Residency di Georgia. #BIGeorgia
Mungkin postingan ini melewati aturan karena sifatnya bukan untuk backpacking tapi soal ijin tinggal. Jadi jika dinggap tidak ada hubungannya admin bisa menghapusnya.

Sepertinya banyak yang tertarik soal mendapatkan ijin tinggal dan saya mendapatkan banyak pertanyaan inbox dari pertama posting soal ijin tinggal di Georgia.

Sebelumnya saya akan infokan biaya, tapi mohon jangan judge soal harga, karena saya memang kurang nyaman omongin soal harga depan publik.

Bikin ijin tinggal dan ijin usaha pakai bantuan calo biayanya $1600 dengan proses yang mudah dan gampang, saat itu otomatis visa turis kita yang 30 hari diperpanjang.

Jadi masih tertarik membaca?
Kalau rasa tidak atau iya, bisa dipikirkan.

Apakah mahal?

Relatif.
Di Indonesiapun ijin tinggal orang asing untuk pekerja sampai 7 jutaan kalo ga pakai calo. Pakai calo pasti 2x lipat itu minimal.
Biaya saya diatas adalah biaya pakai calo.
Untuk negara-negara lain juga kalau ingin punya ijin tinggal bisa sangat mahal.

Kenapa saya pakai calo? Karena saya ga mau ribet, ga bisa bahasa Georgia atau Russia.
Sistem birokrasi di Georgia pada dasarnya sangatlah efisien, mereka sangat membanggakan birokrasi mereka yang 1 pintu dan praktis. Sebenernya untuk mau buat ijin tinggal bisa sangat murah. Tapi saya ga tau cara ngurus dari awal sampai akhir supaya ga bikin kesalahan dan menanggung resiko ditolak, malah kehilangan biaya yang telah saya keluarkan.

Supaya ga salah pengertian, saya membagi kontak calo/pengacara, bukan karena ingin dapat untung, jadi sama sekali ga ada niat komersil dari postingan ini.

Melihat dari kasus saya pribadi.
Saya ajukan ijin tinggal karena melihat kemudahan yang diberikan oleh pemerintahan Georgia bagi orang asing ingin tinggal di Georgia.

Visa untuk orang Indonesia hanya 30 hari, e-visa $20, dalam waktu 1 tahun. Jadi waktu tinggal kita terbatas, jika dibandingkan dengan ijin kunjungan paspor Amerika, Australia, Eropa, sampai 360 hari dalam waktu 1 tahun.
Mengajukan ijin tinggal berarti mendukung gaya hidup saya yang cenderung nomaden.
Ini saya share e visa nya, ga perlu bukti rekening dan bisa diajukan dimana saja selama punya internet dan bayar pakai kartu kredit, ga perlu bukti keuangan juga.

https://www.evisa.gov.ge/GeoVisa/

Kekurangan dari kita yang memiliki paspor Indonesia adalah susahnya pengajuan visa jika ingin traveling ke berbagai tempat. Kadang memaksa kita untuk harus balik ke Indonesia hanya untuk buat visa.
Dengan adanya ijin tinggal di Georgia maka saya bisa ajukan visa di negara negara terdekat misalnya Turki atau Georgia sendiri, ga perlu bela-belain mesti balik jauh ke Indonesia lagi kalo saya mau ajukan Schengen Visa atau ke negara-negara Amerika Selatan.

Saya tidak terikat kerja dengan perusahaan apapun di dunia ini, jadinya saya ga punya visa kerja yang memungkinkan saya punya residency di suatu negara di luar Indonesia, jadi peluang saya bikin visa Georgia bisa pakai Business visa, dimana ijin yang saya lakukan adalah ijin membuka usaha di wilayah Georgia.

Georgia merupakan negara kecil yang lokasinya berada di antara Asia dan Eropa Timur, tapi cenderungan budayanya Eropa, tentu bagi yang suka mengalami pengalaman untuk hidup di belahan bumi lain ingin merasakannya.

Beberapa pertanyaan soal ijin tinggal di Georgia :

Bisa ga kerja pakai visa ini?
Bisa, untuk jelas teknisnya tanya pak pengacaranya ya (calo).

Tapi saran saya, kalo memang mau bekerja, gaji Georgia tidaklah tinggi, upah minimun tahun ini $138 sebulan. Ga jauh dari Indonesia kan?
Wajar saja, biaya hidupnya juga ga jauh beda sama biaya hidup di Indonesia.
Untuk mengetahui biaya hidup di Georgia bisa klik link berikut :

https://www.numbeo.com/cost-of-living/in/Tbilisi?displayCurrency=USD

Dengan pertimbangan bahasa utama di Georgia bukanlah bahasa Inggris, tapi Georgian dan Russian. Jadi untuk bekerja mungkin akan terjadi kesulitan untuk orang Indonesia pada umumnya.

Dimana ya bagusnya tinggal dan biayanya?

