*Lewat Program Aupair, Anak berusia 21 Tahun ini akan Membawa Ibunya Tinggal di Jerman*
Tak terasa ini telah menjadi Tahun ke 3 Saya berada di Jerman. Pertama datang ke Jerman diusia Saya 18 tahun dan kini sudah 21 tahun.
Diruangan kamar berukuran 12 m2 ini lah Saya mencoba menuangkan seluruh cerita pengalaman Saya, bagaimana Saya bisa datang ke Jerman dan kini berkuliah di Uni Munchen Jurusan Ekonomi.
Ditemani secangkir teh rasa Strawberry dimusim Gugur ini, Saya mulai mengingat kembali kenangan-kenangan terdahulu sebelum Saya berhasil Mewujudkan Mimpi Saya Kuliah di Jerman.
Jika mengingat Saya berasal dari Keluarga yang sederhana, tinggal hanya bersama Ibu Saya yang setiap harinya berjuang membesarkan Saya, itu merupakan fakta yang berat bagi Saya.
Namun itu bukan alasan untuk mengubur Mimpi besar Saya. Mimpi yang Saya bangun sejak SMP, yaitu Kuliah di Jerman. Saya tahu, Saya paham untuk Kuliah di Jerman membutuhkan Uang Jaminan 8600 Euro, dan Saya juga tahu bahwa sangat sulit bagi Ibu Saya menyiapkan dana sebesar itu.
Tapi Saya tetap bersikeras untuk Kuliah di Jerman setelah Saya lulus SMA. Anda bisa katakan Saya egois, itu hak Anda berpendapat.
Namun Saya mempunyai cara tersendiri untuk bisa Mewujudkan Mimpi Saya Kuliah di Jerman, TANPA menyusahkan Ibu Saya.
Awalnya Saya berpikir untuk mencari beasiswa, beberapa website Saya lihat ternyata membutuhkan persyaratan yang cukup rumit. Hingga akhirnya Saya menemukan 1 website bernama “Infoaupair.com”.
Website dengan nama pemilik “Chairulah Mukmin” atau yang lebih dikenal dengan “Herr Ayunk” memberikan informasi berbeda mengenai cara Kuliah di Jerman, yaitu melalui Program Aupair.
Sebuah Program Pertukaran Budaya ke Jerman yang dibuat oleh Pemerintah Jerman secara resmi, Program tersebut memberikan kesempatan kepada Remaja diluar Jerman untuk merasakan tinggal bersama Keluarga Jerman (telah melalui tahap saling kenal) selama 1 tahun tanpa perlu biaya hidup.
Dengan Program Aupair ini, orang diluar Jerman berkesempatan untuk belajar budaya dan bahasa Jerman secara langsung. Maka kesempatan untuk bisa Kuliah di Jerman ataupun Kerja jauh lebih besar, sebab mencari informasinya langsung di Jerman.
Program Aupair ini juga tidak membutuhkan syarat yang super ribet, hanya Usia 18-26 tahun dan memiliki Sertifikat Bahasa Jerman level A1.
Lewat Aupair kita bisa terhindar dari Kulturshock pula, karena menjadi Aupair bisa belajar Mandiri, juga membentuk mental bertahan hidup di Negara asing.
“YESSSS” kata itu yang pertama kali keluar dari mulut Saya setelah membaca website milik Herr Ayunk.
Karena Saya seperti menemukan sebuah jawaban dari doa Saya selama ini, Program Aupair inilah yang Saya butuhkan!
Percaya atau tidak saat itu Saya sedikit mengeluarkan air mata. Saya rasa Anda tahu jawabannya.
Saya percaya Program Aupair ini jalan dari Tuhan.
Singkat cerita, Saya datang ke kantor Yayasan Aupair Indonesia Jerman dengan hati penuh harapan bersama Ibu Saya. Disana Saya bertemu dengan Herr Ayunk langsung, kami berbincang cukup panjang.
Herr Ayunk juga menjelaskan prosedur dari Program Aupair ini yang membuat Saya semakin yakin dengan pilihan Saya.
Bersyukur Ibu Saya mengizinkan Saya mengikuti Program ini, dan pada bulan April 2014 Saya mulai mengikuti pelatihan Kursus selama 1 bulan.
Diakhir bulan April Saya Ujian di Goethe Institut untuk ambil Sertifikat A1, Puji Tuhan Saya Lulus dengan nilai 80.
Saya bahagia ga nyangka, karena Saya sama sekali ‘gak’ punya basic bahasa Jerman dan belajar selama 1 bulan untuk persiapan Ujian itu menurut Saya keren banget!
Memang Herr Ayunk memberikan Garansi Lulus Ujian A1, Saya pikir metode yang diajarkan Herr Ayunk kurang efektif, ternyata Saya salah sangka. Ini melebihi ekspektasi Saya πŸ™‚ πŸ™‚
Setelah Lulus Ujian A1, 1 bulan setelah itu Saya mendapatkan Gast Familie (keluarga asuh) di Jerman. Bulan Juni Saya berangkat ke Jerman!!
WOOWW bisa Anda semua bayangkan dooong, betapa Happynya Saya. Betapa Bahagia dan Bangganya Ibu Saya, pada akhirnya Saya bisa berangkat menuju Negara Impian Saya tanpa Saya harus punya rekening koran dll.
1 Tahun tinggal bersama Keluarga Jerman membuat mental Saya semakin terbentuk, membuat Saya semakin menjadi seseorang yang Mandiri. Saya belajar banyak hal tentang kehidupan di Jerman melalui Program Aupair.
Saya rasa, jika bukan melalui program Aupair, saat usia Saya 18 tahun datang ke Jerman untuk langsung Kuliah, mungkin Saya akan mengalami Kulturshock yang parah karena tekanan budaya dan bahasa.
Kini masa Aupair Saya telah berlalu, saat ini Saya telah resmi menjadi Mahasiswi Uni Munchen πŸ™‚ πŸ™‚
Saya telah membuktikan bahwa keterbatasan biaya bukan lah penghalang untuk bisa Kuliah di Jerman !
Bagi Anda semua yang membaca kisah Saya ini, Jangan Ragu untuk memulai langkah besar dari yang paling kecil.
Mulailah dari mencari tahu tentang Program Aupair, bisa menghubungi Admin dari Yayasan Aupair Indonesia Jerman :
Mila 08563747776
Kemarin Saya sempat pulang ke Indonesia dan menghubungi Herr Ayunk, beliau sempat menceritakan bahwa tahun ini membuka kelas Program Aupair Ekslusif A1 di bulan November yang akan running :
Tanggal 20 Nov – 15 Des 2017
Ujian di Goethe 16 Desember dan
Keberangkatan ke Jerman Maret 2018.
Hanya saja Program Ekslusif ini juga punya 2 syarat tambahan, tidak berkerudung dan berbahasa Inggris aktif. Bagi yang berkerudung ‘gak’ perlu khawatir, bisa ikut dikelas Januari 2018.
Yuk hubungi SEKARANG juga, karena kuota kelasnya hanya untuk 5 orang.
Terbatas kan, sebab Herr Ayunk GARANSI BERANGKAT !
Baiklah, sebelum Saya menyudahi cerita ini, Saya ingin memberi tahu kalimat yang Saya ucapkan kepada Ibu Saya sebelum kemarin Saya kembali ke Jerman.
Saya berkata “Mom, tunggu Aku ya, 3 Tahun lagi Aku ajak tinggal di Jerman”.
Ibu Saya hanya memeluk Saya dan mencium kening Saya, saat itu Saya tahu beliau sedang mendoakan Saya didalam hatinya πŸ™‚

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/