Selamat malam kawan2, apa kabar nya, semoga kalian baik2 saja dimanapun kalian berada yah.. hehehe

nah kali ini admin gak bakalan share tempat indah, tapi admin bakalan cerita pengalaman di salah satu tempat yang memang pantas buat di ceritakan keindahan nya kepada kalian semua…

Nama nya Pulau Pulau Rote, dan Pulau Ndana yang terletak di Rote barat daya.

Sebelum bercerita pengalaman get lost saya, saya akan ungkapkan kekesalan saya tentang rusak nya harddisk yang berisi 80% perjalanan panjang saya selama 370 hari, akh sial data penyimpanan 1 terrabyte yang berisi kenangan, kisah dan cerita suka maupun duka di seluruh pelosok indonesia sebagian besar rusak dan gak kedetect, semoga nanti ada yang berbaik hati bisa memperbaiki harddisk saya yah.. well, i was hoping

Nah disela2 kegalauan saya tentang rusak nya data penyimpanan saya, tak sengaja pas buka laptop, saya membuka sebuah kisah perjalanan saya mengunjungi suatu tempat yang menurut saya tempat yang sangat cocok untuk mengasingkan diri dari keramaian, Kenapa? yah karena disini memang sepi dan alam nya yang sungguh luar biasa serta kearifan lokal nya yang udah gak diragukan lagi..

Pulau rote ini sendiri masih bagian dari Nusa tenggara timur, kalian bisa mengakses pulau ini dengan mudah bila kalian sudah sampai ibu kota NTT, Kupang. kalian bisa naek pesawat dengan rate 150-300 ribu sekali penerbangan, atau menggunakan kapal ferry atau juga ada akses kapal cepat dari kupang menuju rote,

Nah sesampai nya di rote, saya dan teman perjalanan saya singgah di pantai yang lumayan asik buat ngabisin waktu nih,, pantai nembrala namanya. pantai ini sih konon cerita nya memiliki daya pikat tentang keindahan matahari tenggelam nya, dan yah, kami tunggu moment itu, sebelum melanjutkan perjalanan ke pantai Oeseli, batas paling ujung pulau rote barat daya.

Nah sebelum sampe pantai nembrala, suasana perjalanan kali ini agak terasa gimana gitu, gimana tidak, aspal jalan raya itu kebayakan dilewati oleh hewan ternak di bandingkan oleh kendaraan bermotor, yah kalian bisa menjumpai ayam, kambing, kerbau, sapi bahkan babi berkeliaran bebas disana.. tanpa ada yang melarang kemana binatang itu akan bermain. saya pun agak ngerasa gimana gitu liat gerombolan babi bermain bebas bersama anak2 disana tanpa ada rasa canggung sedikitpun,

sekitar jam 3 sore, kami sampai di pesisir pantai nemberala, dan ketika itu kami sudah membuat janji buat ketemu seorang travel blogger, yap nama nya kak Dea Sihotang.. Sementara kami menunggu, saya berkenalan dengan warga asli sana yang bernama bang beni, dan entah gimana dunia memang sempit atau kami memang di pertemukan, ternyata bang beni juga kenal dengan kak dea, hahah dunia emang serasa sempit yah… kemudian di sela2 kami menunggu, di pesisir pantai itu saya merekam aktifitas warga sekitar, ada yang mengembala ternak nya, panen rumput laut, nelayan yang sandar bongkar muat ikan atau anak2 yang bermain menghabiskan sore di pinggir pantai… akhh sungguh suasana yang menurut saya pas untuk mengasingkan diri dari kesibukan sehari-hari.

setelah bertemu kak dea, akhir nya kami memutuskan untuk pergi nyebrang ke pulau ndana, yap pulau itu adalah pulau batas indonesia yang berbatasan langsung dengan negara austrlia. gak keliatan si australia nya cuma perbatasan laut saja.. hehehe
di sela kami menunggu untuk besok, kami menghabiskan hari itu untuk menikmati sore dan mengambil foto2 sunset, dan malam nya kami hanya tidur di pasir pantai nembrala yang beralaskan matras dan di temani bang beni tadi.. hahah coba kalian bayangkan. orang yang baru kita kenal nemenin kita bermalam di pantai dengan semua fasilitas yang ada.. kita dikasih minuman tradisional di sana yah seperti arak lah tapi namanya sopi, kalau di flores namanya moke, trus kita minta ikan sama warga yang lagi nembak ikan malam. dibakar di bumbui air laut, di kasih kecap dan di temani sopi sebagai teman malam kami. hahah keseruan malam itu tidak berakhir begitu saja, bang beni menceritakan semua yang dia tau mengenai pulau rote. pulau pembuat sasando ini.. semakin malam, semakin seru hingga jam 3 pagi kami terlelap tidur…

