Pernahkah anda ke Buleleng Bali yg petaninya nanam anggur?
Mungkin sudah ke Bulelengnya tapi belum lihat anggurnya ya.

Why?
Karena mereka terpaksa jual anggurnya 500rupiah per kilo.
Itu tahun 2011. Padahal anggur lokal di Hb supermarket kan 60-70 ribu per kilo.
Jadi selisihnya kemana?
Ke middlemen yg jumlahnya seabreg -abreg.
Jadilah petani terpaksa menjual tanah mereka karena tanam anggur yg panennya lama itu susah, perlu air dan pupuk banyak, ongkosnya tinggi dan harga jual cuma gopek.

Seorang ibu M yang melihat situasi itu dan memutuskan membeli anggur itu dg harga 10-15 kali lipat langsung dari petani.
Beliau juga bangun winery, set up laboratory dan meng hire a winemaker dari perancis utk bantu buat wine.

Hasilnya adalah 6 jenis wine asli Indonesia yg dalam 20 bulan terakhir sudah memenangkan 19 internasional award.

Namanya: Sababay Wine

Award terakhir adalah Juni lalu di Vienna ketika ditandingkan dengan 10.000 merk wine dengan 17 hakim dari seluruh dunia.

Hasilnya, moscato d’Bali produksi Sababay memenangkan hadiah ketiga untuk wine terbaik di seluruh dunia.

Jadi, apa artinya sahabat?
Artinya Indonesia kini punya wine dengan mutu dunia.
Dan membeli tiap tetes wine Sababay sama dengan membantu petani anggur Bali untuk tetap tekun pada anggurnya, bisa menghidupi keluarga mereka, dan tidak usah menjual tanah mereka hanya untuk makan.

Jadi sahabat, kalau Anda punya teman, sekarang anda tahu oleh-oleh apa yang bisa anda bawakan untuk mereka dari bumi Indonesia (literally) yaitu Sababay Wine.

Bila Anda tidak keberatan, mohon teruskan pesan ini pada rekan2 Anda.
Biarkan mereka menikmati anggur asli dari bumi Nusantara berkelas dunia

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/