Selamat Malam mau sharing ya. Akhirnya saya pecah telor juga keluar negeri setelah 1 tahun cuma jadi silent reader. Perjalanan kali ini saya “terpaksa” jadi solo traveling karena teman saya yang beda penerbangan kena deportasi.

Day 1
Saya landing di Changi Airport jam 11 malam waktu setempat. Saya tiba di terminal 4 yang super megah. Saya memutuskan menginap di Bandara menunggu pagi untuk menghemat biaya penginapan. Jangan khawatir, banyak kursi untuk beristirahat, toilet bersih dan banyak foodcourt yang buka 24 jam (tapi saya tidak sanggup beli hehehe). Singkat kata saya milih tidur aja.

Pagi harinya, Saya sarapan dengan apel dan roti isi yg saya bawa dari Indonesia. Saya janjian dengan teman di MRT station jam 6 pagi. Tapi saya hubungi teman saya tidak bisa. Nomer handphone tidak saya roaming karena rencana akan beli kartu perdana Singapore, eh tapi harga kartu perdana di bandara 35 $, wow diluar budget banget.
Karena Saya fikir teman saya sudah jalan duluan ke pusat kota. Saya membeli kartu Ezlink seharga 18$ .
Saya akhirnya menuju Orchad Road karena tujuannya mencari Grapari telkomsel yang ada disana. Sampai orchad sudah ruameee banget orang-orang yang saya tahu belakangan bahwa mereka Tenaga Kerja yang memanfaatkan waktu off kerjanya.

Singkat cerita, disini saya bertemu dengan TKI yang baik hati bernama mba Ani yang meminjamkan HP nya untuk menelepon teman saya dan akhirnya saya dapat kabar kalau teman saya sudah di deportasi ke Indonesia lagi. Ya Allah, galau deh mau lanjutin perjalanan. Tapi tiket pulang saya dari malaysia, jadi mau nggak mau saya harus tetap lanjut. Setelah di yakinkan oleh Mba Ani jika traveling di Singapura itu aman, saya beranikan diri untuk solo traveling.

Di Orchad, saya sempatkan beli es krim uncle 1$ yang terkenal itu. Rasanya sih sama saja seperti es tungtung tapi makan di Orchad Road itu membuat atmosphere yang berbeda.
Dari Orchad, saya lanjut ke merlion naik MRT. Saya hanya jajan Aqua seharga 2.3$ karena panaasss banget siang itu dan saya mau minum air es. Sebelumnya saya sudah kembung minum air keran, Sore menjelang malam saya nikmati di sepanjang sungai di seberang Marina Bay. Sebelum kesini saya beli buah-buahan potong seharga 3$. Isinya lumayan banyak jadi bikin kenyang. Sampai jam 8 malam saya menikmati waktu disini, lalu saya menuju ke terminal Golden Mile Complex untuk mendapatkan bus menuju Malaysia. Harga tiketnya 20 $ dan busnya sangat nyaman. Ada tragedi pula saya ketinggalan bus, saya tidak tahu kalau harus check in lagi jadi nama saya tidak dipanggil ketika bus yang harus saya naiki datang. Akhirnya saya di oper ke bus berikutnya sekitar jam 11 malam. Dan malam kedua saya lewati di bus menuju Malaysia. Ini dalam rangka penghematan jadi saya tidak perlu menyewa penginapan.

Day 2
Alhamdulillah akhirnya sampai di Kuala Lumpur jam 4 pagi. Masih gelap banget. Saya numpang duduk di Berjaya Times Square (BTS) sampai jam beroperasi monorail sekitar jam 6 pagi. Letak stasiun Monorail tepat di depan BTS ini. Setelah pagi datang, saya naik monorail menuju KL Sentral.
Sampai di KL sentral, saya cari makan dulu. Saya ketemu rumah makan yang murah meriah di depan KL sentral. Nasi goreng + perkedel + es teh tarik cuma 7 ringgit atau sekitar 21rb.
Setelah kenyang, saya cari penyewaan loker karena pundak dan kaki ini sudah gempor jalan kaki sambil bawa tas backpack di Singapura. Sewa loker harganya 20 ringgit. Pakai scan wajah dan sidik jari. Jadi menurut saya aman banget. Saya cuma bawa tas selempang untuk muter-muter KL. Wuiiih rasanya ini pundak merdeka banget. Untuk mengitari KL saya prefer beli tiket LRT satuan karena saya nggak akan banyak ke tempat wisata karena nanti malam harus kembali ke Indonesia. Saya hanya pergi melihat menara petronas dan ke pasar Seni.
Menjelang maghrib, kaki sudah tidak sanggup jalan lagi. Badan remuk redam, tulang kayak mau patah-patah. Pengen banget tiduran di kasur yang empuk. Tapi apa daya? Saya nggak sewa penginapan. Saya akan menuju bandara KLIA 2 jam 8 malam. Jadi saya makan malam dulu di food court mall yang letaknya di atas KL sentral ini. Saya makan lele penyet seharga 10 ringgit dan minuman air mata kucing seharga 6 ringgit. Akhirnya saya menuju KLIA dan berakhir sudah perjalanan perdana saya melihat dunia luar.
Terimakasih untuk cerita semua teman-teman yang menginspirasi saya untuk berani melangkah lebih jauh.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/