Kalo untuk tempat tinggal harian, mingguan, bulanan saya sarankan pakai airbnb karena biayanya cukup murah dengan kondisi tempat tinggal fully furnished, termasuk ada pilihan mengakomodir sejumlah orang, jumlah kamar sesuai pilihan juga dengan berbagai spesifikasi lainnya. Juga ga pakai ribet.

https://www.airbnb.com/

Di forum grup facebook juga ada informasi soal apartment yang disewakan secara terbuka dengan harga yang terjangkau namanya ” Apartment for rent in Tbilisi ” .

Peluang yang memungkinkan untuk orang Indonesia adalah membuka bisnis peluang apa?

Bisa apa aja. Disini produksi anggur/wine berkualitas sangat baik. Selebihnya bisnis adalah soal inspirasi dan klik, semua terserah teman-teman nantinya. Entah itu membuka restoran Indonesia atau buat toko organik, boleh-boleh saja.
Sebagai pembanding, warga negara India banyak yang melirik Georgia untuk tempat bermigrasi, banyak diantara mereka yang usaha bisnis kayak jual pakaian, membeli ladang pertanian, karena orang asing bisa memiliki hak milik di Georgia. Bahkan mereka banyak yang sangat mudah belajar bahasa Georgia.

Saya bahkan pernah bertemu orang Nepal buka usaha foto copy, orang China buka warung masakan China, orang Thailand buka usaha masakan Thai.
Sedangkan saya sendiri secara formal buka usaha pariwisata yang namanya Bali Tourism, LLC., bergerak di bidang pariwisata.
Usaha saya bisa saya umumkan tidak benar-benar berjalan secara faktual karena memang bisnis saya bukan bisnis yang memungkinkan perlu ijin saat ini, saya jualan online yang ga ada hubungannya dengan ijin tinggal di Georgia. Saya gunakan usaha supaya bisa dapat ijin tinggal.

Bisakah saya mendapatkan paspor Georgia?

Pernah saya dikasi sekilas info oleh pengacara (calo) kalo seandainya memiliki properti (tanah atau bangunan) bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan paspor.
Perlu dipertimbangkan, Georgia memberlakukan dual citizenship sedangkan Indonesia tidak. Jadi pada dasarnya jika mendapatkan paspor Georgia berarti bisa kehilangan kewarganegaraan Indonesia atau menyerahkan paspor Georgianya.
Selain itu ada pula peluang bisa mendapatkan paspor Georgia adalah satunya menikah dengan WN Georgia atau diberikan langsung oleh presidennya.

Soal mendapatkan paspor atau pindah kewarganegaraan saya bisa mengerti di satu sisi mengapa sebagian orang ingin pindah kewarganegaraan. Di satu sisi saya juga paham betul kenapa orang Indonesia memiliki kecintaan dan keukeuh dengan paspor Indonesianya. Misalnya karena di luar ga ada yang jualan rendang atau jualan bakso dan nasi goreng pakai sambal terasi πŸ˜‚. Awwwhhh tempe mana tempe…
Bertahan dengan kewarganegaraan karena takdir dan pilihan atau memilih ingin keluar dari kewarganegaraan juga soal pilihan. Kita tentunya tak bisa mengukur kecintaan seseorang dari urusan administrasi saja dan rasa nasionalis tidak bisa diukur sesempit itu.
Saya berusaha paham kedua pilihan tersebut. Beberapa anggota BI disini juga sudah ada yang tidak memiliki paspor Indonesia lagi.

Namun perlu di lihat tidak semua yang di luar negeri itu selalu lebih baik atau lebih jelek. Tentunya kalo ingin punya paspor lain akan melalui proses yang panjang, entah itu wawancara, ditanya tentang kontribusi apa yang akan kita berikan untuk negara tersebut, mereka ga mau dong cuma dapat Warga Negara baru yang cuma ambil untung aja. Soal pajak sudah pastinya harus dibebankan kepada orang yang telah jadi warga negara baru tersebut seperti warga negara lainnya.
Karena jangankan kewarganegaraan, kerja di negara orang dan punya ijin tinggalpun kita harus bayar pajak di negara tersebut.

Harga $1600 itu untuk berapa bulan dapat ijin tinggal?

