“Satu Tahun mengenang, Tragedi Lift Kuala Lumpur”

Selamat malam sobat BI, mau share pengalaman pedih dalam travelling yang pernah sy hadapi secara langsung..
Pengalaman ini harapannya semoga dapat membuat sobat BI dan semua pecinta moto GP indonesia yang saat ini sedang eksodus ke Malaysia untuk menonton race MotoGP seri Sepang dapat berhati-hati agar tidak menghadapi musibah yang pernah sy hadapi..

Momentumnya sama seperti hari ini, saat itu saya dan kawan2 juga berkunjung ke Malaysia untuk menonton MotoGP. Namun, karena beberapa kawan ada yang pertama kali berkunjung ke Malaysia maka hari-hari kami disana tidak hanya kami habiskan utk ke sepang saja, namun kita juga mencoba mengunjungi beberapa situs wisata. Satu hari sebelum race, pilihan tempat wisata kami saat itu jatuh pd Batu Cave tempat dimana ada sebuah patung besar yang sangat iconic. Hari itu ramai sekali karena kebetulan bersamaan dengan perayaan Depavali dimana hampir semua warga etnis india (hanya cerita, tidak ada niat menyinggung SARA) merayakan, dan ntah benar atau tidak sepertinya perayaan tersebut dipusatkan di Batu Cave, saat itu seperti batu cave diisi oleh lautan orang india..

Sy kebetulan saat itu bertiga, dari stasiun KL sentral kami menggunakan kereta dan turun di stasiun yang berada tepat diseberang Batu Cave. Disinilah tragedi bermulai, stasiun tersebut sebenarnya hanya dua lantai tapi karena lelahnya kami, kami memutuskan untuk naik menggunakan lift. Usaha pertama kami harus bersabar karena lift sudah terisi penuh. Otamatis pada usaha kedua kami bediri didepan lift baris paling depan..

Pintu lift pun terbuka.. jreng.. jreng.. hahaha

Masuklah kami bertiga, beberapa detik kemudian tiba2 ada sekitaran hampir 15-20 orang india masuk bersamaan kedalam lift, padahal tertulis dalam lift kapasitas maksimal lift adalah 12 orang, terdoronglah kami hingga ke ujung dinding lift, kami tidak dapat bergerak sama sekali karena saking sesaknya. Pintu lift lalu ditutup oleh seseorang terdekat dengan tombol, pintu menutup seperti biasanya, setelah lift mulai bergerak naik belum sampai satu lantai tiba2 lift terjatuh dengan keras kembali kedasar suara dentuman keras terjadi, kencang sekali..

Sebalnya kami saat itu orang2 india tsb bukannya ketakutan atau panik, mereka malah tertawa bersenda gurau, dipikirnya mungkin seperti naik wahana bermain di theme park. Kami bertiga saat itu panik, kami teriak2 tapi orang2 india itu malah seperti heran melihat kami, penuhnya lift saat itu membuat nafas menjadi sangat sesak dan terbatas, sampai akhirnya jatuhlah satu korban kawan saya pingsan dengah kondisi setengah bersandar ke dinding karena kekurangan nafas. Herannya sy saat itu, semua orang2 india didalam lift masih saja tertawa bercanda, sampai pada memasuki menit ke-20 barulah orang2 india itu mulai ikutan panik, dan melihat mereka panik sy yang dari awal sudah panik jadi semakin panik. Akhirnya ikutlah mereka teriak2 seperti saya, mencoba telpon orang diluar, memukul2 dinding lift, memaksa membukakan pintu, dsb. Percobaan tidak berhasil karena memang kondisi diluar lift sedang sepi..

Pikiran sy kacau saat itu, rasanya seperti maut itu dekat sekali dengan saya saat itu. Pokoknya pikiran super kacau seperti pasukan perang yang sedang ditawan musuh dan ditodong senjata musuh untuk dieksekusi, intinya mengerikan lah..
Lalu apa yang akhirnya terjadi kemudian pada saya..??
Intinya sy masih diberi umur panjang oleh Tuhan buktinya sy bisa ceritakan pengalaman melalui grup ini.. hehe

Tapi bagaimana akhirnya sy bisa keluar??

Singkat cerita, Tuhan menyelamatkan sy hari itu, tuhan berkati saya dengan sahabat2 BI yang kompak dan baik hati, melalui merekalah salah satunya saya diselamatkan. Saat itu memang member BI yang akan ke sepang saling menjalin komunikasi dan membuat group WA awalnya utk membicarakan hal yang teknis sampai pada akhirnya dari grup tersebut malah lahir keluarga baru. Melalui grup itu lah sy minta tolong..

“Tolong!!”, “sy terperangkap di lift”, “sy serius!!”, “tolong saya!!”, dsb..

Kata2 tersebut sy ulangi ratusan kali, sampai orang2 di group WA tersebut awalnya mengira becanda sampai akhirnya mereka menanggapi dengan serius. Aksi mereka saat itu beragam ada yang telpon polisi, ada yang telpon pemadam kebakaran, ada yang telpon KBRI, macam2lah, pokoknya mereka cerita yang bisa ditelpon oleh mereka, maka mereka telpon juga saat itu. Sampai akhirnya perjuangan kawan2 BI saat itu membuahkan hasil, datanglah beberapa orang yang nampak seperti keamanan stasiun datang merusak paksa pintu lift saat itu. Kondisi sangat kacau, saking kacaunya stasiun sampai ditutup beberapa waktu untuk mengeksekusi kami. Banyak sekali yang kemudian datang saling menyusul seperti polisi malaysia, pemadam kebakaran, bahkan juga wartawan, dsb..

Selamatlah hidup kami, betapa bersyukurnya kami hari itu, bersukurnya kami bergabung di group ini yang saling menolong bagaimanapun kondisinya dan tentunya tanpa pamrih, jasa kawan2 saat itu tidak akan saya lupakan, musibah terburuk yang mengakibatkan sy hampir selesai, rasanya seperti dekat sekali..

Kini mereka yang tergabung di group itu sudah bukan saja menjadi sekedar kawan, tapi mereka adalah keluarga saya, keluarga yang menyelamatkan hidup saya..

Sedikit pesan saya, 1. berhati2lah dalam menggunakan lift, tangga berjalan, dsb pada saat kondisi ramai dengan ribuan orang yang tidak dapat diduga pergerakannya. 2. Lift di malaysia memiliki nomor seri yang berbeda2 dan nomor tersebut terintegrasi, kalau terjadi apa2 cukup sebutkan saja nomor liftnya maka mereka akan tahu posisi kalian dimana, 3. Internet aktif dan menyimpan nomor2 penting seperti polisi dan KBRI ternyata sangat penting untuk keadaan darurat, 4. Belilah asuransi.. hehe

Semoga MotoGP sepang tahun ini berjalan lancar dan menyenangkan, sukses selalu utk kawan2 BI…
Maaf bila terlalu panjang..

#BIKL #BIMalaysia #BIMotoGP #BISepang #BIBatucave #BIMenolongku

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/