Salam Sejahtera…Salam semua ,saya akan mencoba sharing perjalanan backpacking minggu lalu dengan tujuan destinasi Laos dan Thailand Utara dari tgl 9-16 November 2016…Saya bareng teman2(8 orang) yg sebelumnya belum pernah ketemu dan hanya kenal di forum grup Backpacker,kita janjian meet up di KLIA2,btw kami datang dari berbagai daerah(Penang,Pekalongan,Bali,Jakarta(2 org),Pontianak dan Sanggau(2org).
Setelah memburu tiket di tahun 2015 akhirnya hari H telah tiba…Yeayyy..ayo kita simak ya..

***Hari pertama tgl 9 Nov kami terbang dr daerah asal masing2,saya sendiri ngambil pswt paling malam dr Penang dan sampai di KLIA2 jam 00.40 dan kita ngemper di Bandara ,kita saling tunggu karena jadwal ketibaan kami berbeda2,dan akhirnya kami bisa meet up semua sekitar jam 1 dinihari (10 Nov)..setelah berkenalan secara live kita ngobrol ngalor ngidul membahas ulang itin yg telah kita atur secara terperinci di grup…setelah capek kita tidur secara bergantian karena saling jagain barang bagi yg sedang melek…

***Hari kedua tgl 10 Nov, sekitar jam 4.00 kita bersih2 dulu dilanjutkan ngantri imigrasi,panjang banget antrian,Oya pesawat kami ke Vientiane jam 6.40 am..disarankan untuk teman2 bagi yg punya jadwal penerbangan pagi,mengantri lah 1.5-2 jam lebih awal…
Pesawat landing di Wattay International Airport Vientiane tepat jam 8.20 am(penerbangan dr KUL-VTE mengambil masa 2 jam 40 menit),waktu di Laos sama dengan WIB..
Kami sudah memesan taxi dari hotel tempat kami menginap tapi ternyata taxi yg di tunggu2 tidak datang,sabar aja lah toh masih banyak taxi di bandara,akhirnya kami pesan taxi bandara(minvan) dengan harga $8,kok murah??karena kita berlapan akhirnya seorang kita bayar $1…sebelum ke hotel kita tukar USD ke KIP dulu di bandara,ratenya ga terlalu jelek kok,so tukar dulu $100 dapat 812.600 kip.. so kita bepatokan $1=8000kip biar enak ngitungnya..setelah beres semua kita meluncur ke hostel,hostel kami adalah Vientiane star hotel.Kami memesan 2 kamar (sekamar berempat),harga sekamar $28 (seorang $7)include breakfast,hotelnya lumayan sesuai harga…Kita sampai terlalu awal jadi terpaksa nunggu check in,kita di perbolehkan numpang mandi sambil nunggu check in,pukul 12 .00 kita di perbolehkan check in…
Setelah beres kita mulai explore Vientiane,tujuan pertama kami adalah makan siang di Warung EKO,pemiliknya WNI yg lama tinggal di Vientiane dan buka warung makan makanan Indonesia,kita naik tuk2 untuk menuju kesana seharga 5000kip per org..
Kami disambut dgn sangat ramah dgn pemilik warung EKO..menunya Indonesia banget,karena ada gudeg,sy memesan nasi gudeg,teman2 ada yg pesan rendang dll..woww joss tenan rasane..Setelah kenyang kita berphoto ria dgn pemilik Warung Eko dan kita lanjutkan ke Stupa Pha That Luang,
Obyek wisata yang pertama adalah Pha That Luang yang merupakan sebuah candi budha yang berukuran cukup besar dan berlapis emas. Berada di pusat kota Vientiane, candi yang satu ini mempunyai 3 tingkat yang masing-masing tingkat sebagai refleksi bagian dari doktrin budha. Pha That Luang dibangun pada abad ke-3 dan pernah mengalami beberapa kali renovasi, salah satunya adalah pada tahun 1930. Tempat wisata yang satu ini disebut-sebut sebagai monumen nasional paling penting dan merupakan simbol nasional.
