pukul 07.10. Dan saat itu sang supir membangunkan kita semua untuk bersiap-siap menuju kantor Imigrasi Vietnam, untuk mendapatkan Stamp for exiting Country.
Pagi itu kita di sambut oleh Hujan yg lumayan cukup deras. Sehingga badan sedikit basah ketika memasuki kantor Imigrasi Vietnam. Proses hanya memakan waktu sekitar 10 menit, tanpa ada antrian. Mungkin karena saat itu masih pagi dan belum terlalu banyak orang.
Setelah mendapatkan Stamp Exit dr imigrasi Vietnam, kita dipersilahkan utk makan. Hanya 50 Meter dr kantor tersebut terdapat sebuah warung kecil. Dengan sisa uang Vietnam Dong yg saya miliki, saya memutuskan utk memesan Satu mangkuk Pho dgn harga 30.000 Vnd. Harga yg lumayan murah mengingat lokasi nya yg berada di perbatasan, dan di antara hutan hutan. Dalam kondisi hujan di pagi yg dingin, semangkuk Pho ini terasa begitu nikmat, dan di temani dgn segelas teh hangat khas Vietnam yg rasa nya sedikit Pahit.

Setelah makan, perjalanan pun di lanjutkan dgn Bis utk menuju Kantor Imigrasi Laos. Di antara kantor Imigrasi Vietnam dan Laos, terdapat Free Zone yg dinamakan “Border Belt”.
BORDER BELT ini berupa jalan aspal berliku sepanjang 2 KM.
Setelah melintasi Border Belt kita tiba di Kantor imigrasi Laos, kita kembali turun dr Bis. Untung lah saat itu hujan sudah mulai reda. Terdapat beberapa Loket di luar bangunan sederhana itu. Di mulai dengan Loket pemeriksaan paspor, di Loket yg sama kita di beri Form Arrival and Departure yg harus kita isi. Hanya kolom Arrival saja yg kita isi, kolom departure nya kita simpan dgn Baik, Sebab nanti akan kita isi dan kita berikan saat kita keluar dr Negara Laos.
Form arrival berikut paspor, kita berikan kembali di Loket pertama. Setelah itu sang petugas meminta uang sebesar 2$ sambil menunjuk papan di atas Loket yg tertulis “Laos national tourism fund” biaya 2$. Saya pikir tidak ada biaya sama sekali (free), ternyata ada beberapa administrasi yg harus kita bayar.
Setelah itu saya dipersilahkan utk ke Loket selanjutnya utk mendapatkan Stamp Entry, tetapi saya terkejut kembali karena sang petugas meminta uang sebesar 3$ atau 20.000 kip utk biaya Stamp. Dia menunjukan kertas selembar yg di laminating tertulis “fee for stamp” dan perincian biaya biaya lain nya.
Tanpa mau Beradu argumentasi saya pun bayar biaya tersebut. Ingin rasanya mengambil photo utk papan biaya dan kertas selembar tersebut, tp di atas Loket tertulis biaya 5$ jika kita mengambil photo di tempat tersebut.
πŸ™
Proses tak memakan waktu lama seperti yg saya Baca di Internet dr pengalaman pengalaman traveler yg lain. Hanya sekitar 15 menit. Mungkin karena saat itu masih pagi dan belum terlalu banyak orang.
Akhir nya setelah semua mendapatkan Stamp Entry perjalanan di lanjutkan kembali. Kita di sambut dengan cuaca dingin dan udara segar Laos di pagi hari. Sesuatu yg tidak bisa saya dapatkan di kota besar seperti Jakarta.
Jalan yg berliku, perbukitan dan lembah yg masih tertutupi kabut menjadi pemandangan di sekeliling kita. Terkadang kita melintasi beberapa pemukiman penduduk yg berada di pinggiran jalan yg kita lewati. Sekilas bangunan bangunan penduduk tersebut terlihat sama dgn bangunan di pedesaan indonesia pada umum nya. Beberapa bangunan hanya berdindingkan kayu atau anyaman bambu dgn atap seng. Beberapa memiliki Batu Bata Merah sebagai dinding dan Genting sebagai atap nya. Beberapa kali terlihat anak anak pribumi yg berdiri di pinggiran jalan, melemparkan senyuman sembari melambaikan Tangan ke arah kendaraan kendaraan yg melintas. Senyuman yg tulus, sebuah kesederhanaan akan arti kebahagian bagi mereka.

