Malam manteman BI-ers.
Mau share lagi. Mumpung masi fresh di ingatan.

Boleh ya? πŸ˜€

Postingan kali ini mau share pengalaman trip Kamboja (18-20 Oct 2017).

Dari HCMC, saya naik bus. Saya ambil agent bus 168 Sorya Bus. Menurut infonya sih ini salah satu agent bus terbaik di Kamboja. Harganya USD 11/orang. Saya beli on the spot. Lebih murah USD 1 jika beli online. 😁

Berangkat dari HCMH jam 1.30 siang dan tiba di Phnom Penh jam 8.30 malam menggunakan seat bus. Dari Phnom Penh berangkat ke Siem Reap jam 10.30 malam menggunakan sleeper bus (saya sengaja ambil bus malam yang sleeper karena hemat biaya penginapan dan bisa tidur di bus πŸ˜„).

Saya tiba di SiemReap pada 18 Oct 2017 (jam 5 pagi). Di terminal akhir 168 Sorya Bus, saya sudah dijemput driver tuktuk Pak Nasri Musa ( +855969987679) Saya booking untuk jasa driver tuktuk ke Pak Nasir Se Kong (+855977256503), tapi karena Pak Nasir harus men-service mobilnya, jadi Pak Nasri yang menjadi driver tuktuk trip saya selama di Siem Reap. (selain jasa tuktuk, Pak Nasir punya jasa mobil dan restoran juga) .
Satu tuktuk muat untuk 4 orang. Kmrn saya kena charge USD 15/day. 😁.

Di SiemReap menggunakan mata uang USD untuk transaksi sehari-hari. Kalau ada kembalian yang kurang dari USD 1, mereka akan mengembalikan dalam mata uang riel.

Tanggal 18 Okt 2017 : ke War Museum Cambodia (harga tiket masuk USD 5/orang, free tour guide) lalu lanjut ke Cambodian Cultural Village (harga tiket masuknya USD 15/orang). Di sini Pak Nasri menjadi tour guide & translator kami. Banyak show di tempat ini dan menggunakan bahasa kamboja. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Explore Cambodian Cultural Village selesai sekitar jam 6.30 sore. Sehabis makan malam, kami diantar ke Angkor Night Market dan akan dijemput jam 9.30 malam. Karena menurut Pak Nasri, tuktuk dia ini tidak boleh parkir di Night Market.

Tgl 19 Okt 2017 : explore Angkor Wat (harga tiket masuk untuk OneDayPass USD 37/orang). Dijemput jam 4.30 pagi di penginapan. Saat foto-foto di gerbang Bayon Temple sebelum masuk Bayon Temple, teman trip saya Tiolas Melati kehilangan handphonenya. Dan di sinilah explore Angkor Wat terhenti. πŸ˜…. Karena tiket Angkor Wat nya ada di case handphone. Teman saya melapor ke petugas tiket, tapi responsnya sangat buruk. Mencoba melapor ke petugas security, barulah dilayani dan dibantu proses. Petugas security yang melayani itu perempuan. Dia menghubungi driver tuktuk kami untuk menjemput kami guna membuat laporan ke polisi. Ketika saya menanyakan ke petugas security perempuan seberapa mungkin handphone teman saya ditemukan, dia jawab kamu bikin laporan dulu. Itu sangat memungkinan untuk ditemukan jika kamu sudah buat laporan. Di kantor polisi, saya menanyakan lagi ke polisinya mengenai kemungkinan handphone teman saya ditemukan, eh jawabannya beda sama petugas security perempuan tadi. πŸ˜₯πŸ˜₯. Pak polisi bilang dia akan berusaha tapi kemungkinannya kecil. Dia berjanji akan mengabari driver tuktuk kami jika handphone ditemukan Saya ada bilang bahwa kami akan meninggalkan SiemReap besok jam 3 sore. Ditemukan ataupun tidak ditemukan, mohon beri kabar ke driver tuktuk kami jam 8 pagi dan dia mengiyakan. Setelah proses membuat laporan polisi, kami makan siang dan ke Silk Farm Angkor Artisan lalu lanjut istirahat sore di penginapan. Jam 7.30 malam ke Night Street lagi. Request ke Pak Nasri untuk dijemput jam 12 malam. 😊

Tgl 20 Oct 2017 : Dijemput Pak Nasri jam 11 siang untuk makan siang dan diantar ke airport. 😁

FYI : Sebelum tiba di SiemReap, saya sudah hubungi Pak Nasir untuk memakai jasa driver tuktuk untuk 18-20 Oct 2017. Plan awal saya tiba di SiemReap 18 Oct 2017 sekitar jam 3 sore. Tapi berhubung kalau saya ambil bus yang jadwalnya sore hari dari HCMC, saya harus menginap di Phnom Penh. (akan ada biaya tambahan penginapan lagi. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜…πŸ˜…). Jadilah re-schedule tiba di SiemReap jam 5 pagi. Untungnya ketika saya info Pak Nasir bahwa saya akan tiba jam 5 pagi, beliau menyanggupi dan mengizinkan untuk mandi di restorannya. πŸ’ƒ (jam 5 pagi tidak memungkinkan untuk check in hotel). Ohiya, Pak Nasir juga memberi saran mengenai tempat penginapan. Sebelum menghubungi Pak Nasir, saya sudah booking penginapan. Saya info bahwa saya menginap di hotel X, Pak Nasir menyarankan kalau tempat menginap sebaiknya yang dekat Night Street atau Pub Street. Beruntung pemesanan saya bisa dicancel dan refundable, jadi saya ganti penginapan sesuai saran Pak Nasir. πŸ˜πŸ˜€πŸ˜Š
Bagi backpacker Muslim, tak perlu risau memikirkan makanan halal di SiemReap. Selama di SiemReap, kami makan di restoran Pak Nasir. Nama restorannya SiemReap Backpacker Halal Restaurant. Setiap pemesanan makanan, free minuman dan bisa nambah nasi. πŸ˜ƒ

Semoga postingan saya ini bermanfaat bagi manteman bi-ers yang akan berkunjung ke Siem Reap.

#BIKAMBOJA #BISIEMREAP #BIINFO

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/