Korea Falls in Love 2016

Halo salam kenal. Tau grup ini dari temen saya yang nomaden Inten Utari. Anyway thanks sudah approved saya di grup ini. Sebagai perkenalan ijinkan saya menulis sedikit perjalanan bersama istri ke Seoul minggu lalu.

Mungkin sudah sering ditulis oleh banyak orang tentang Korea Selatan (selanjutnya saya sebut Korea saja) berhubung maraknya KPop dan drama korea di Indonesia. Dan istri saya salah satu korbannya. Dan sebagai suami yang baik saya berusaha membantu mengisi salah satu checklist dalam hidupnya.

Berawal di bulan Juli 2016 pulang dari liburan di Bangkok, saya memesan tiket ke Korea berangkat tanggal 30 Oktober sd 5 November. Saat itu belum tau apakah itu waktu yang tepat untuk berkunjung ke Korea. Setelah selesai urusan tiket saya baru browsing bulan segitu sedang apa di Korea. Dan ternyata itu adalah waktu yang pas untuk menikmati musim gugur di korea. Yay….langsung browsing lagi tempat tempat cantik musim gugur di korea.

Singkatnya urusan visa beres tanpa hambatan. Dan sementara anak dititip dulu sama neneknya. Kami cuma bawa print fotonya untuk kami pakai pose di beberapa tempat. Hahahaha. Intinya kami ingin menikmati liburan di korea berdua selain udaranya juga sangat dingin. Berbekal liburan sebelumnya, kami tidak yakin dia akan menikmati perjalannya.

Saya akan menulis beberapa bagian penting dalam perjalanan kami. Selamat membaca dan semoga berkenan. Apabila ada pertanyaan akan saya jawab sesuai pengalaman kami saat di sana.

1. Bandara
Pesawat kami mendarat jam 9 pagi waktu seoul. 6.5 jam perjalanan dari Bali. Waktu di korea 1 jam lebih cepat dari Bali. Kalau di Indonesia WIT. Incheon (dibaca In Con) bandara yang bersahabat. Tidak perlu takut tersesat karena petunjuk arah sangat jelas harus kemana dan dimana. Semua petunjuk arah ada tulisan hangeul dan bahasa inggris.

Pengambilan lugage dan proses imigrasi dilakukan di gedung berbeda. Dan menuju gedung itu kita harus naik semacam monorel seperti di singapore.
Semua berjalan lancar tanpa kebingungan. Cuma saat proses imigrasi saya diminta melengkapi data dengan alamat dan nomer telp tempat menginap.

2. Internet
Salah satu kebutuhan primer kita sekarang. Apalagi berjalan jalan di negeri orang kalau bisa tetap eksis di medsos dan mengabari teman dan keluarga di rumah. Hahahah sebenarnya ada yang lebih penting dari itu yaitu mencari petunjuk arah, ramalan cuaca, dan mencari rute subway.

Sebelumnya saya mempertimbangkan membeli paket internet dari Indonesia. Tapi dengan pertimbangan tidak efisien mulai dari harga paket, speed, dan kuota yang minim saya memutuskan untuk membeli nomer lokal atau menyewa wifi saja.

Setelah proses imigrasi dan pengambilan koper selesai kami menuju counter penyewaan wifi. Pokoknya mata harus clingak clinguk ke segala arah pasti ketemu kok. Saat itu saya tidak punya gambaran mau make jaringan apa. Tapi prinsipnya sih yang gak panjang antreannya. Saat itu yg gak ada antrean ternyata counter penyewaan wifi SKTelkom.

Awalnya saya bilang mau beli nomer lokal ternyata diminta ke antrean sebelah yg saya lihat panjang antreannya. Ogah…saya tanya berapa sewa wifinya? 5.500 won per hari atau sekitar rp60.000 dengan akses data unlimited dengan deposit kartu kredit sebesar 200.000 won atau sekitar rp2.5 jt yg langsung gesek kartu kredit. Deposit ini dibalikin saat kita mengembalikan modem. Saya hitung-hitung masih jauh lebih murah dibanding paket data dari kartu Indonesia. Deal!

Saya menyewa modem wifi dari SK Telkom selama 7 hari. Wifi bisa dipakai untuk 3 orang. Kalau berkelompok saya pikir pilihan ini sangat efisien. Selama saya di korea tidak sekalipun mengalami hambatan koneksi meskipun kami ada di bawah tanah dan di nami island yang jauh dari seoul. Overall tidak ada masalah dengan wifi nya. Internet lancar jaya. Recomended.

3. Transportasi
Pastinya jauh lebih baik dari Indonesia. Subway di Korea ada 9 jalur ditambah beberapa jalur khusus ke provinsi yang berbeda. Kalau lihat petanya pasti njlimet banget. Warna warni semrawut. Tapi sebenernya gak seribet itu kok. Karena prinsipnya sama aja. Ada beberapa stasiun yang merupakan koneksi antar jalur.