Pha That Luang merupakan Stupa besar peninggalan Buddha dengan tinggi lebih dari 45 meter dan lebarnya sekitar 69 meter. Pha That Luang ini bentuknya seperti piramida dan di skelilingnya dikelilingi oleh stupa kecil dengan jumlah sekitar 30. Pha that luang ini merupakan stupa yang seluruh bagiannya ditutupi dengan 500 kilogram emas murni, emas adalah logam mulia yang bisa menunjukkan kemegahan Laos. Melihat stupa ini bentuknya mirip dengan Candi Borobudur yang sama sama peninggalan Buddha.
Di sini kami hanya photo2 di luar,karena dari luar sudah Nampak megah…setelah puas photo2 ternyata waktu sudah agak sore dan kita putuskan untuk kembali ke hotel untuk bersih2..pukul 8 malam acara kita lanjutkan dgn mengunjungi Night market untuk sekedar cuci mata ,tapi bagi para mbak2 ada aja yg di beli..heheh..balik ke hotel jam 11 malam tapi sebelumnya makan malam dulu…

***Hari ketiga 11 Nov..seawal jam 8 pagi kita sudah sarapan di Hotel,kita sudah janjian dgn bapak sopir taxi bandara untuk mengantar kami ke destinasi selanjutnya yaitu Vang Vieng…setelah sarapan ternyata bapak supir sudah menunggu..sebelum kita berangkat ke Vang Vieng kita akan mengunjungi Patuxai atau Victory Gate (Gerbang Triumph) untuk berphoto ria…ternyata kita di patuxai mengambil waktu satu jam lebih,padahal plan kita hanya setengah jam..hahha…kalau urusan photo2 mmg lupa waktu…dari hotel ke patuxai dekat saja sekitar 10 menit berkendara…
Sedikit ulasan ttg patuxai…dahulu dikenal bernama Anosavari Monument. Ini adalah monumen perang yang lokasinya ada di Vientiane dan jika orang Perancis datang, menyebutnya sebagai Aux Morts. Pembangunan monumen dilakukan antara tahun 1957 sampai dengan 1968. Tujuan pembangunan Monumen Patuxai ini adalah untuk mengenang jasa para pahlawan dan orang yang turut berjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan Perancis. Selain disebut dengan beberapa nama berbeda yang sudah disebutkan di atas, Patuxai dinamakan juga dengan Arc de Triomphe dari Vientiane dikarenakan bangunan tersebut mirip dengan Arc de Triomphe yang ada di Paris. Desain eksteriornya begitu menawan dimana ada hiasan dengan simbol agama Buddha berupa daun teratai dan menara stupa dan juga patung animisme.
Daya tarik dari obyek wisata yang satu ini adalah adanya air mancur yang bergerak seiring alunan musik. Tidak hanya itu saja, anda juga bisa mendaki puncak Patuxai untuk melihat keindahan yang ada di sekitar Patuxai..
Sekitar jam 10.30am kita berangkat ke vang Vieng..untuk sewa minivan kita di patok harga $100 sudah termasuk mengunjungi Patuxai..jadi seorang hanya bayar $12.5 ,kenapa kita memilih minivan daripada bus,karena minivan bisa mengantar kami sampai ke hotel…
Perjalanan ke vang Vieng membutuhkan waktu 3 jam 30 menit…di dalam minivan kita semua happy,ngobrol ngalor ngidul sambil membicarakan itin selanjutnya…setelah =satu jam perjalanan kami semua teleeerr,dan pada molor..hahhah…Akhirnya kita sampai di Vang Vieng sekitar jam 2 siang,Subhanallah..indah banget kota Vang Vieng. rugi banget kalau melewatkan kota ini untuk di kunjungi,dgn pemandangan yg ajib banget…o ya..hotel kami berasingan,saya berempat memilih Vang Vieng Backpacker Hostel hanya $5 include sarapan .wowww..murce bo..dan teman kami yg berempat memilih hotel yg lain…jadi kami berpencar untuk masalah hotel..setelah check in kami bersih2 dulu dilanjutkan mengisi perut di resto dekat hostel…setelah kenyang sy masih penasaran dgn resto diatas sungai akhirnya kami berempat mencoba resto tsb,banyak sekali floating resto berjejer di tepi sungai….kami hanya pesan jus buah,dan yg penting photo2..Viewnya wow banget…Setelah puas dan waktu lumayan agak malam,kami survey tour untuk besoknya..setelah pilih2 akhirnya kami sepakat memilih one day tour dari jam 9 pagi-5 sore include lunch..tour meliputi 4 activity, Tubing and caving inside water cave,
