Mbolang n Kuliner.

Waktu itu 26 Juni 2017, ± jam 8 malam di resto bakso, kami baru saja menyelesaikan perjalanan panjang dari Banyuwangi ke Malang via Jember dengan jarak ± 280 kilometer dengan waktu tempuh ± 10 jam.

Perjalanan panjang yang sangat melelahkan, menguras tenaga, konsentrasi dan tentunya memancing adrenalin, tidak membuat nyali kamu ciut, tetapi semua keadaan seperti ini justru memberi kenikmatan yang luar biasa sebab bagi kami apapun yang terjadi, mengalir saja dan nikmati hidup ini.

Ratusan kilometer harus kami lalui dengan bermodalkan jiwa petualang, tidak berlebihan jika saya katakan demikian, karena memang kami harus akui, kami harus berhadapan dengan situasi dan kondisi yang seperti ini, yang berlainan di setiap jengkal jalan propinsi, hujan, panas harus kami lalui untuk menghemat waktu, sebab bagi kami cuaca yang berubah ubah merupakan kawan yang menemani kemanapun kami berada.

Belum lagi kondisi jalan yang berubah ubah, maksudnya disini, jalan yang rusak oleh karena hujan dan pengaruh lainnya. Kami harus mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi, mulai dari jalan yang bergelombang, licin, berlubang, dibeberapa jalan mengalami kemiringan oleh karena tekanan dari kendaraan kendaraan besar dan berat. Hati hati dengan jalan kondisi seperti ini bagi kendaraan roda dua, bisa bisa motor oleng dan berubah arah dengan tiba tiba dan jika dalam kecepatan yang tinggi, bisa saja kendaraan terjungkal. Ini patut diperhatikan bagi pengendara roda dua.

Disaat hujan turun dengan tiba tiba kami harus menghentikan kendaraan kami untuk memakai jas hujan yang kemampuan daya tahannya masih kurang sebab tetap saja kami basah kuyup, kalah dengan derasnya air hujan, yang kami anggap lucu jika kami sudah memakai jas hujan dan baru beberapa saat kami berkendara, tiba tiba hujan berhenti atau tepatnya kami meninggalkan hujan dan berada di tempat yang kering, terang penderang bahkan kadang kala panas menyengat. Perubahan seperti ini sering kami alami tetapi itulah seninya ngebolang.

Tetapi diperjalanan panjang ini, kami disuguhi dengan pemandangan alam yang tidak kami dapatkan di kota, kami bisa melihat hamparan padi, kebun tebu, berbagai tanaman palawija, sungai, suasana pedesaan dan menjulangnya gunung gunung.

Benar benar perjalanan yang menggairahkan, tapi harus diingat, jika kita memasuki sebuah kota kecil dengan segala aktifitas penduduk setempat alangkah lebih baiknya kita mengurangi kecepatan, sebab biasanya, saking lamanya/asyikny kita berkendara dengan kecepatan tinggi kita lupa bahwa kita sedang berada di tempat yang ramai. Ini mengandung bahaya, bisa saja kita menabrak sesuatu dan ini tentunya tidak kita harapkan.

Singkat cerita, tibalah kamu di kota kelahiran istri tercinta, kota kenangan dimana kami pernah mengikat janji sehidup bersama dalam anugerah Tuhan dalam pernikahan. Bakso Malang menjadi santapan pilihan istriku, sebab tempat ini adalah jalan masuk ke kota Malang, tepatnya di daerah pasar Belimbing, Bakso Cak Man namanya, jadi bagi yang sedang mbolang ke kota ini tidak ada salahnya mencicipi kuliner unggulan kota apel ini. Harga sesuai berapa jumlah yang kita pilih.

#Trip9. #LatePost. #26Juni2017. #TangerangBanyuwangi. #Travelling. #Kuliner. #BaksoMalang. #NgebolangItuKeren. #IstriHebat. #IstriTercinta. #MalangKotaKenangan. #Malang. #MyTripWithLove. #MyTripMyAdventure. #JalanPropinsi. #Adrenalin. #SalamJalanJalan. #SalamNgaspal. #SalamSatuJiwa. #SalamBackpacker. #Blader. #HondaBlade.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/