#HIFAROEISLANDS #HIEROPA #HIEUROPE

Hi BI-ers,

Saya bersama kel kali ini beruntung bisa ke Faroe Island. Alasan mau kesini… awalnya sih krn penasaran saja. Foto2nya tourism-nya indah luar biasa; tapi terpencil. Tdk byk turis kesini. Pesawat pun agak jarang yg direct tanpa melalui Copenhagen.

Karena terjepit masa visa Schegen, kami hanya bisa melakukan self drive trip express 4 hari. Untuk Faroe Island transportasi utama untuk traveller adalah self-drive, bisa dg bis, tapi pasti akan lebih sulit untuk mencapai tempat2 terpencil yg indah. Tapi kalau berani hitch hike, boleh juga menjadi opsi. Penyewaan mobil di Faroe lebih murah ketimbang di Iceland. Tapi lebih mahal dibandingkan ke UK atau kebanyakan negara Eropa lainnya. Kami ambil mobil yang agak besar karena harus membawa kursi roda ibu saya, mobil VW Tiguan yg kami sewa berharga 500dkk seharinya. Menyetir di Faroe seperti negara Eropa lainnya, setir ada di kiri. Harus selalu pasang lampu besar, dan banyak jalanan dan terowongan yang hanya muat 1 mobil, tapi disediakan area2 menepi. Untuk lebih detail cari video guide menyetir di Faroe.

Awalnya masih bingung mau kemana saja, krn Faroe Island bukanlah tujuan populer. Bisa dikata #roadlesstravelled destination. Memang benar sih, krn bagi yg kurang suka dg alam, dan yg tdk mau hiking; sebenarnya agak kurang ada yang bs dilihat. Ibu saya tidak bisa jalan jauh karena kendala kesehatan, jadi untuk beliau, agak membosankan. Tapi untung Ibu saya orangnya sabar dan dia bisa enjoy dg pemandangannya.

Nah untuk membantu BI-ers yg siapa tau suatu hari mau kesini, ini itinerary perjalan kami. Oh sebelumnya mohon diketahui bahwa Faroe Islands yg terletak di tengah samudra Atlantic ini, cuacanya bs berubah dalam hitungan menit. So, rajin2 cek weather forecast ya…

Hari 1. Hari pertama bisa dibilang kami tidak melihat apa2 karena cuaca setelah siang hari tiba2 berubah menjadi hujan lebat dan berawan. Ditambah kami masih lelah sekali krn pesawat kami baru sampai tengah malam sebelumnya. Akhirnya rute kami hari ini, diulang lagi keesokan harinya. Tapi ada satu desa Gjorv yang kami kunjungi hari ini. Desa ini terkenal dg pemandangan pelabuhannya. Silahkan lihat di foto. Kami tinggal self-catering apartment unit yang kami book melalui AirBnB. Semalamnya sekitar €100.

Hari 2. Törhvsan – Eiđ / Eiđi – Slættaratindur – Klaksvik – Kalsoy Island
Hari ini kami diberkati dengan cuaca yang baik, matahari bersinar terang membuat semuanya lebih indah. Target hari ini adalah hiking ke Slættararindur, puncak tertinggi di Faroe Island. Medannya… huff, bikin saya enggap. Silahkan lihat di foto. Tapi walau ngos2an, pemandangannya ituuu… apik tenannnn… pokoknya bela2in deh naik kesini kalau bisa.

Selanjutnya Klasvik, kota terbesar Faroe utara. Untuk kesini harus melalui sub-sea tunnel. Banyak terowongan2 di Faroe tapi hny sub-sea yg harus byr. Hrg return 100dkk per mobil, untuk mobil sewaan biasanya pembayaran diurus oleh agen mobil. Tunnel yg ke Klasvik ini unik, dihiasi dg lampu2 warna warni. Klasvik kota pelabuhan, cukup byk hotel dan supermarket yg besar disini. Salah satunya Bonus.

Dari Klasvik ada ferry ke Kalsoy. Ferry
nya kecil, hanya muat 12 mobil normal. Kebetulan saat kami antri ada truk dan 2 caravan. Alhasil kami pun akhirnya harus tunggu untuk ferry berikutnya, padahal kami sudah datang 40 menit lebih awal. Harga mobil 80dkk harga penumpang juga 80dkk per org. Hrg hanya dibayar saat pergi ke pulau Kalsoy, sekembali nya tdk usah byr lg.