Picnic lunch outside cave, Kayaking,and blue lagoon…Deal dgn harga 140.000 kip per pax..dan di pick up di hostel,selanjutnya kita survey lagi untuk mencari tiket night sleeper bus tujuan Luang Prabang,setelah kesana kemari akhirnya dapat harga termurah dari sekian banyak agen dan ternyata yg di depan hostel…deal dgn harga 90.000 untuk keberangkatan besok malamnya jam 11 mlm,padahal tempat lain mematok harga 110.000-120.000 dgn bus yg sama..kebetulan mas2 yg punya agen pernah bekerja di Melaka selama setahun tapi tetap saja ga bisa bhs melayu,hanya bisa bilang terima kasih dan apa kabar…heheh,tapi englishnya lumayan,dan baik banget orgnya..Balik hostel bersih2 dilanjutkan jalan2 malam di sekitar kota vang vieng…kota yg agak sepi menurut saya tapi sangat nyaman..pukul 12 malam balik ke hostel dan istirahat nyimpan tenaga untuk tur besok..
*** Hari keempat 12 Nov,Seawal jam 8 pagi,kami sarapan di hostel dulu sambil nunggu pick up dr pihak tur,setelah pihak tur datang kami langsung check out, Pihak Tur menjemput kami ber8 di hotel yg berbeda,backpack2 kami titipkan ke agen tempat beli tiket yg pas depan hostel…dan diperbolehkan..asekkk..baik kan..
Yeayyy kita mulai tur dgn menaiki kenderaan khusus turis,untuk tur pertama kita menuju ke Tubing and caving inside water cave…perjalanan lumayan jauh hamper setengah jam,dalam perjalanan,sy merasa taksub dengan keindahan bukit2,gunung2 yg ada di Vang vieng,indah banget…bikin ati adem..setelah sampai di tempat tujuan,kita dikasih arahan oleh sang guide..tapi kita terpaksa nunggu setengah jam karena antrian masuk cave panjang banget..jreng22..giliran kami tiba…wowww..keren bingit..hehe Untuk Tubing and caving inside water cave agak mirip di goa pindul tapi lebih panjang,gelap dan lebih berat karena kita harus menggunakan tenaga kita untuk bergerak dgn memegang tali(kalau di goa pindul kita hanya duduk ganteng dan di tarik sam guide),untuk Pergi dan balik lagi ke dalam cave memerlukan waktu lebih satu jam,tapi memang recommended…acara di lanjutkan makan siang..setelah makan siang kita menuju ke tempat kayaking,perjalanan kurang lebih 20 menit untuk menuju ke tempat start kayaking,setelah di beri pengarahan dan perlengkapan keselamatan akhirnya team kita dibagi 4.untuk 2 kayak di pandu guide,dan 2 kayak termasuk sy kita pandu sendiri,tadinya grogi juga karena medannya belum tahu,tapi alhamdullillah lancer sampai tujuan akhir…Kayaking ini recommended banget ya manteman,selain exercise kita bisa bersatu dgn alam,pemandangan yg luar biasa mampu menghilangkan kepenatan kita..heheh..Kayaking memerlukan waktu satu jam lebih dan menempuh kira-kira 5 km,itu kata guidenya..hehe
Setelah kayaking kita menuju ke destinasi terakhir yaitu Blue lagoon,untuk menuju ke sini memerlukan waktu 25 menit…Masuk bayar 20000 tapi sudah include biaya one day tour..Untuk Blue lagoon menurut saya biasa saja..heheh…
Ternyata ga terasa waktu sudah menujukkan jam 4.30 sore,saatnya kita balik ke agen bus,di drop off sama pihak tur…di tempat agen kita numpang mandi dgn bayar 5000kip per orang dan sekaligus laundry,harga laudry untuk biasa 5000 kip per kilo dan untuk yg special (kilat) 15000per kilo,kita pilih yg kilat Karena malamnya harus berangkat ke Luang Prabang..setelah bersih2, kita makan malam dulu karena perutsudah complain minta diisi,setelah beres ngisi perut sy mencoba laos massage,untuk satu jam urut kaki dan leher dikenakan bayaran 60000kip,menurut sy harga normal… dan massagenya hampir sama dgn Thai/Cambodian massage…Recommended…sy balik kea gen bus sekitar jam 9.30,waktu tersisa kami gunakan untuk ngobrol dgn mas agen bus yg juga pemilik mini market..karena mas agen baik,sy kasih makanan bekal kami dr Indonesia,seperti Indomie,Biskuit dan lain2..happynya dia…see u bang..