Pukul 7 pagi, kami masih terlelap tidur di pasir pantai, sesekali teriakan nelayan membangunkan tidur pagi kami, secara perlahan akupun membuka sleeping bag saya dan mulai ikut membaur bersama nelayan di pinggir pantai, ikut mendokumentasikan hasil kerja mereka malam itu… yah semalaman mereka menangkap ikan dengan teknik Lempara. yang di lakukan oleh 4 kapal sekaligus.. dan tentu nya hasil tangkapan mereka sangat melimpah.. tapi sayang seribu sayang.. dokumentasi nya hilang karena data penyimpanan saya rusak untuk moment kali ini…

sekitar pukul 10 pagi, kami bergerak mengarah ke rote barat daya, yaitu pantai oeseli. dimana pantai terakhir tempat dimana kami akan menyebrang menuju pulau ndana. di pesisir pantai oeseli ini saya lagi2 kagum dengan suasana alam dan kearifal lokal nya lagi… akhh mengapa saya telat menikmati semua ini ya tuhan… haha tapi gpp lah, yang penting saya sudah mengalami nya pikir saya waktu itu..

di pantai ini kami menginap 2 hari, menunggu jadwal penyebrangan menuju pulau ndana, yup Fyi pulau ndana ini adalah pulau kosong, yang di larang untuk di tinggali oleh masyarakat sipil, hanya di jaga oleh 2 pleton TNI angkatan laut,. jadi kami harus menunggu jadwal rutin penditribusian kebutuhan para TNI disana untuk bisa nyebrang ke pulau itu. atau bisa menyewa kapal nelayan jika kalian ingin kesana tanpa menunggu, tarif nya 1 juta untuk antar dan jemput.

saya kira 2 hari itu merupakan penantian yang cukup lama, tapi ternyata dugaanku salah besar, selama 2 hari saya bener2 di ajak oleh warga disana untuk berkeliling dan belajar bertahan hidup.. hahah hari pertama saya masih asik2 kan dengan hammock dan kamera saya, jepret sana jepret sini, kemudian diajak oleh salah satu warga untuk menyaksikan membuatan kesenian meubel membuat meja ataupun hiasan dari kayu cantigi atau bahkan akar bahar, (foto nya nyusul yah.. heheh soal nya rada2 lupa narok folder foto pas mereka membuat kesenian ini), hasil dari kesenian ini pun tidak di jual kepasar melaikan ada orang2 yang memesan langsung kepada warga untuk di buatkan kesenian yang pemesan inginkan. ada meja, asbak, kursi, hiasan dinding, gelang akar bahar bahkan cincin.
kemudian di hari kedua saya diajak oleh bapak dimana tempat kami menginap untuk menangkap ikan dengan cara menjaring, sementara itu kak dea ikut warga lain nya panen madu di hutan.. saya lebih memilih laut,, menangkap ikan, hahha entah lah kenapa,, nanti kan saya bisa cicip madu nya juga kalau kak dea pulang..

nelayan disini hanya sekali saja melempar jaring nya, antara pukul 5 sore sampe pukul 6 sore, dan hasil nya cukup untuk makan 50 orang, hahah saking melimpah nya hasil laut disini yah.. nah kali ini foto nya masih tersimpan, kalian bisa liat gimana hasil nya, tapi sayang nilai jual ikan disini sangat sangat murah, ikan sebanyak itu hanya dijual tidak lebih dari 200 ribu saja semua nya.. yah mau bangaimana lagi, semua orang disini bisa cari ikan sendiri2 dengan berbagai macam cara, dan lagi pula tidak ada lemari pendingin untuk mengawetkan ikan, mereka hanya mengambil secukup nya saja untuk kebutuhan makan mereka lalu sisa nya di jual pada pengepul.. saya pun ikut makan 3 ekor ikan kerapuh, tanpa nasi, hanya ikan saja.. ada yang di kasih kecap, sambal maupun madu.. hidangan kelas berat bukan??

