JADI AKTIVIS TERIMA BAYARAN GAK SIH?

Beberapa hari lalu sy mendapat pertanyaan dari seorang teman, “Kak, saya punya kawan yg ngakunya aktivis dan selalu membujuk untuk ikut tes HIV…” Lalu saya pun merespon, “So, what?” Dan tanyanya, “Apakah kawan saya ini dibayar ato gimana sih?”
Mendengar pertanyaan tsb, saya pun jadi tersenyum krn ini adalah pertanyaan yg kesekian kalinya yg mungkin juga banyak terpikir rekan2 lainnya. Saya pribadi tidak bekerja ato mewakili lembaga apa pun dalam kapasitas penanggulangan HIV-AIDS, sehingga ketika sy mendorong teman2 ikut tes HIV hampir dipastikan sy tdk menerima imbalan apapun selain ucapan terimakasih. Kepuasannya ketika akhirnya mrk dg rela ikut konseling, tes dan tahu pasti status risiko yg mrk miliki. Tentu saja sy tdk sendiri, berjejaring dg Puskesmas/RS/Lab/LSM menjadi sangat dibutuhkan dlm rangka mem-follow up.
So, setiap organisasi dimana ybs bernaung/bekerja masing2 punya kebijakan salah satunya mungkin memberikan uang lelah. Tapi, jangan salah banyak juga relawan yg tdk mendapat imbalan apapun dan hanya bermodalkan hati dan pengalaman untuk membantu yg lain agar hidup lebih sehat. Bagi sy tak ada salahnya kalo pun ybs terima imbalan, lagipula kamu jg gk dimintain duit anggap aja simbiosis mutualisme. Yg penting kan kamu tahu pasti status risiko kamu, krn banyak banget teman2 yg bahkan sdh tahu pasti aktivitasnya berisiko tapi malu tes HIV.

Oh ya guys, #justinfo kebetulan untuk teman2 di Banyumas dan sekitarnya ada kesempatan langka nih VCT mobile GRATIS yg diselanggarakan pada:
hari Sabtu tgl 25 Februari 2017
pukul 19.00 (wib yh bkn waktu jam mati) s.d selesai
bertempat di Aula LPPSLH (Jl. Jatisari No. 28 Sumampir Purwokerto Utara)

Yuk, sambil kita ngumpul #malmingan karena bahagia bukan sekadar milik kamu!
www.facebook.com/thejourneyofnuke
#HIV365 #gueberani #thejourneyoflife 20022017

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/