Jam 10.30 pm telah tiba,kami di jemput tuk2 untuk di hantar ke halte bus..15 menit berlalu bus kami datang…sleeper bus yg kami tumpangi masih terbilang ok,walaupun kaki sy ga bisa lurus untuk tidurnya..maklum kaki sy panjang..hahha,tapi untuk teman2 yg lain bisa nglurusin kaki..hahah,nasib lah jadi org tinggi..heh syukurin aja..heheh
Perjalanan dari Vang Vieng ke Luang Prabang memakan waktu sekitar 8 jam,dengan jalanan yg kurang begitu baik di tempat2 tertentu…sy kurang pasti tepatnya di mana,ada kurang lebih satu jam,bus berjalan bergoyang2 karena jalanan ga rata,tapi alhamdullillah tidahk terjadi apa2…teman sebelah saya asyik tidurrr ..hahha..Singkat cerita kami sampai Luang Prabang…atau Bannaluang bus station..seawal jam 7 pagi..
*** Hari Kelima-13 Nov..Sampai di Terminal bus Bannaluang(Luang prabang)kita istirahat sebentar untuk sekedar ke Toilet atau ngeteh…setelah siap kita ber8 berpisah lagi karena hostel kami berasingan..(bertiga dan berlima),kita nego dulu dgn tuk2 untuk mengantar ke hostel dan sekalian nego untuk tur ke Kuang si waterfall…akhirnya deal 80000kip ke hostel dan 300000 ke kuangsi…untuk ke hostel kita bagi 8 dan ke kuangsi kita bagi 6 karena yg 2 org tidak ikut ke kuangsi…yg berlima menginap di Joy hostel dan sy bertiga menginap di Villa Philaylack Guesthouse,kamar twin private,AC,kamar mandi dalam,tv,kulkas seharga $9 seorang…kami sewa 2 kamar,yg kamar satunya sendiri karena temannya cancelled..Recomended untuk harga segitu…sekali2 nginap di Private setelah semalam ga bisa nglurusin kaki..hahhahah
Sampai di GH jam 9 pagi dan sy boleh early check in,asekkk…GH ini tidak include sarapan tapi ada free coffe,tea…lumayan lah bisa ngopi…
Rasanya menemukan berlian ya setelah ketemu kasur empuk dan ruangan ber AC apalagi setelah perjalanan panjang dgn sleeper bus..hehe..bersih2 dulu…karena tuk2 akan menjemput sy jam 11 ..untuk 2 teman sy tidak ikut ke kuansi ,mereka memilih wisata budaya di kota LP..
Jam 11 Tuk2 sudah tiba dgn 5 orang lagi teman sy yg beda hostel…cusss..kita meluncur ke Kuangsi waterfall..perjalanan memakan waktu sekitar 1.5 jam,karena sopirnya bandel..sy suka banget..hhahah…Sampai di Kuangsi kita dikenakan bayar tiket masuk sebesar 20000kip per orang..
