Hey again, guys… As promised, this is my and Elvira Putri Ayu’s New Zeland Road Trip video, chapter two: South Island. Our campervan covering South Island New Zealand in only 6 days. We’ve managed to step on Christchurch, Lake Tekapo, Lake Pukaki, Mount Cock, Queenstown, Milford Sound, Glenorchy, Wanaka, and Fox Glacier land. Unbelievable sights, amazing experience and lovely companion makes this trip memorable for as long as we live.

Berikut our south island simple itinerary. Yang lengkap nanti dibuat Elvira Putri Ayu :):

Hari pertama:
Setelah hari sebelumnya sempat istirahat di Air B&B Christchurch, kami menjemput campervan kedua kami di NZ. Berangkat ke Lake Tekapo di Canterbury kami menempuh perjalanan sejauh 244 km. Kami pikir North Island sudah luar biasa, ternyata mulut kami ternganga-nganga melihat keindahan South Island. Malam hari kami menyempatkan diri star gazing di tengah udara 1 derajat. Just wait until you see the picture.

Hari kedua:
Kami menyambangi Lake Pukaki dengan jarak 82 km. Danau biru yang satu ini lebih indah lagi. Kami benar-benar merasa beruntung bisa menikmati alam seindah foto instagram ini. Kami melanjutkan perjalanan ke Mount Cook, gunung tertinggi di NZ, dimana kami memutuskan untuk trekking di Hooker Valley track sampai ke end track: danau es, lokasi paling dekat untuk kegantengan Mount Cook lewat akses darat. Malamnya kami meninap di free campground di lake Pukaki.

Hari ketiga:
Bangun dengan view danau menakjubkan, kami sarapan dan kembali on the road menuju Queenstown. Lelah menyetir sejauh 221 km, kami menikmati the infamous Ferg Burger di pusat kota Queenstown. Kota kecil ini begitu menarik hati dan menyimpan kenangan tersendiri di benak kami berdua. Kami membeli tiket boat ride Milford Sound disini dan berangkat menembus kegelapan malam dan kabut yang membutakan. Perjalanan yang luar biasa panjang: 288km. Hufff…

Hari keempat:
Sempat tidur 4 jam di free campsite, kami dibangunkan hujan, kabut dan udara dingin. Milford Sound memang terkenal dengan sebutan the wettest place on earth karena tingkat kelembabannya yang tinggi. Suasana basah berkabut itu dibarengi dengan tebing-tebing tinggi menjulang di sepanjang perjalanan, menciptakan kesan mistis diantara indahnya kesunyian. Kami menikmati boat ride selama 1,5 jam dengan mulut selalu ternganga, terpukau. I think, for me, this is the most beautiful place in NZ.

Hari kelima:
Kami bungy jumping! Yeah! Bucket list, coret. Ketinggian 43m Kawarau Bridge menjadi saksi teriakan penuh horor dan tawa penuh kepuasan kami. Siang harinya kami berkendara sejauh 82 km menuju Glenorchy. Kami menginap disana sambil menikmati terjangan badai yang tiba-tiba datang malam harinya. Pagi harinya, kami beruntung mendapatkan 1 jam of sunshine dan dapat foto-foto indah. Setelah itu, nonstop rain. Perjalanan sejauh 113 km kami tempuh dengan kesenduan hujan dan kabut. Sedihnya tidak dapat puas menikmati alam Wanaka.

Hari keenam:
Sebelum matahari terbit kami berangkat hiking ke Roy’s Peak. Ternyata kami masih diberkahi Tuhan. Kami menempuh 3 jam naik dengan udara yang relatif baik. Sampai ke puncak kami sempat mengabadikan 3-4 foto sebelum kabut datang membawa hujan angin. Kami turun lagi (another 3 hours) dengan kedinginan dan kelaparan, tapi hati puas. Perjalanan tidak kami stop disana. Kami lanjut ke Fox Glacier (tidak masuk video karena batre lobet), masuk ke area terlarang dan melihat dari dekat glacier biru layaknya berlian.

Sisanya adalah perjalan kami pulang melewati Arthur pass kembali ke Christchurch, terbang ke Auckland dan ke KL lalu Johor… dan home sweet home. This is our ground breaking achievement. Our treasured memories which now we share to you, untuk memercikan inspirasi untuk kamu agar mau keluar zona nyaman dan melihat dunia. #BDNewZealand

Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller. – Ibn Battuta

Btw, you can visit our youtube channel if you like at https://www.youtube.com/channel/UCpqqGPngfa-VyO51HK-zbgg

or follow our IG @sakawtravelling. Cheers, guys.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/