Saya pun kembali terlelap, dan tak terasa kita sudah sampai di daerah Muang Xai. Waktu sudah menunjukan Pukul 12.25 saat kita tiba di sebuah Terminal Bis kecil di daerah Muang Xai. Kita kembali di persilahkan turun utk makan atau hanya sekedar ke Toilet.
ketiga Supir tersebut pun kembali makan, namun karena saya msh belum terlalu lapar saya memutuskan hanya berkelling sekitar kawasan terminal tersebut, sembari melihat lihat beberapa pedagang yg menjajakan kuliner di sekitar kawasan Terminal. Mulai terlihat perbedaan jenis kuliner yg sebelumnya saya jumpai selama di Vietnam. Dengan senyum yg khas beberapa pedagang mencoba menawarkan jajakannya kepada saya, bukan dalam bahasa inggris melainkan dalam bahasa Laos yg sama sekali saya tidak pahami. Mungkin mereka berpikir bahwa saya adalah orang Laos. Saya hanya tertawa di dalam hati dan membalas tawaran mereka dgn senyuman sembari menggelengkan kepala, Isyarat bahwa saya tidak bermaksud membeli. Saya hanya mau mengambil photo dagangan yg mereka jajakan, tanpa lupa dgn bahasa isyarat tubuh saya meminta izin utk mengambil photo, mereka pun membalas dgn senyuman dan anggukan kepala. Sebuah keramah tamahan Laos yg membuat perjalanan ini terasa nyaman.
Setelah 30 menit istirahat Bis pun kembali melanjutkan perjalanan nya menuju Luang Prabang. Cuaca pun kembali berawan dan hujan mulai turun kembali. Dan saya pun memutuskan utk tidur kembali.
Sekitar pukul 16.40 Bis berhenti di Pom Bensin daerah Pak Ou, saya pun turun utk pergi ke Toilet. Setelah mengisi Bahan bakar sang supir memberitahukan bahwa mereka hanya mengantar sampai tempat tersebut. Saya pun sedikit terkejut karena masih sekitar 10km menuju Luang Prabang. Akan tetapi saya sedikit lega karena ternyata sudah ada mobil Toyota Fortuner yg akan mengantarkan kita bertiga sampai ke Luang Prabang.
Ternyata Bis tersebut mengalami kendala, sehingga tdk bisa melanjutkan perjalanan nya menuju Luang Prabang. Untung lah jarak menuju Luang Prabang tdk terlalu jauh.
Maka kami bertiga pun pindah menuju mobil tersebut.
Hanya memakan waktu kurang dr 30 menit kita sudah sampai di Luang Prabang, sebuah kota kecil yg menjadi aset UNESCO (World Heritage Town). Sang supir Toyota Fortuner menurun kan kita tepat di sekitar pusat kota Luang Prabang. Saya pun harus berpisah dgn 2 orang Backpackers asal Inggris. Selama perjalanan ini kita banyak bercerita ttg kisah perjalanan masing-masing. Namun kita harus berpisah karena mereka memesan Hostel yg berbeda dgn Saya.

Akhir nya saya tiba di Luang Prabang setelah perjalanan panjang yg memakan waktu selama kurang lebih 24 jam. Sebuah perjalanan yg melelahkan namun penuh pengalaman yg berharga.
Semoga pengalaman saya ini bisa bermanfaat bagi temani teman yg berencana menuju Luang Prabang melalui jalur darat dari Hanoi.
πŸ™‚
#VIETNAM #LAOS #HANOI #LUANGPRABANG #SLEEPERBUS #BUS

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/