Pulau Sao ..
Pulau ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi para pencari ketenangan & pemburu suasana syahdu. Karena kebetulan pulau ini masih sepi dan belum dikelola oleh pemerintah setempat, udah paham dong klo belom dikelola pemerintah setempat pastinya biaya makin minim buat berkunjung ke tempat ini .. 😝

Pulau yang cukup kecil dan cukup dekat dari pulau induk sumatra. Pulau ini bisa dikelilingi dengan cara berjalan kaki sekitar 15-20 menit jika kita mengitarinya. Pulau yang kaya akan biota laut & terumbu karang. Pulau yang tidak berpenghuni tersebut menyimpan kesyahduan yang tak kalah dengan pulau2 yang lagi naik daun disekitaran pulau sumatra ..

Pulau ini bisa dijadikan banyak opsi jika kita pergi kesana, bisa buat celup2 manja (maen aer), snorkling, diving, kemah, berburu ketenangan, bahkan sampai foto prewed. Dipulau ini terdapat 1 pondok inti yang gunanya menampung para pengunjung jika ingin bermalam dipulau ini dan 2 pondok kecil untuk para pengunjung yang gunanya duduk2 santai ..

Pulau Sao menyimpan banyak kisah tentang bagaimana negara tercinta kita saat zaman penjajahan. Tepat ditengah pulau terdapat satu lubang yang berdiameter cukup besar, konon kabarnya menurut orang2 tua zaman dahulu lubang itu terjadi akibat kolonial penjajah (gak tau jepang atau belanda) pernah menjatuhkan bom dari atas pesawat (layaknya hirosima & nagasaki) sehingga terbentuklah sebuah lubanv dipulau tersebut yang berdiameter cukup besar sampai saat ini masih ada, dan terdapat juga 3 lubang kecil yang berdiameter 5±m yang dulunya tempat menyembunyikan senjata2 saat perang (bom, dinamite, senjata api, dll) ..

Dan tak kalah horornya, pulau ini menyimpan 9 kuburan tersembunyi yang tidak bisa diketemukan apabila kita sengaja mencarinya serta dapat berpindah2, dan beruntung saya menemukan 4 kuburan saat berkunjung ke pulau ini ..

Sangat disarankan, bagi para pengunjung yang ingin kepulau ini banyak membawa air minum karena dipulau ini tidak terdapat banyak pohon kelapa atau air yang bisa langsung diminum saat kita berada disini. Maklum namanya juga pulau tak berpenghuni, dipulau ini memang dulunya ada sumur, tapi sampai saat ini tidak dipakai entah apa penyebabnya. Lebih sayahdunya lagi. dipulau ini sinyal gadged sampai tembus ke 4G, ya jadi bagi alayers bisa melakukan live saat berada dipulau ini ..

Tepat dibagian selatan pulau ini, terdapat banyak terumbu karang yang masih hidup dan menurut saya menyaingi pulau pasumpahan & pamutusan untuk pemandangan bawah lautnya ..

Jika berkenan kepulau ini, silahkan langsung saja ke muara Pasir Jambak daerah kota padang. Dan cari perahu nelayan untuk mengantarkan kita kepulau tersebut. Jarak tempuh dari daratan sampai kepulau berkisar 20-30 menit perjalanan laut. Klo mau gampang, saat sampai dimuara Pasir Jambak, cari orang yang bernama “Idon” karena orang tersebut sudah terbiasa mengantar para pengunjung yang ingin kepulau sao. Untuk estimasi biaya paling maksimal 50rb perorang (PP) ..

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/