Perjalanan wisata ke Jepang mahal? Tidak juga. Itu yang saya alami ketika backpacking selama 1 minggu (15-21 Maret 2016) bersama suami dan 3 anak saya (usia 15 thn, 13 thn, dan 8 thn). Asal kita pintar-pintar memanfaatkan fasilitas khusus turis yang disediakan pemerintah Jepang, seperti pass khusus juga voucher diskon utk turis, maka kantong akan terasa lebih ringan.

Saya akan berbagi cerita tentang memanfaatkan fasilitas transportasi khusus utk turis di wilayah Kanto yaitu JR Tokyo WIde Pass (baca selengkapnya di sini: http://www.jreast.co.jp/e/tokyowidepass/). Sharing cerita ini sekaligus menjawab derasnya arus pertanyaan dari teman-teman BI tentang itinerary saya selama di Jepang.

Pass ini di antaranya meliputi Tokyo, prefecture (provinsi) Ibaraki, Gunma, Tochigi, Saitama, Chiba, Kanagawa, Yamanashi, Nagano, Shisuoka. Jika tujuan teman-teman ingin ke Gunung Fuji, main salju di Gala Yuzawa atau di Karuizawa, melihat indahnya taman bunga yang maha luas di Hitachi Seaside Park, berkunjung ke kota elegan Nikko, atau ingin merasakan serunya melakukan perjalanan ke Hakone, jalan-jalan ke Yokohama, datang ke Museum Doraemon di Kawasaki, atau sekedar iseng bolak-balik merasakan cepatnya kereta shinkansen, cukup membeli pass khusus utk turis. Dengan membeli tiket JR Tokyo Wide Pass seharga 10.000 yen (dewasa) dan 5.000 yen (anak2 usia 6-12 tahun, di bawah 6 tahun gratis), maka Anda bisa berkunjung ke semua tempat ini. Murah sekali bukan?

Tiket ini dijual di semua kantor JR East Travel Service Center yang tersebar di Tokyo. Harga yang sangat worth it mengingat kartu pass ini bisa dipakai selama 3 hari dan meliputi semua jaringan JR dan monorail termasuk kereta super cepat shinkansen dan limitted express train. Caranya mudah, cukup tunjukkan paspor maka bisa mendapatkan fasilitas JR Tokyo Wide Pass.

ITINERARY

Hari pertama (15 Maret 2016):
Dengan Air Asia mendarat pukul 22.30, tepat waktu, di Haneda, disambut suhu dingin 6 derajat C. Langsung mlipir ke Hotel MyStays Haneda dengan shuttle bus yang disediakan pihak hotel. Saya merekomendasikan bagi teman-teman yang bepergian dengan anak-anak untuk menginap di hotel ini. Selain ada shuttle bus yang memudahkan kita menuju hotel, harganya juga lumayan murah (saya booking Rp 1 juta utk satu malam). Jika tidak membawa anak-anak mungkin asyik aja kita menunggu sambil istirahat di bandara sampai pagi. Jd tidak perlu keluar biaya hotel 1 malam kan.

Hari Kedua (16 Maret 2016):
1. Check out Hotel MyStays Haneda, dengan monorail (harga tiket 470 yen dewasa dan 240 yen anak2), lanjut JR Yamanote line (saya beli Tokyo Metropolitan District Pass/Tokunai seharga 750 yen utk dewasa, bisa naik jaringan JR sepuasnya seharian), pindah ke aparteman Uguisudani Grace di kawasan Ueno.
2. Jalan ke Akihabara
3. Lanjut ke Shibuya (Hachiko Statue and Shibuya Crossing
4. Berakhir di Harajuku (Takeshita Street dan Daiso)

Hari Ketiga (17 Maret 2016)
1. Beli JR Tokyo Wide Pass di Ueno Station sembari mampir sebentar ke Ueno Park yang posisinya persis di sebelah stasiun Ueno (park exit)
2. Menuju Hitachi Seaside Park, Ibaraki. Dengan Tokyo Pass kami berangkat dari Ueno Station dengan kereta Hitachi 11 (limitted express train) ke stasiun Katsuta. Meskipun bukan shinkansen, kereta ini cepat sekali dgn interior yang mewah. Dari Katsuka naik shuttle bus ke Hitachi park dengan harga tiket 100 yen. Pulangnya naik shuttle bus yg berbeda (harga tiketnya 400 yen) ke Stasiun Katsuka dan lanjut naik Tokiwa 84 (limitted express train) ke Ueno. Jangan lupa reserve seat sebelum berangkat (tanpa biaya tambahan dengan menunjukkan JR Tokyo Wide Pass). Repot banget kalo gak pesan seat, percaya deh.