Kuangsi waterfall cakep banget…Subhanallah….Recomended banget,Kalau ke Luang Prabang dan nggak ke kuangsi memang rugi banget..heheh
Setelah 2 jam berkelana,photo2 ganteng di kuangsi waterfall dari atas ke bawah akhirnya kita mengakhiri kunjungan ke air terjun ini dan kita kembali ke Hotel masing2..ngantuk dan capek jadi satu…sampai Hotel sekitar jam 5 sore…istirahat sebentar ,bersih2..dan teng3…kita ke night market..
FYI ,Villa Philaylack Gusthouse ini sangat strategis ,karena berada di dekat sungai Mekong dan di pusat kota,jadi mau kemana2 jalan kaki juga bisa,kalau ga mau cape bisa sewa sepeda atau motor..,tapi sy jalan kaki saja…
Di Night market,terdapat banyak barang2 jualan seperti night market pada umumnya,teman2 kami kalap belanja..hahha,dan sy kalap kulinerrr…beruntung say menemukan kuliner vegetarian all u can eat,hanya 10000kip untuk sepiring pertama…bisa ditebak kan,kalau sy ngambilnya banyak banget..setelah puas jalan2 di night market kita pulang jam 11 mlm,Karena besok paginya akan mengikuti acara TAKBAK…tidur awal..
***Hari keenam-14 Nov..Seawal jam 5 pagi kami bertiga sudah bangun,karena acara TAKBAK dimulai dari jam 5.30-6.30 saja,
Barisan panjang biksu berjubah warna jingga dan berjalan tanpa alas kaki, menjadi pemandangan menarik yang mengawali pagi hari di kota Luang Prabang, Laos utara.

Para rohaniwan Buddha itu melakukan ritual Tak Bat, upacara pengumpulan sumbangan yang menjadi tradisi aliran Buddha Theravada sejak berabad-abad lalu.

Menurut kepercayaan Buddha Theravada, para biksu tidak diperkenankan bertani dan memasak makanan sendiri. Satu-satunya cara menunjang kelangsungan hidupnya adalah dengan mengumpulkan sumbangan dari umat berupa makanan atau terkadang uang. Para biksu makan sekali sehari lewat pemberian itu, lalu hanya minum air sampai keesokan pagi.

Sebagian besar penduduk negara-negara Indocina seperti Thailand dan Laos merupakan penganut aliran Buddha Theravada. Jadi ritual Tak Bat ini tak hanya bisa dijumpai di Luang Prabang, tapi juga di kota-kota lainnya di Indocina seperti Bangkok dan Chiang Mai. Namun Tak Bat di Luang Prabang terlihat lebih hidup dan spektakuler karena kota kecil ini memiliki banyak biara dengan ratusan biksu yang setiap pagi melakukan upacara tersebut.

Keunikan ini pula yang mengundang wisatawan dari seluruh penjuru dunia mengunjungi Luang prabang. Tak pelak lagi, ritual Tak Bat sekarang menjadi atraksi wisata yang masuk dalam daftar wajib lihat bagi pelancong, bahkan turut dijual oleh agen wisata. pedagang lokal menawarkan dagangannya dengan agresif. Mereka merayu semua turis yang lewat supaya membeli nasi ketan dan buah-buahan untuk diberikan pada biksu. Perlengkapan ritual Tak Bat seperti alas duduk dan selendang tradisional Laos tak lupa pula turut disewakan.
Dan kami berdua membeli perlengkapan TAKBAK seharga 30000kip..Acara TAKBAK berlangsung secara singkat,setelah jam 6.30 para biksu sudah melakukan rutinitasnya sendiri dan kami balik ke Hotel untuk melanjutkan istirahat dan bersih2..
Pada pukul 8.30 kami ber8 janjian untuk keliling sambil jalan santai di sekitar kota LP,antarnya mengunjungi museum Laos(photo2 ganteng dan free),kami belum bisa masuk ke museumnya Karen memang belum buka,menyusuri tepian sungai Mekong dan berakhir di morning market…
Belum puas menikmati kota LP yg adem dan nyaman(niat di hati akan kembali lagi dan khusus LP),setelah balik ke hotel dan siap2 untuk check out jam 11.30,Tuk2 langganan kami akan menjemput kami jam 12 untuk ke bandara Luang Prabang…Tepat jam 12.00 tuk2 kami udah datang bersama teman2 kami yg nginap di Joy hostel…seperti biasa kami bayar 8000 kip per orang….
