NAIK METRO DI SAINT PETERSBURG, NGGAK HAYUB-HAYUBEN NGGAK SAH! 😁

Karena stasiun metronya dalam banget, ada yang hingga 86 meter dibawah tanah! Naik eskalator yang naik mah masih entenglah, tapi kalau pas turun, alamakjaaannggg…..pucing pala belbi 😞. Hebatnya, orang-orang lokal biasa aja, malahan turun di eskalatornya sambil lari-lari dan dengerin musik di headset, bener-bener jagoan 😱. Kalau eike mah udah hayub-hayuben dulu, diam di eskalator aja pegangannya kenceng bener, mana berasa nggak sampai-sampai saking dalamnya itu underground πŸ˜‚

Oke, begini uraian sederhana rute Metro di Saint Petersburg (selanjutnya disingkat SPB ya, pegel euy ngetiknya).

1. Beli tiket (yaiyalah 😟), bisa per perjalanan, bisa pakai kartu langganan. Saya pilih per perjalanan karena pengen coba naik bus juga, mumpung ngekost (xixixixi…..) di area yang dekat dengan segala moda transport. Nanti dapatnya koin warna kuning kayak koin uang, jadi hati-hati kalau ketuker duit gopekan 😁

2. Cara pakai tiket koin cukup masukin di mesin kayak masukin duit ke celengan ayam. Trus nanti pintu terbuka otomatis. Untuk keluar enggak perlu pakai koin. Dan koin ini berlaku untuk semua area yang tercover metro, tidak ada istilah luar ring atau luar kota yang memerlukan tiket terpisah.

3. Rute metro di SPB dibagi 5 line. Biar gampang, saya ngapalinnya berdasarkan warna : hijau, ungu, orange, merah dan biru. Rumah kost alias apartemen yang saya sewa lewat Airbnb berada di jalur orange, paling mentok pula yaitu Ulitsa Dybenko. In my opinion, rute metro di SPB dan Moscow sama-sama cukup gampang dipelajari (udah pernah ke Paris dan nyoba naik Metro? Nah, itu rute ruwet level kabupaten dah. Tapi kalau udah lulus metro Paris mah yang lain-lain berasa simpel *sombong 😁*.). Bedanya, SPB lebih enak sebab kalau ganti jalur enggak ada yang perlu keluar stasiun sama sekali (asal nggak nyasar ikut exit). Tapi di Moscow ada beberapa stasiun metro yang untuk ganti jalur musti ganti stasiun juga meskipun antar stasiun dekat tapi yah bayar lagi dong.

4. Lanjut, cara baca rute Metro di SPB mah gampang aja. Misalnya saya ada di Ulitsa Dybenko, mau dugem dunia gemblung di Nevsky Prospekt, nah ya tinggal naik metro dari stasiun Dybenko, lalu turun di stasiun Spasskaya, lanjut cari line biru yang arah Nevsky Prospekt. Biar yakin mbolokin, sebelum naik metronya, hitung dulu berapa stasiun untuk sampai tujuan, dipakai patokan. Don wori ada woro-woro dan tulisan di papan elektronik kok, but just in case, yakan 😁. Untuk pulang, ya caranya sama, tinggal dibalik rutenya aja. Untuk menuju tempat-tempat lain, sami mawon tinggal dirunut ikut rute warna apa dan apakah direct atau perlu ganti line dari stasiun awal. Kalau perlu ganti line ya cukup cermati turun di interchange mana, jarak berapa stasiun. Udah, gitu doang.

5. Kalau nggak sengaja ikut arus manusia yang emang banyak banget di underground SPB, trus ngikut exit? Gampang. Keluar stasiun dulu, karena eskalator exit dan entrance dipisah jarak dan waktu, eh dinding kaca, jadi enggak bisa langsung mak bedunduk mbludhus lagi. Setelah keluar, masuk lagi lewat pintu yg terhubung dg eskalator entrance. Sebelumnya, perlu nyemplungin koin tiket lagi memang. Ya gak apalah, bukan traveler kalau nggak pakai nyasar, yes 😁

6. Stasiun metro terdalam ada di Admiralteskaya, kurleb kedalaman 86 meter dibawah tanah *yasalaaammm…..singunen akut nek ngene carane*.

7. Saya berada di SPB bulan Juni, hanya sekitar 2 bulan setelah berita ledakan bom di stasiun underground SPB oleh teroris yang mengakibatkan 11 orang tewas. Puji Tuhan, perjalanan saya lancar dan nyasar *eh 😁

8. Orang-orang SPB? Baik! Mayoritas orang Russia yang saya jumpai selama perjalanan ini berkategori baik dan sangat baik, puji Tuhan. Yg nyebelin ada tapi kaum minoritas aja, jadi jangan khawatir dengan mitos orang Russia kaku dan dingin. Pancarkan aura baik dan friendly, niscaya bakal banyak teman dan banyak ditolong oleh orang-orang Samaria yang baik hati.

9. Kendala bahasa dan aksara? Yes banget! Banyak yang enggak ngerti basa enggres. Tapi kan kita punya basa kalbu, qiqiqiqi…… Hanya butuh sedikit kreatifitas untuk mengatasinya kok. Donlot aplikasi penerjemah : Yandex atau Google translate pun cukup. Maka jangan lupa beli sim card lokal Russia. Providernya beragam tapi yang populer adalah MTS, Megafon dan Beeline. Aktivasinya wajib pakai tanda pengenal (paspor untuk turis, tentu saja, masa kartu BPJS 😟). Tarifnya beti dan cukup murah, under 200 ribu sudah dapat paket data internet berlaku untuk seluruh wilayah Russia, paket telpon dan SMS selama 30 hari. Internetnya olwes kenceng yang Beeline punya saya, top lah. Kegunaan internet mobile ini ya untuk hal-hal tak terduga di jalan gini. Misal nyasar lalu mau tanya orang, orangnya kagak bisa basa kalbu, yawes tinggal pakai aplikasi penerjemah. Saya malah pakai audionya (toh internet kenceng olwes, yes?) jadinya malah main trenslet-trensletan pakai audia dengan orang-orang. Trus ngekek-ngekek bareng. Trus kenalan. Trus dapat diskon juga, kadang. Nah, bisa multi fungsi modus banget kan aplikasi penerjemah audio ini πŸ˜πŸ˜‚

10. Saya juga 1x mencoba naik bus. Bayarnya Rub 40 dan manual, ntar ada kondektur datangin. Macam di kopaja ya hehe… Saya bayar pakai recek koin Rub yang udah saya buntel plastik, eh sama bapak kondektur nggak diitung, langsung dikantongi aja sambil manggut-manggut *tampang anak baik, saya mah*

11. Apakah saya pengen balik ke SPB lagi? Yes banget! Tapi kalau balik, saya maunya nginep di Nevsky Prospekt, karena I do love this hip street dan semua objek wisata populer nyaris semua ada di ruas jalan ini. Mihil sih pasti sebab SPB memang terkenal kota mahal, apalagi nginepnya di lokasi yang hip. Tapi yah sapa tau ogut segera kaya-raya, amin…. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

Wokey, itu dulu tentang Russia. Lain kali membahas visa, gimana cari penginapan, dll yak 😊

#bisaintpetersburg
#birussia
#bistpetersburg
#travel101

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/