Hari Keempat (18 Maret 2016)
1. Main salju ke Gala Yuzawa. Jaraknya sekitar 75 menit dari Ueno dengan Shinkansen Tanigawa 77 langsung ke Stasiun Gala Yuzawa, yang dicover juga oleh JR Tokyo Wide Pass. Jika memiliki JR Tokyo Wide Pass, tiket masuk seharga 2.600 yen (dewasa) menjadi 1.300 yen, dan anak2 dari 1.550 yen turun menjadi 1.000 yen. Harga itu sudah termasuk tiket gondola bolak balik, plus sewa sled, boots, dan gloves. Murah sekali kan? Caranya gampang, tinggal tunjukkan paspor dan tiket JR Tokyo Wide Pass di counter tiket masuk. Pulangnya naik Shinkansen Max Tanigawa 78.
2. Mampir ke Imperial Palace (jalan kaki aja dari Tokyo Station)
3. Belanja2 di Ameyoko shopping street (jalan kaki sepanjang Stasiun Okachimachi sampai Stasiun Ueno)

Hari Kelima (19 Maret 2016)
1. Gunung Fuji. Dgn JR Tokyo Wide Pass berangkat dari Statiun Shinjuku langsung ke Stasiun Kawaguchiko gak pake mampir (sekitar 2 jam perjalanan). Dari stasiun jalan kaki aja ke Danau Kawaguchiko, deket kok, cuma 10-15 menit jalan kaki santai. Di Kawaguchiko bisa melakukan hal-hal berikut: naik rollersoaster di Fuji_Q Highland yang konon paling heboh di Jepang (kami tdk mencoba, seram ya, terima kasih), naik bus sampai stasiun 5 untuk melihat indahnya Mt Fuji (sayang hari itu tdk ada bis yg naik krn cuaca buruk, kami blm beruntung), atau naik kereta gantung Kachi-Kachi untuk melihat indahnya pemandangan dari ketinggian. Beli jg kue2 bentuk gunung fuji, sampai gak tega gigitnya saking bagusnya.
2. Shinjuku. Jangan lupa mampir ke BIG CAMERA Shinjuku atau BICLO karena di gedung itu dijual semua jenis kamera (murah pake bangetttt), barang2 elektronik, juga fashion Uniglo. Manfaatkan voucher khusus beli kamera utk turis, lumayan dpt tambahan diskon 6 persen. Naik ke Uniqlo lantai 7, baju2 asli murah banget, yg harga 590 yen juga ada.

Hari Keenam (20 Maret 2016)
1. Asakusa: kalap belanja kimono seharga 1.000 yen di Nakamise street, foto2 di Sensoji Temple
2. Menyusuri Sumida River sambil foto2 dgn latar Tokyo Skytree yg ngehits dan hinggap sebentar di Rainbow Bridge yg warna merah itu.
3. Ke Shinjuku lagi (suami sy belum puas lihat2 kamera, jd ke sana lagi)

Hari Ketujuh (21 Maret 2016)
1. Check out dari apartemen Uguisudani Grace, titip koper di locker Stasiun Hamamatsucho (siapkan koin 500 yen, 100 yen, atau lembaran 1.000 yen). Sewa loker paling mahal 600 yen saja.
2. Menuju Ueno Park
3. Jalan-jalan ke Yoyogi
4. Ke Shinjuku lagi (hadehhhhh…)
5. Ke Bandara Haneda, take off Air Asia ke KL pukul 23.30, tepat waktu.

Catatan: Rencana kami ke Museum Doraemon gagal karena tidak dpt tiket masuk. Tiket hanya bisa dibeli di mesin yg ada di jaringan Lawson. Jadi yg berencana ke sini harap beli tiketnya jauh-jauh hari sebelumnya atau paling tidak hari pertama ketika mendarat di Jepang

Maaf ya kalau sharingnya panjang kali lebar. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

#BIJepang #JRTokyoWidePass #BITokyo

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/