KAMI KELUARGA PETUALANG ALAM

Cerita ini merupakan bagian dari majalah Wisata New Zealand yang bisa diunduh / download di link ini: https://goo.gl/QN3Bx1

Cerita petualangan kami sekeluarga dimulai ketika saya dan keluarga pindah ke New Zealand karena istri mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Massey University. Singkat kata kamipun terbang bersama-sama dan tinggal di sebuah kota kecil, nama kotanya Palmerston North. Kotanya sangat berbeda dengan kota tempat kami tinggal dulunya di Jakarta. Sunyi senyap jika dibandingan dengan Jakarta yang ramai dengan hiruk pikuknya. Kalau di Jakarta jika lapar tinggal menunggu jajanan yang lewat seperti syomay, nasi goreng, sate dan bakso, namun disini tidak ada yang lewat sama sekali.

Setelah beberapa saat kamipun mulai menikmati tinggal di negeri ini, dimana negeri ini pemandangannya mirip dengan suasana di film Lord of The Ring. Alamnya seperti memanggil kami untuk segera bertualang, kamipun merespon panggilan itu. Akibatnya kulit kami semua menghitam legam terbakar sinar matahari, namun itu semua tidak menghalangi niat kami untuk melangkah lebih jauh. Jika ada waktu luang di akhir minggu kami mencari tahu trek baru mana yang akan kami jalani, memastikan trek ini cocok untuk kami sekeluarga. Satu hari sebelumnya kami memantau cuaca, jika cuacanya bersahabat maka kaki kami akan siap untuk melangkah kesana.

Supaya hemat kami selalu menyiapkan makanan sendiri. Biasanya kami akan menyiapkan setangkap roti tawar dengan isi daging atau sosis, dadar telur, keju lembar, lembaran tomat dan selada air. Tidak lupa rotinya diolesi oleh mentega dan saos tomat serta sedikit sambal ABC atau Belibis. Untungnya kedua sambal ini bisa diperoleh dengan mudah di toko-toko Asia. Roti sandwich inilah yang menjadi makanan ketika lagi berpetualang. Selain makanan buat kami, ASI (air susu ibu) menjadi andalan buat si bayi. Tanpa adanya ASI mana mungkin kami menjadi keluarga petualang alam. Jadi pesan saya buat ayah-ayah dan bapak-bapak, bahagiakanlah istri anda. Kalau istri bahagia maka ASInya akan banyak, bayipun sehat dan senang sehingga petualanganpun jadi menyenangkan.

Petualangan kami sekeluarga sempat terhenti sesaat ketika istri sedang hamil. Setelah melahirkan dan kami merasa si bayi sudah siap, kamipun segera bertualang kembali. Gendongan khusus bayi untuk naik gunung kami beli untuk kenyamanan bayi kami. Gendongan khusus ini sudah dilengkapi dengan pelindung dari teriknya sinar matahari dan juga jas hujan yang dapat menutupi gendongan agar bayi tetap kering serta nyaman.

Tidak terasa sudah banyak trek yang kami jalani. Gambar berikut berisi sekilas informasi dari beberapa trek yang kami taklukkan. Beberapa diantaranya memiliki kategori ringan menurut Departemen Konservasi Alam. Kategori ringan artinya cocok untuk petualangan keluarga. Tapi kami pernah juga tidak sengaja melalui trek dengan kategori medium – berat, memang terasa betul bedanya.

#WisataNewZealand #BINewZealand

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/