Indonesian Version

15/4/17

Pertahankan Budaya Nelayan
(Keep Save the Culture of Fishermen)

Budaya melaut yang melakukan penangkapan ikan sebagai nelayan merupakan anugerah pemberian kuasa dari Alam dan isinya yang melimpah dari jaman dahulu kala yang telah terjadi di Indonesia.

Berangkat pagi dikala matahari mulai manampakan cahayanya serta hembusan angin masih terasa dingin di kulit menjadi rutinitas pada setiap hari mereka. Terkadang hingga matahari tenggelam pun para nelayan masih melanjutkan aktivitas di luasnya samudera lautan Indonesia.

Menurut data empirik bahwasanya luas wilayah laut Indonesia adalah 64,97% dari total wilayah Indonesia, yang jika diuraikan adalah (a) Luas Lautan = 3.544.743,9 km² (UNCLOS 1982), (b) Luas Laut Teritorial = 284.210,90 km², (c) Luas Zona Ekonomi Ekslusif = 2.981.211,00 km², dan (d) Luas Laut 12 Mil = 279.322,00 km².

Sementara populasi nelayan yang ada di seluruh wilayah Indonesia sangatlah tidak sebanding dengan luasnya lautan. Secara keseluruhan jumlah nelayan di Indonesia diperkirakan sebanyak 2,17 juta (hanya 0,87 persen dari jumlah tenaga kerja Indonesia). Diantaranya ada sekitar 700.000 lebih nelayan yang berstatus bukan sebagai kepala rumah tangga. Sebagian besar nelayan tinggal tersebar di 3.216 desa yang terkategori sebagai desa nelayan (yaitu area yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan).

Provinsi dengan jumlah nelayan paling banyak di Indonesia adalah Provinsi Jawa Timur (mencapai lebih dari 334.000 nelayan), kemudian Jawa Tengah (lebih dari 203.000 nelayan) dan Jawa Barat (sekitar 183.000 nelayan), Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, serta Aceh berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah nelayan terbanyak ke-4, ke-5, dan ke-6 di Indonesia.

Jumlah nelayan paling sedikit ditemui di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Maluku Utara.

Jumlah yang sedikit itu tak lekas mengurungkan semangat nelayan yang telah menjaga budayanya dari dahulu kala. Justru mereka berharap bahwasanya sosok pemberi kebijakan tidak mempersempit keleluasaan dari keputusan sebuah kebijakannya, karena nelayan adalah pelaku yang menjaga kebudayaan untuk mencari nafkah keluarga di rumah.

Mereka juga adalah aset negara yang jumlahnya jauh dibawah rata rata dan terkadang sengaja diabaikan…..

Para nelayan-lah yang akan menjadi tonggak kemajuan pendistribusian omega bagi generasi yang cerdas di kehidupan seterusnya….

Tetap lestarikan kebudayaan kearifan yang selalu bersanding dengan melimpahnya alam raya, bukan ter-eksploitasi, melainkan “menjaga dan terus menjaga” agar anak cucu kelak merasakan macam kenikmatannya….

“sources on http://www.dikti.go.id/ikan-melimpah-di-laut-kemana-nelayan-kita/ ”

Sukabumi – Pelabuhan Ratu
____________________________
Photos and videos by
Selusur Nusantara

Show up or sounding with #flashplus2 #alcatelflashplus #alcatelflashplus2
_______________________________
Come and choose your destination on http://explorenusatenggara.blogspot.co.id
_______________________________
Location
Palabuhan Ratu – Sukabumi
_______________________________
Selusur Nusantara never stop exploring Indonesia next plan journey, 2017 to #Borneo
_______________________________
Presented by Selusur Nusantara
(Tracking Culture of Indonesia)
http://selusurnusantara.simplesite.com
_______________________________
Support our creative movement with :
> follow our Instagram (@Selusur_Nusantara)
> Subscribe, view and like our Youtube channel (Selusur Nusantara)
https://www.youtube.com/channel/UCMfPZsNOstFZP3GzAWJWqPg/playlists
> join with hastag
#selusurnusantara
________________________________
#selusur_nusantara #Indonesia #backpackers #traveller #explorers #nature #culture #localwisdom #Sukabumi #WestJava #Wanderlust #photooftheday #travelphotography
#naturephotography #journalism #worldtravelguide #traveladdict #AdventureSeeker @indovidgram #ivgtravel @traveladdict_indonesia @indtravel @travelnatic #indovidgram #flashers #LetsMobigraph @flash_indonesia #art #palabuhanratu #nelayan #Sunrise #Sunset #fishermen

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/