Biaya yang saya paparkan di atas $1600 melalui pengacara untuk warga Negara Indonesia pertama kali adalah untuk 6 bulan. Perlu pula menaruh uang di rekening Georgia senilai $2000. Untuk ijin tinggal dan ijin buka usaha yang prosesnya sangat mudah dan praktis.
Menurut info pengacara biasanya negara negara seperti India, Thailand, Philippines juga sama dapat awalnya 6 bulan. Sedangkan untuk WN Australia, Eropa atau Amerika pertama kali bisa dapat setahun. Sedihnya bagi negara negara di Afrika atau Iran sering kali pengajuannya ditolak. Entah karena alasan apa saya kurang tau detailnya.
Berdasarkan pengalaman pengacara, saya adalah WN Indonesia yang mengajukan ijin tinggal dengan bantuannya dan dapat 6 bulan.
Berikutnya setelah masa berlaku habis, ijin itu bisa diperpanjang kembali, dengan pertimbangan seperti apa perkembangan bisnis orang bersangkutan, pajak yang dibayar, wawancara dan keuangan. Perpanjangan bisa diberikan sampai 6-24 bulan dengan biaya $400-600.
Karena itu saya sarankan bisnisnya benar-benar dikerjakan, karena kasusnya ga seperti saya nantinya, pengajuan perpanjangan saya cuma dikabulkan 6 bulan lagi, karena bisnis saya belum benar-benar berjalan.
Jika bisnis teman-teman berjalan dengan baik, tentunya ijin tersebut akan dikabulkan sampai 2 tahun.

Sering ada pertanyaan lanjutan pada saya soal bagaimana mengajak anggota keluarga?

Pengalaman saya, suami bisa saya sponsori berikutnya.
Oh ya, pengacara juga menyarankan kami kawin lagi, jadi di Georgia kami seolah belum mencatatkan perkawinan kami dimanapun, sehingga kami kawin lagi di depan the house of justice dan mencatatkannya. Tujuannya biar saya tak repot bolak-balik ke Turki minta surat legalisir perkawinan sementara di Georgia belum ada kedutaan Republik Indonesia.
Kedepannya jika saya ingin mensponsori suami saya untuk ijin tinggal maka akan bisa saya lakukan.

Apakah bisa mensponsori anak?
Saya kurang tau soal itu. Lebih baik ditanyakan pada pengacaranya langsung agar saya tidak salah kasi informasi. Saya yakin bisa.

Pernah juga saya mendapatkan pertanyaan, apakah orang Georgia rasis, atau apakah mereka ramah?
Selama ini saya tidak pernah mendapatkan perlakuan rasis. Namun pernah saya posting kalo saya sering dihalo-haloin orang sini, pernah pula dibuntutin cowok sini ngajakin makan siang, disapa “Ni hao”, karena bagi mereka semua orang Asia mukannya sama. Lebih cenderung mereka melihat orang Asia eksotik, walaupun kadang saya tau beberapa diantaranya punya fetish Asian.
Tentunya Georgia punya masalah sendiri soal diskriminasi, namun saya kurang nyaman menulisnya sekarang disini, tapi yang saya salutkan dari mereka, mereka tidak begitu suka dengan pemerintahan Rusia, tapi tidak memiliki kebencian pribadi dengan orang Rusia. Mereka tau memisahkan ketidak sukaan terhadap suatu pemerintahan dengan ketidak sukaan pada orang tertentu. Jadinya orang Rusia yang berada di Georgia aman-aman saja.
Soal keramahan, saya rasa orang Georgia agak pelit senyum, tapi itulah mereka dan cara mereka, tegur sapanya pun ga terlalu lebay. Palingan bilang halo “gamarjoba” dengan tatap mata, tanpa senyum, tapi bukannya jutek lho.

Untuk selanjutnya dan kalau memang benar-benar serius saya bisa sarankan gampangnya tanya ke kontak dibawah, karena ada hal-hal detil saya ga tau jelasnya lebih lanjut. Bisa email langsung ke lawyernya.

http://www.companyformationgeorgia.com/obtaining-a-residence-permit-in-georgia

Apa susah buka bisnis disana ?

Dari tulisan saya di atas sebenernya sudah dijelaskan membuat ijinnya sangat gampang, dengan adanya ijin itu kita jadi gampang buka usaha, atas ijin usaha yang ada 6 bulan (di awal) nantinya akan semacam kesempatan kita melihat sambil jalankan peluang usaha dan ide ide, tapi kalo selama usaha itu berjalan pajak jalan terus.

Gampang ga punya usaha?

Saya agak bingung dengan pertanyaan ini?
Apakah gampang balik modal atau gampang cari modal, atau gampang dapat untung.
Siapapun tau bisini itu selalu pasang surut, ga selalu mulus, ga selalu berkerikil.

Gampang kontrak toko?

Sepertinya gampang.
Saya sendiri tidak pernah melakukannya. Kalo serius bisa tanya langsung di pengacaranya ya. Biar saya ga salah info.
Di Depan house of justice sendiri ada orang Nepal yang punya usaha potocopy nawarin saya untuk kontrak kantor di atas bangunannya.

Peluang usaha masakan halal? Kenapa enggak.

Banyak Turis Azerbaijan, Emirat Arab datang kesini. Saya yakin mereka mau.
Oh ya baru saya inget disini ada masakan Irak, Iran juga Turki yang halal.

Tapi kalo belum bisa putuskan, lebih baik berkunjung dulu ke Tbilisi supaya bisa tau akan suka atau enggak dengan negara ini.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/