Solusi supaya OLEH2/ BARANG UNTUK KEPERLUAN PRIBADI / BUKAN BARANG DAGANGAN , TIDAK KENA PAJAK DI BANDARA .

Tolong perhatikan prinsip-prinsip berikut.

Isilah dengan benar formulir Customs Declaration yang dibagikan ketika Anda masih di dalam pesawat, mengenai nama, kenegaraan, jumlah barang yang dibawa beserta nilainya.

Yang pertama adalah filosofi uu pabean adalah mengutamakan penerimaan negara dari pada menghukum.
Kedua adalah jika sengaja menyembunyikan barang dari luar negeri bisa terancam hukuman denda bahkan pidana.
Ketiga adalah barang bawaan penumpang untuk keperluan sehari-hari tidak akan dikenai bea masuk.
Prinsip pengenaan bea masuk oleh petugas bea cukai !

Jika BARANG BARU , apapun itu nilai maksimal adalah US $250, jika lebih dari itu akan dikenakan bea masuk, pajak dan lainnnya;
Jika BARANG ADALAH KEBUTUHAN SE HARI2, seperti pakaian, sepatu, jam, notebook, handphone, kamera dan sejenisnya tidak akan dikenakan bea masuk atau pajak;

Beberapa barang ada yang sama sekali tidak boleh masuk seperti narkoba, obat-obatan dan barang yang terkena lartas lainnya. Anda harus bisa menunjukan bahwa itu adalah barang legal !

Jika ketemu sama petugas yang sengak / minta uang / atau mempersulit

Itu adalah oknum, petugas yang benar adalah menilai objektif barang bawaan Anda, jika memang harus kena bea masuk ya Anda harus bayar, tapi jika dia minta uang dengan berbagai alasan itu adalah oknum.
Jangan mau kalah sama petugas seperti ini, oritentasinya sudah uang, maka lawan saja jika Anda benar, jangan takut !

Rekam, foto dan laporkan saja ke sistem pengaduan masyarakat Bea Cukai, alamat lapornya di sini : http://www.beacukai.go.id/pengaduan.html

Yang mengundang kecurigaan / atensi dari petugas bea cukai:

1. Membawa barang ke indonesia melebihi kewajaran sebagai barang kebutuhan sehari-hari misalnya kamera koq bawa 3, handphone bawa sampai 4, pakaian desain sama koq sampai 10 stel, sepatu sampai 4 pasang
2. Barang dikemas dengan kondisi susah dibuka isinya, malah akan mengundang kecurigaan, jadi sewajarnya saja lah

Official Website Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/