Untuk Kali ini kita keluar dari Laos melalui Bandara Luang Prabang menuju ke Bangkok,kami take off jam 15.50 dan landing di DMK airport jam 17.10,penerbangan dr LP ke DMK mengambil masa 1 jam 20 menit,seperti biasa antrian di DMK sangat luar biasa,hingga jam 6.30 baru kelar,dan dari sini kami berpisah lagi untuk penginapan,kami bertiga menginap di sekitar Khaosan Road dan teman2 kami berlima menginap di sekitar bandara…tadinya berencana mau naik bus atau kereta untuk ke khaosan,karena sudah malam akhirnya kami bertiga naik taxi menuju Prasuri Guest house,biaya taxi 270thb,dan untuk gampangnya kami bayar 300thb,sisanya untuk pak sopir jadi seorang 100thb,penginapan di prasuri kami ambil yg private triple room+fan+kamar mandi pribadi seharga 900thb semalam,bagi 3 jadi seorang 300thb..lumayan…sampai GH sudah jam 8.30,setelah check in,kami memesan taxi untuk besok pagi jam 5…deal dgn harga 450thb…setelah menaruh bag,kita lanjutkan untuk cari makan di sekitar khaosan road,pilihan kami simple aja,Pathay+buah mangga+air mineral…menghabiskan malam di khaosan road saja,ini kali ketiga saya ke khaosan road dan kali ini memang sepiiii banget karena masih dalam suasana berkabung…Balik ke GH dan Istirahat..
***Hari keenam-15 Nov..seawal pagi jam 5,taxi sudah standby di depan GH,kami trs meluncur ke bandara dan berkumpul lagi dgn teman2 yg beda hotel, untuk penerbangan selanjutnya menuju Chiang Rai…Take off jam 8.10 dan landing jam 9.30..penerbangan dr DMK ke CEI memerlukan masa 1 jam 20 menit sama dgn LP-DMK…
Sampai di CEI tepat waktu dan kami sudah di jemput minivan yg sudah kami booking untuk tour Chiang Rai plus drop off ke Chiang mai…
Minivan yg kami booking mmg recommended,sopirnya namanya Joe,Englishnya lancar dan humoris…sewa minivan seharga 5000thb dan bagi 8..lumayan hemat.. Kami berunding dulu dgn mas Joe untuk itin yg kami yg flexible sesuai tempat dan jarak,,setelah berembuk akhirnya kami setuju dgn itin yg di sarankan..
Tujuan pertama kami adalah Long Neck Village,Jarak dr Bandara ke Village ini lumayan jauh,sekitar hamper satu jam perjalanan baru bisa sampai ke village tsb..masuk ke kampong ini kita di wajibkan membayar tiket masuk sebesar 300thb,di dalam village ini kita bebas berphoto dgn penduduk disitu ,mereka menjual barang2 kerajina produksi kampong tsb..bisa belanja barang2 asli sana,,harga ga terlalu mahal..dan seperti biasa para ibu2 belanja2 dan untuk cowok2 photo2 dan ngobrol sama penduduk..