Untuk menggampangkan perjalanan instal aplikasi mapway atau metroid di hp kita. Pasti lebih gampang. Tinggal klik stasiun asal dan tujuan maka kita akan diberikan pilihan rute termurah atau tercepat. Kalau aplikasi metroid ada estimasi harganya malah tapi lebih jlimet bacanya. Saya lebih sering make mapway.

Mirip seperti singapore ez link, di korea ada Tmoney yang bisa dibeli di counter atau di mini mart seperti sevel atau CU. Pokoknya gampang. Selama di sana saya mengisi T Money total 30rb won atau sekitar rp360ribu. Saya naik bus sekali dan sisanya subway. Ada juga Mpass untuk wisatawan dengan paketan 20x naik subway per hari.

Cara isi ulangnya gampang. Karena mesinnya ada bahasa inggris. Jangan lupa memilih bahasa dulu sebelum ngisi ulang. Mesin2nya mirip seperti singapore dan KL.

Dari bandara ke seoul saya naik non stop train Arex. Biayanya 8000 won atau sekitar rp96rb. Pertimbangannya saya ingin dapat duduk dengan nyaman tanpa harus desak-desakan sambil membawa koper besar. Arex ini kereta juga tapi tempat duduknya seperti bus. Bukan seperti subway pada umumnya yang duduk hadap hadapan dan atau bergelantungan. Selain Arex ada juga all stop train seperti subway pada umumnya dan ada bus. Gampanglah pokoknya. Tmoney bisa digunakan untuk bus dan belanja di mart dan beberapa restoran.

4. Penginapan
Kami memilih apartemen dibanding hotel. Karena pertimbangan ada mesin cuci dan dapurnya. Hahahaha. Harga sesuaikan saja dengan budget. Banyak pilihannya kok. Lokasinya cari yang dekat stasiun. Apartemen kami di hoehyeon dekat namdaemun. 3 menit jalan kaki ke exit stasiunnya.

5. Mata Uang
Saat berangkat saya sudah berbekal won dari indonesia dengan kurs 1 won = Rp12. Murah? Gak juga karena harga di korea dalam ribuan. Contoh air minum botol kecil 1000 won alias 12.000. Atau sekantong chessnut seharga 5000 won alias 60rb. Hehehe. Saat di seoul saya sempat melakukan penarikan cash di atm yg ternyata kursnya lebih bagus ketimbang di Indonesia. Jd next time saya mungkin akan membawa won secukupnya saja. Sisanya narik di tkp atau pakai cc saja.

6. Makanan
Percayalah makanan di korea lebih enak ketimbang makanan korea di indonesia. Kecuali kimci yang tidak bisa kami makan, semua makanan baik street food atau restorannya enak. Pokoknya pantas dicobain semuanya. Satu hal yang menyenangkan semua tempat makan menyediakan air putih gratis bahkan sekelas cafe sekalipun. Tak usah ragu untuk nambah air putih kalau masih haus. Lumayan banget untuk menghemat.

7. Cuaca
Saat kami disana pernah suhu mencapai -4Β°c bayangan saya udah beku aja ternyata tidak separah itu. Dingin sih dingin tapi tubuh bisa menyesuaikan diri dengan segera gak pakai menggigil. Kecuali malam dan berangin. Kalau gak berangin biasa biasa aja kok. Sekedar saran gak perlu bawa coat banyak2 dr Indonesia, mending beli di seoul saja. Harga terjangkau dengan model dan pilihan yang beragam.

8. Tempat wisata
Seperti negara lainnya seoul memiliki tempat tempat wisata andalan. Seperti istana2nya, bukchon village, namsan tower tempat gembok cinta, everland, nami island, haneul park dll yang semuanya bisa dijangkau dengan subway. Kecuali nami island harus yebrang dengan kapal boat. Kunjungi saja semuanya kalau ada waktu. Jangan lupa susuri jalanan cantik di kota seoul dengan pohon gingko yang menguning. Entah kenapa semua tempat itu membawa suasana romantis untuk kami berdua.

10. Tempat shopping
Namdaemun lebih seperti chinatown. Pilihan barangnya sedikit. Kami tidak begitu suka dengan kawasan ini. Barang2nya kebanyakan made in china.

Myeongdong gudangnya kosmetik. Masker2 segala wujud ada. Street foodnya lebih banyak pilihan. Barang2nya banyak yang made in korea.

Insadong tempatnya lebih elegan. Banyak cafe dan butik butik produk lokal. Ada banyak spot cantik untuk berfoto.

Dongdaemun seperti mangga dua. Tapi produk produknya bagus dan made in korea. Cuma kalau produk korea memang agak mahal tapi disini ada jaket sweater seharga 10.000 won. Saya membeli sepatu disini dan bisa ditawar hahaha.

Hongdae ada di kawasan anak muda hongik university. Disini anak muda berseliweran. Cafe lucu dan pernak pernik lucu bertebaran. Salah satunya hello kitty cafe yg lucu itu juga disini.

Nah itu yg ingin saya sharing. Semoga bermanfaat bagi yang baru pertama kali akan ke korea. Apabila ada yang ingin dikoreksi dengan senang hati.

Salam jalan-jalan
#BIKorsel
#BIKorea
#BISeoul

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/