Selamat siang warga BD, mau sharing sedikit mengenai kasus deportasi di Jepang. Bukan saya sih tapi ini cerita teman saya yang dari sana. Kemarin orangnya uda pulang dan nelpon saya cerita lengkapnya. Berikut saya rangkum.

Mengantongi visa jepang belum tentu bisa masuk. Temen saya yang orang Ternate ngurus visa beneran modal banget karena harus ke Makassar. Tapi begitu sampai di Jepang dia ditolak masuk. Mungkin dia apes kena random check. Dokumen lengkap tiket pulang pergi ada, hotel ada, tiket bus tokyo osaka juga ada. Dia sendirian tripnya.

Alasan imigrasi:
1. Itinerary tidak masuk akal, dari itu mengalir pertanyaan lainnya yang bikin ribet. Dia waktu itu bikin plan lihat bunga di kawaguchi dan dijawab bukan musimnya.
2. Duit kurang, waktu itu dia bawa 40.000 yen dan 1.500.000 rupiah.
3. Dia sudah beristri dan punya anak ditanya kenapa keluarganya ditinggal, itu namanya nggak holiday, kalau holiday bersama keluarga dan tidak sendirian. Temen saya sempat tanya harus berapa orang kalau holiday minimal berapa orang.

Petugas imigrasi sampai mendatangkan translator Bahasa Indonesia untuk dia. Saking ribetnya dan dia sudah panik keringat dingin akhirnya menandatangani surat deportasi.

Ditahan 24 jam, akhirnya dia dimasukkan ke kamar tahanan untuk menunggu pesawat pulang. Paspor, handphone, dan uang disita. Ketika boarding pun dia dikawal layaknya buronan, kemanapun dikutit, gerak apapun diamati, diantar sampai pesawat dan dia masuk pesawat duluan. Sampai di KL pun penumpang lain tidak boleh turun dan dia dikawal petugas AA untuk turun duluan dan dilepas. Baru paspor diberikan dan uang tidak diberikan, padahal ada nota deposit. Petugas AA pun nggak tahu menahu. Duit dia disita mungkin untuk beli tiket pulang dan makanan, kwitansi terlampir, tapi sisanya tidak dikembalikan. Kemana dia harus menuntut. Dia juga baru sadar saat sudah di indonesia kalau nota penyitaan uang ditulis 30.000 yen, padahal dia menyerahkan 40.000 yen.

Kalau dihitung-hitung sesuai nota penyitaan, 30.000 yen + 1.550.000 rupiah (8.370 yen) = 38.370 yen.

Dipotong makan dan tiket 38.370 – 1.727 – 28.907 = seharusnya masih sisa 7736 atau sekitar 900.000 rupiah. tapi tidak dikembalikan.

Dia juga cerita kalau selain dia ada dua orang yang ditahan siang hari, padahal orang tersebut sudah pernah ke Jepang dan lancar bahasa Jepang, naik garuda dan bawa uang tidak sedikit, saya lupa berapa, nyatanya ditolak juga. ngenes.

hancur sudah angan2 dia jalan2 ke jepang, duit habis banyak, deposit hotel juga hangus, bukan hanya materi tapi menguras emosi juga.

Pertanyaannya, apa teman saya lain waktu bisa masuk kembali ke Jepang meski pernah ditolak masuk?

Sekian sharingnya, bahasanya belibet, met wikenan.

Bukan nakut-nakutinya yang mau berangkat yak, dia apes kena random check, ibu-ibu depan dia malah lolos tanpa ditanya macem-macem. Berangkat ya berangkat saja kok.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/