Kalau Copenhagen terkenal dengan Little Mermaid. Maka Kalsoy pny legenda yg Seal-Woman. Kisahnya bs dilihat difoto dibawah. Tapi bukan hanya legenda yg dipunyai pulau ini. Tujuan utama kami adalah Kalsoy’s light house. Byk traveller di artikel mrk mengatakan ini adalah spot favorit mrk. Krn Faroe Island ini memang serba remote, untuk menuju kesini, perlu hiking lg. Tp medan nya tdk seberat Slættaratindur. Dan benar, pemandangannya luar biasa… untuk keujung nya pun bikin darah berdesir. Kalau terpeleset… habis lah sudah.

Perjalanan hari ini sangat jauh ditambah 2x hiking kaki pun pegal2….membuat kami langsung amblas sampai ke penginapan. Tapi hati senang luar biasa.

Day 3. Vagar Island

Kami juga beruntung bs tinggal bersama host yg baik, di pekarangan mrk, ada rumah traditional khas Faroe dengan atap rumputnya. Rumah ini dibangun sendiri oleh mrk. Sampai ke detail gagang pintu pun mrk pilih untuk memakai desain tradisional.

Setelah check-out kami menuju pulau Vagar. Pulau dimana airport berada. Pulau ini penuh dg keindahan. Semua icon-icon Faroe Island yg terlihat di internet, terletak di pulau ini. Untuk itu kami sediakan 1 hari khusus untuk menjelajah Vagar. Ada 3 tempat yang paling terkenal yang tidak boleh dilewati: Gasadalur, Dranganir, dan Leitisvatn. Plus 1 icon lagi yg bs dilihat dari kejauhan Trollkonufingur (telunjuk Troll).

Untuk Trollkonufingur dan Dranganir hny bisa dilihat dari kejauhan kecuali mau hiking, masing2 harus sediakan 1 hari. Ada guide service juga, bisa ditanyakan di tourist info centre.

Gasadalur bs dicapai dg mudah dg mobil. Lalu dg jalan setapak yg landai bs melihat airterjun terkenal Muláfossur. Oh ya jangan lupa untuk tutup pagar pintu yang dilewati ya… karena ada byk domba2 ternakan.

Fenomena utama Faroe Island adalah danau Leitisvatn, danau yang terbendung diatas tebing terjal, bersebelahan dengan North Sea. Lagi2 perlu hiking dan nyali berjalan ditepi tebing. Ketika saya kesana, matahari bersinar, tidak hujan, tapi, anginnya luar biasa. Dua org pejalan yang saya tanyakan arah trek, mengingatkan saya untuk berhati2 krn angin sangat kencang, jangan sampai tertiup dan jatuh kejurang. Saya pun agak ketir… tapi sudah sampai disini dan keesokan hari, hari terakhir kami diramalkan akan hujan seharian; maka saya pun kuatkan mental dan jalan terus. Perjalanan kesana lumayan terjal tapi terbantu dengan angin yg mendorong. Saya pun berjalan jauh dari tebing, baru ketika terasa ada sudut yang anginnya tidak kencang saya turun kepinggiran. Saya beranikan diri duduk dan bergeser sedikit demi sedikit sampai kaki saya tergantung. Wah deg2an luar biasa, topi saya walau sudah diganjal dengan ikatan buntut-kuda rambut saya pun hampir terpental. Sungguh pengalaman dan pemadangan yang tidak terbandingkan dan tidak ada dua-nya.

Sesudah minta tolong difoto oleh pejalan yang lewat, saya pun kembali ke mobil. Perjalan kembali adalah perjuangan tersendiri. Jalanan sih turun curam, tapi terbentur dengan angin yg kecang terutama dilekukan tebing… sehingga saya terjatuh mundur beberapa kali.. sy dan seorang pejalan lain harus mencoba beberapa kali baru berhasil melewati lembah angin tsb.

Hari ini kami bermalam di hostel di Vagur… sederhana tapi rapi. Dan sama seperti kemaren, saya pun tepar sesampainya di hostel.

Day 4. Hari ini kami pulang, tdk byk yg bs dilihat hanya Trollkonufingur dari jendela hostel kami. Sebenarnya kalau cuaca tidak buruk ada museum didesa Miđvagur yg bisa dilihat. Tapi kami putuskan untuk beristirahat saja, krn perjalanan kami masih jauh.

Berikutnya kami akan menjelajah beberapa negara Balkan Barat: Slovakia dan Serbia. Sampai tulisan berikutnya. (😀 Ikuti perjalananku di IG @dryjuicy.travel )

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/