#BIINfo #BIPoll

Jadi ceritanya, waktu saya akan ke Soetta untuk mengejar flight ke Surabaya dengan Grab bulan kemarin, si sopir mengaku bahwa beliau akan jadi taksi online resmi bandara. Hal ini karena akhirnya Inkoppol, koperasi yang mewadahi sebagian driver Grab bekerja sama dengan AP2. Namun beliau harus bayar sekian juta rupiah per minggu untuk ijinnya. Biaya ini akan ditanggung Grab kalau beliau bisa capai target harian pengantaran DARI bandara (tidak termasuk KE bandara).

Kirain drivernya cuma ngomong asal. Saya pikir masa demi jadi taksi resmi aja dia rela bayar jutaan seminggu. Ternyata minggu ini jadi beneran. Hanya saja kalau mau order harus via booth Grab dulu gak bisa order langsung. Yang jd masalah, ada biaya tambahan per zona yang mungkin bisa bikin tarif Grab gak murah lagi.

Jadi kalian pilih gimana?

1. Order taksi online resmi, lebih nyaman karena masuk ke jalur taksi resmi, tarif lebih mahal, tapi bisa bantu si Bapak sopir.
2. Order langsung via app kaya biasa biar tarif lebih irit, walaupun lebih repot karena harus kucing-kucingan ama satpam bandara.

Mulai hari ini para pengguna taksi online sudah bisa menggunakan layanan aplikasi taksi online Grab di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Begini caranya.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/