Kali ini saya akan membahas mengenai Taj Mahal di Agra, tempat turistik di India yang kami tempuh menggunakan kereta dari New Delhi Railway Station.

Sebelumnya kami hampir kena scam karena ditunjukkan bahwa pembelian tiket untuk foreigner tidak bs dilakukan di stasiun, hampir saja kami mengikuti orang yang mengaku petugas stasiun, akhirnya kami memutuskan untuk duduk sejenak dan mengatur langkah selanjutnya.

Untunglah kami bertemu dengan petugas asli di dalam loket yang bisa berbahasa Inggris dengan baik dan menunjukkan kami loket khusus untuk wisatawan asing, dan! letak sign loket itu ditutupi oleh “petugas abal-abal” tadi jadi tak tertangkap mata kami πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘

Setelah mendapatkan tiket, menunggu kereta yang bisa dibilang ontime, dengan jumlah peron puluhan yang sempat membuat bingung akhirnya kami duduk dalam kereta membawa kami ke Agra sekitar tiga jam.

Udara dingin menerpa begitu kami sampai di Agra, setelah menawar oto, kami segera menuju Hostel tempat kami menginap yang letaknya hanya 500 meter dari salah satu pintu Taj Mahal.

Setelah check in, kami memesan makanan di lobby dan bersiap-siap untuk mengisi tenaga karena harus bangun saat fajar masih malu-malu.

Setelah Shubuhan kami bersiap-siap berjalan kaki ke Taj Mahal, banyak juga wisatawan yang juga berjalan bersama kami, kita berusaha mengejar antrian tiket agar tidak terlalu padat saat pengambilan foto di salah satu Icon Seven Wonders ini.

Setelah membeli tiket (dengan jalur yang dipisah antara Pria dan Wanita – yang mana ramean jalur pria) akhirnya kami segera berlari menuju antrian pada gerbang yang belum dibuka, setelah matahari bersinar, perlahan kami mengantri untuk masuk.

Setelah tas kami diperiksa, kami segera berlari mencari spot foto dan beruntung kami mendapatkan beberapa foto yang tidak terlalu padat pengunjungnya.

Amazing! Kami tak hentinya berdecak kagum melihat mahakarya indah ini.

Marmer putih yang berdiri megah (yang sayangnya sedang dipugar pada beberapa menara)

Kami berkeliling dan mencari spot foto terbaik, setelah puas, sekitar pukul 0900 kami kembali ke hostel karena perut sudah teria minta diisi makanan India yang enak-enak, jadilah kami pesan makanan di Rooftop Hostel sambil memandang Taj Mahal dari kejauhan.

Setelah itu, teman saya dan suaminya memutuskan untuk menjelajah Agra dan sekitarnya, saya tinggal di Hostel dan nitip untuk dibelikan Kurta yang akan saya pakai di Jaipur keesokan hari.

Malamnya kami memutuskan untuk membeli oleh-oleh kecil di seputaran Taj Mahal, berhubung mereka mau tutup jadi benar-benar banting harga (untuk kami sih murah), seperti mini Taj, maupun Snowglobe seharga 6ribu rupiah πŸ˜‚ dan beberapa barang kecil untuk oleh-oleh lainnya.

Setelah puas, kami bertanya kepada penjual, dimanakah tempat makan orang lokal yang paling enak? Diantarlah kami oleh salah satu penjual ke tempat tersebut! Sampai kami benar-benar duduk, really! this place is awesome.

Makanannya memang menggoda iman, bau khas India yang menurut kami sedap membuat perut makin keroncongan, kami pesan menu favorit disini, yaa.. karena kami bertiga doyan kuliner jadi buat kami apapun yang menurut mereka enak pasti enak juga untuk kami.

Para pelayan di kedai senang dengan kedatangan kami, mereka mencoba mengajak bicara dengan bahasa Inggris, saling sahut menyahut, bahkan kami dapat extra fooding yang nyummi 😍😍 What a lovely people..

Dengan hati riang, perut kenyang, kami kembali ke Hostel untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan kami ke Jaipur esok subuh.

Taj Mahal dan Agra, terimakasih telah memberikan pengalaman baru buat kami.

Jaipur kejutkan kami dengan pesonamu!

Tunggu ya postingan selanjutnya..

#BIIndia #BIAgra #BITajMahal

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/