Di Village ini kita menghabiskan waktu sekitar satu jam…setelah puas kita menuju ke Golden Triangle,perbatasan 3 negara yaitu Thailand,Laos dan Myanmar) yg di pisahkan oleh sungai Mekong ..untuk menuju kesana kita memerlukan waktu 1.5 dr Long Neck village…sampai di Golden Triangle,sy pribadi merasa taksub karena biasanya sy berada di border 2 negara tapi skrg 3 negara…setelah puas selama satu jam di Golden Triangle,perjalanan dilanjutkan ke White temple(Wat Rong Khun)..untuk menuju ke white tmple dr golden triangle,memerlukan waktu yg lumayan juga sekitar 1.5 jam naik minivan,,, Meskipun dinamakan White Temple, jangan bayangkan tempat ini serupa dengan candi kuno berumur ribuan tahun yang biasa kita jumpai di Indonesia. Sesungguhnya White Temple merupakan salah satu proyek seni modern yang didesain oleh seniman Thailand, Chalermchai Kositpipat. Untuk memasuki gedung utama, pengunjung harus melewati sebuah jembatan. Di sisi kiri dan kanan jembatan terdapat banyak patung tangan, menggambarkan para penghuni neraka yang meminta pertolongan Di dalam gedung utama terdapat patung Budha dengan beberapa tingkatan, beserta patung lilin seorang biksu yang sangat amat menyerupai manusia sungguhan. Sayang sekali pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil foto :’) Ruangan di dalam gedung utama dihiasi lukisan dinding yang sekilas terlihat biasa saja. Namun ada salah satu dinding yang dipenuhi dengan lukisan ‘unik’. ini ada Kung Fu Panda di dalam temple, Dan juga ada Michael Jackson.
Sebenarnya tak hanya si Kung Fu Panda dan Michael Jackson yang menghiasi salah satu dinding gedung utama. Ada pula Batman, Star Wars bahkan Doraemon. Kenapa pula ada lukisan semacam ini di dalam temple? Tak lain dan tak bukan karena om Chalermchai Kositpipat ingin memadukan budaya tradisional dan budaya masa kini di dalam candi buatannya. Beliau mengabadikan tokoh-tokoh modern tadi sebagai salah satu bagian dari sejarah. Masih di lokasi wisata yang sama, terdapat gedung galeri seni yang menampilkan lukisan karya Chalermchai Kositpipat dengan tema yang beragam. Mulai dari lukisan Budha, hingga lukisan modern. Bahkan ada pula lukisan yang menggambarkan George W Bush beserta Osama bin Laden diterbangkan bersama ke luar angkasa agar Bumi yang kita tinggali ini aman dan tenteram bebas perang. Sementara itu gedung lainnya dijadikan sebagai pusat souvenir yang menjual buku, lukisan serta aksesoris khas White Temple. Ada pula souvenir lain berupa kartu pos + cap White Temple yang bisa didapat di luar gedung toko.
Setelah puas explore white temple,waktu sudah menunjukkan jam 3 sore waktu Chiang rai..saatnya menuju ke Chiang mai..
Perjalanan ke Chiang mai dari chiang rai memakan waktu 3 jam 30 menit,karena kecapekan akhirnya kita pada bobo ganteng(sy aja ya hehe) ..karena jalanan di kota Chiang mai macet,mas Joe mencari jalan tikus untuk cepat sampai di Hostel..di Chiang mai kita menginap di SO Hostel,Dormitory 6bed harga $8 tanpa sarapan..lumayan agak mahal..heheh..sampai di hostel jam 7.15 malam…cepat2 check in dan book taxi untuk ke bandara besok paginya…
Setelah check in kita cari makan di sekitar night market,selesai makan kita menuju sungai Mai ping…untuk menyaksikan Festival Loy Krathong yang bertepatan perayaan Yi Peng tak pelak lagi merupakan magnit wisata Thailand. Tahun ini, Loy Krathong dan Yi Peng jatuh pada 15 November 2016. Saya dan teman2 sengaja mampir ke Chiang Mai untuk menikmati duet festival ini. Loy Krathong berasal dari kata ‘loy’ (melarung), dan ‘krathong’ (sesembahan). Sesembahan ini berupa rangkaian larungan yang terbuat dari potongan batang pisang dengan lapisan daun pisang yang dihiasi bunga-bunga dan dupa wangi bertangkai. Krathong kadang pula diisi dengan potongan kuku atau rambut dan uang logam. Sesembahan dilarungkan pada saat bulan purnama di bulan ke-dua belas kalender bulan Thai. Pelarungan dilakukan di perairan yang bergerak : sungai, anak sungai atau kanal. Sebelum dilarung, dupa tangkai wangi dibakar terlebih dahulu dan doa-doa dipanjatkan. Pelarungan krathong dimaksudkan untuk melepaskan nasib sial, meredakan kedengkian, menggelontor angkara muka dan mengharapkan keberuntungan. Perayaan Loy Krathong konon dimulai pada zaman kerajaan Sukhotai (tahun 1200-an) yang bermuasal dari kepercayaan kaum Brahman yang diadaptasi oleh kaum Buddhis Thailand untuk menghormati Sang Buddha. Loy Krathong berbareng dengan perayaan Yi Peng ‘Yi’ artinya ‘dua’ dan ‘peng’ maknanya ‘bulan purnama’. Yi Peng gampangnya adalah ‘bulan purnama pada bulan ke-dua menurut kalender budaya Lanna (Thailand Utara) yang juga menganut kalender bulan. Selain pelarungan krathong, Yi Peng ditandai dengan pelepasan lentera ke udara. Lentera ini disebut khom loi, atau: ‘lentera terbang’ atau sky lantern dalam bahasa Inggris.
