*Mbolang ke Moiwayama di Sapporo..

Oktober sudah memasuki pertengahan bulan, daun-daun sudah mulai memerah di seantero Jepang.

Bagi yang menyukai suasana musim gugur, dengan hawa sejuknya, perubahan warna daunnya, maka Sapporo adalah daerah yang lebih cepat menyajikan hal itu dibanding daerah di sebelah selatannya.

Sebagai daerah yang terletak di pulau paling utara Jepang, sekaligus dekat dengan Rusia, maka keindahan musim gugur akan duluan menyapa sebelum daerah ini beku oleh salju dan tergantikan dengan Yuki matsuri, atau festival musim salju yang akan berlangsung pada tanggal 1 sampai 12 February tahun depan.

Bicara tentang Sapporo, maka akan banyak pilihan yang bisa dikunjungi.

Mulai dari taman Maruyama, yang berisi keindahan taman, kebun binatang, serta kuil khas Jepang.

Mlipir sedikit, ke Taman Odori yang selalu dihiasi perayaan di setiap musimnya.

Di sebelahnya, ada Tokeidai, atau Menara Jam yang merupakan ikon kota Sapporo, yang sekaligus menjadi museum.

Tak jauh dari situ, ada Akarenga, atau bangunan bekas pusat pemerintahan pemerintahan Hokkaido.

Akarenga, yang berarti bangunan batu bata merah, menawarkan sensasi sejarah yang epic, serta taman yang memanjakan mata.

Serta masih banyak lainnya.

Kali ini, saya ingin mengajak teman-teman untuk menikmati pemandangan musim gugur kota Sapporo dari ketinggian 531 meter dpl, tepatnya di puncak gunung Moiwa. Atau dalam bahasa Jepangnya, Moiwayama.

Akses menuju kesini bisa menggunakan trem, atau city car, atau dalam bahasa Jepangnya, Siden.

Untuk mudahnya, awal perjalanan kita mulai dari pusat kota, yaitu stasiun Sapporo.

Dari sini, bisa naik subway (chikatetsu) ke tempat naik trem ada di sekitaran stasiun Odori dan Susukino.

Bisa jalan kaki juga, gak sampai 10 menit. Rutenya mudah, sambil lihat google maps. Sekali naik trem, tiketnya 200 yen.

Di dalam trem, ada kupon potongan harga untuk naik ke Moiwayama. Harga normalnya, 1700 yen. Kalau pakai kupon, ada potongan 200 yen. Kupon itu bisa juga didapatkan di aplikasi “Sapporo” di playstore.

Sampai di stasiun “ropeway iriguchi”, turun dan jalan kaki sebentar untuk nunggu free shuttle bus yang akan membawa ke dasar bangunan moiwayama.

Karena ini kali kedua saya kesini, dari “ropeway iriguchi”, saya jalan kaki, karena sekalian mampir di convenient store.

Kalau jalan kaki berapa lama? Gak sampai 10 menit. Naik bus? Gak sampai 5 menit.

Hanya saja, kalau naik bus, lama nunggunya menurut saya. Karena busnya baru ada 15 menit sekali.

Setelah sampai di bangunan menara moiwayama, masuk, lalu naik lift hingga lantai 4.

Beli tiket, dengan pelayanan bahasa inggris atau Jepang. Jangan lupa, tunjukan kupon potongan harga, baik dari kupon atau aplikasi.

Lalu nunggu antrian naik ropewaynya.

Kira-kira 10 menit perjalanan, sampailah di puncak.

Kalau pas musim gugur, maka akan terlihat daun-daun yang berubah warna di seantero gunung. Pas pertama kali saya kesini, pas musim dingin, salju semua pemandangannya, plus suhunya masih di bawah nol!

Hari ini lumayan sejuk dan mendekati dingin, suhu di puncaknya 9 derajat celcius.

Di puncak moiwayama, silahkan melihat pemandangan kota Sapporo dari atas, berikut sensasi hawa dan sepoi anginnya.

Tambahan, setiap 30 menit sekali, ada pemutaran mini film tentang Sapporo yang berjudul “Star and Sky” dalam format 3D. Gratis.

Hanya saja, pengumumannya dalam bahasa Jepang.

Nah, kalau ingin nonton, sekalian nambah referensi tentang keindahan alam Sapporo sebagai tujuan wisata, bisa bertanya petugasnya. Semua petugasnya bisa berbahasa inggris.

Bagi para penyuka “koyo” atau perubahan warna daun di musim gugur, teman-teman bisa mengecek daftar kota beserta perkiraan tanggalnya di koyo.walkerplus.com.

Sapporo mulai dingin, di daerah gunung yang lebih tinggi sudah mulai turun salju. Di daerah kota, mungkin akan mulai turun bulan depan.

Salam musim gugur dari Sapporo untuk teman-teman #BI semuanya..

*Uki

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/