Hari keempat saya di rote akhir nya kami mendapat kesempatan menyebrang ke pulau ndana. pulau perbatasan indonesia-australia yang tak berpenghuni namun menyimpan ratusan keindahan dan juga misteri yang lumayan belum terpecahkan…
pulau ini luas nya hanya 13 hektar saja yang di kelilingi oleh laut. di dalam pulau itu menyimpan banyak sekali keindahan, yang belum pernah saya lihat..

saya bingung mau cerita mulai dari mana mengenai pulau yang satu ini.. hahah jadi saya list aja yah satu persatu biar cerita nya gak kepanjangan

– Di pulau itu ada patung pahlawan kita yaitu patung Jendral sudirman setinggi 13 meter,, dan juga monumen serta beberapa dokumen mengenai perbatasan indonesia-australia..

– di tengah tengah pulau itu terdapat danau merah, yang lumayan menyimpan misteri, dengar cerita dari para penjaga pulau pun saya lumayan merinding, apalagi mendengar cerita langsung dari para masyarakat sekitar, yang konon dulu pernah ada kerajaan di pulau itu.

– pantai nya yah allah aduhan,, kerang , keong , kima apapun masih banyak disana.. saya pun melihat cangkang kerang atau apalah berserakan di bibir pantai… benar2 tak berpenghuni dan jarang di kunjungi manusia kebanyakan.. semoga tetap begini sampai anak cucu nanti yah.. kalian pun sangat bisa mengunjungi pulau ini.. personil penjaga pulau sangat ramah dan sangat senang terhadap pendatang baru disini.. dengan senang hati mereka akan menemani keliling pulau dan bercerita tentang sejarah pulau ini…

– padang savana di pulau ini sangat kerenn dengan di lengkapi 2 buah Helipad, sayang banget saya kesini pas cuaca panas, jadi rumput2 mengering, tapi kalian bisa bayangkan gimana indah nya dikala musim hujau..

– nah disaat bang rahmat dan kak dea mengabadikan moment sunset, saya memilih menyelam, nembak ikan menggunakan speargun tradisional, agak jauh dari bibir pantai sih, tapi ya tuhan, untuk biota bawah laut nya masih benar2 asli dan terjaga. ikan2 di kedalaman 3 meter saja sudah ada pari , hiu , penyu, bahkan ikan2 besar yang lalu lalang. tapi tak satu pun ikan yang saya dapat dikarenakan saya terlalu panik memfokuskan diri pada hiu2 yang berenang di sekitaran saya, walaupun gak besa, yang namanya hiu yah hahahah mana sendirian lagi,, ya sudahlah saya tidak mau egois untuk mendapatkan hasil ikan dan lebih memilih freediving dan snorkling menikmati alam bawah laut pulau ndana ini.. GRATISSSSSSSSSSSSSSSSSSS
hahah ampe kesal saya membayang kan gimana syahdunya moment kali itu..

kemudian yang paling memikat hati kali itu yah, ketika petang mulai datang, ribuan Bebek laut berkumpul mengerumuni sebuah bukit, yah bela kami memanggil nya, bebek laut, kalau di flores ada yang namanya pulau kalong nah ini saya namanya pulau bebek laut yah.,.. tapi saya takut bilang ke personil nya mau makan bebek itu ,, hahaha tapi kayak nya enak itu bebek laut kalau dimakan.. entah apa binatang itu sebenar nya,, saya hanya menyebut nya itu bebek laut…

akh bercerita tentang pulau ndana ini akan menghabiskan 3 lembar kertas hvs jika di ceritakan, yang pasti para penjaga pulau ini sangat baik dan sangat senang dengan pendatang baru, jika kalian ingin mengunjungi pulau perbatasan ini, kalian bisa ke pantai oeseli untuk mencari info tentang pulau ini.. di jamin kalian akan mendapat kan pengalaman baru tentang petualangan alam bebas.. get lost benar2 mengasingkan diri dan belajar tentang hubungan harmonis manusia dan alam…

mungkin nanti ketika mood nya datang saya akan tulis lengkap khusus pengalaman di pulau ndana ini yah. heheheh.. ada beberapa dokumentasi yang tersisa untuk menggambarkan bayangan dari tulisan saya diatas yah kawan-kawan hehehe

sampai disini dulu yah tulisan saya, mungkin nanti akan saya lanjutkan tentang tulisan perjalanan pulang dari rote yang ada beberapa cerita indah di dalam nya.. dan sebenarnya saya ingin membungkus cerita ini lebih lengkap lagi tapi takut nya kepanjangan dan kawan2 bosan untuk membaca pengalaman saya kali ini.,. hahahah di tunggu postingan saya berikut nya yah..

bakalan saya patahkan mitos kalau liburan ke timur itu mahal dan orang-orang timor itu jahat,,, mitos kebanyakan orang2 yang salah menilai..

salam explore nusantara yah dari admin yang paling kece hehehehe

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/