Kemeriahan larungan krathong dan pelepasan lentera terbang inilah yang membuat Chiang Mai disesaki wisatawan pada tanggal 14 dan 15 November 2016. Dalam dua hari ini, saya bisa perkirakan bahwa sebagaian besar wisatawan mancanegara ke Thailand sengaja mengarahkan tujuannya ke kota nomor dua di Thailand ini..
Setelah Puas menyaksikan acara2 tsb saya dan 3 teman menuju ke night market…kita 8 orang mmg jalan terpisah2 karena kalau jalan bareng bisa2 rempong hahahha..dan anehnya kita jalan misah selalu tukar2 teman…yg penting happy dan enjoy…
Kita nginap di SO Hostel mmg sengaja karena dekat banget dgn night market dan upacara Loy Krathong dan Yi peng…
Di Night market Chiang mai ini memang besar banget..puas,,,disinilah saatnya sy cari oleh2 karena memang destinasi terakhir,dan ibu2 seperti biasanya tetap boronggg,,hahah
Acara mala mini di akhiri dgn Thai massage sebelah hostel..urut kaki 1 jam 150 thb,,lumayan melepaskan lelah….trs balik hostel mandi,packing dan molorrrr…hehheh

***Hari ketujuh-16 Nov..Seawal pagi jam 7 kita udah stanby di lobby hostel untuk ke Bandara Chiang Mai,kita berempat akan balik ke KL ,dan 4 teman yg lain siangnya akan kembali ke Bangkok untuk shopping lagi..(ga habis2 duitnya ya,maklum ibu2..grrr)…oya.mereka pulang ke tanah air tgl 17 Nov…
Urusan imigrasi chiang mai berjalan lancar,kami take off jam 09.10 dan selamat landing di KLIA2 jam 13.00 waktu Malaysia..penerbangan memerlukan masa 2 jam 50 menit,pesawat yg kami tumpangi di kemudikan oleh pilot bapak Irianto dr Indonesia,selalu memberi pengumuman menggunakan bhs Indonesia..serasa terbang domestik Indonesia…
Sampai di KLIA2,setelah urusan imigrasi selesai,kami berempatpun berpisah,say goodbye..sy terbang ke Penang,seorang lagi masih explore KL dan 2 teman langsung terbang ke Jakarta….
Jam 4.00 sore sy selamat mendarat di Penang airport di lanjutkan naik bus+ferry+bus…sampai rumah jam 7.30 mlm..komplit capeknya tapi puass…hari Khamis sudah jadi kuli lagi ngumpulin recehan untuk trip selanjutnya…

Sekilas tentang Laos:
** Colokan listrik sama dengan Indonesia berkaki 2
**Tukaran uang asing $1=8000-8200 kip(tergantung rate semasa bisa naik turun)
**Barang-barang dan makanan murah2,sehingga kami agak kalap..hehe
**Bus kota memang tidak ada,yg ada tuk2 atau Taxi seperti kamboja,jadi share cost lebih hemat..

Terima kasih bagi yg sudi membaca,kalau ada tersalah bahasa atau typo sy minta maaf yg sebesar2nya,niat hati hanya ingin sharing perjalanan kami….My Trip My Adventure,,,,Salam Backpacker..#BILaos,#BIChiangRai

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/