Selamat sore kawan2.. heheh maaf kemarin gak sempet posting tentang share tempat2 kece ataupun berbagi pengalaman tentang perjalananku, di karenakan admin nya lagi posting tentang gathering nasional perdana grup kita ini,, hehehe.. yuk yuk ikutan acara gathnas nya.. di jamin keren lo plus kalian nanti bakalan dapet banyak pengalaman ketemu pejalan2 dari berbagai daerah yang ada di indonesia..

Nah kali ini admin bakalan sharing tertang perjalanan yang paling berkesan, paling mendebarkan dah pokok nya.. sampe ada adegan sekarat dan fatamorgana nya loh hahaha
penasaran kan..

HUHATE, Nelayan, Samudera dan Harapan

5 hari 5 malam bertaruh hidup di tengah lautan

agak lebay sih judul nya, tapi kalian akan tau kenapa saya tega membuat judul seperti itu..

pasti asing kan di telinga kalian mendengar kata HUHATE.. apa itu huhate?
Huhate adalah sebuah teknik pemancingan tradisional yang dilakukan oleh banyak nelayan di pesisir timur indonesia seperti Maluku, flores timur seperti Larantuka, lembata, alor bahkan sampe kupang… Nah kali ini saya kebetulan sedang berada di Larantuka dan kebetulan juga bertemu dan kenal di grup ini juga dengan Nelayan larantuka yang profesi nya sebagai nelayan huhate.. om Beny Atamaran namanya…

Sebenarnya asal muasal saya ingin sekali ikut prosesi pemancingan ikan cakalang dan tuna pake teknik huhate ini, awal nya sih saya ketika kecil dulu pernah menonton tayangan televisi, jejak petualang kalau gak salah, yang meliput tentang kegiatan ini, lalu akupun bermimpi untuk bisa ikut bersama nelayan dan meraskan langsung gimana seru nya ikutan prosesi pemancingan ini…

Di pertengahan februari adalah musim angin dan musim ombak yang agak gede, jadi banyak nelayan yang sandar kapal dan memilih aman untuk tidak turun kelaut untuk memancing cakalang dan tuna, namun saya betul2 nekat untuk ikut dalam prosesi kegiatan nelayan ini, dan alhasil tuhan pun mengizinkan saya untuk ikut dan saya beruntung mendapatkan beberapa kapal yang tetap melakukan aktivitas memancing ini, sebelum saya ikut huhate ini, saya sudah di wanti-wanti oleh teman saya kalau cuaca dan laut sedang tidak bersahabat, dan bercerita bahwa minggu lalu ada beberapa kru metro tv ingin meliput kegiatan ini, tapi hasil nya nihil, semua kru tumbang di hantam ombak dan pulang dengan tangan kosong juga dalam kondisi mabuk laut parah. begitu cerita nya, namun apalah cerita begitu dibandingkan dengan keinginanku yang sudah ada semenjak 10 tahun lalu itu, gak mungkin aku urungkan niat ku yang sudah tinggal di depan mata akan menjadi kenyataan itu..

bang Francis Lamanepa pun tak bisa menghalangi saya untuk ikut huhate ini, dan akhir nya saya pun ikut nelayan ini menaiki kapal fiber Flotim 14. dengan bekal 1 tas cariel berisi baju, alat dokumentasi dan pakaian selam dan perlengkapan nya.. hahah tidak ada perlengkapan khusus seperti makanan, obat-obatan ataupun segala sesuatu untuk pencegaha dan pengobatan jika terjadi apa-apa selama 5 hari di kapal. tekat ku sudah bulat. ingin ikut merasakan dan mendokumentasikan huhate itu, setidak nya sekali seumur hidup.

jam 11 pagi kami berangkat dari pelabuhan TPI larantuka menuju perairan lembata, nama daerah yang kami tuju adalah hadakewa, tempat dimana kami harus membeli umpan untuk memancing ikan cakalang dan tuna nanti, FYI umpan dari pemancingan ini adalah ikan sarden kecil2 yang berukuran 2 jari yang harus di beli hidup2 dari nelayan yang menangkap memakai kapal bagan di malam hari, nah kami mengunggu semalaman penuh untuk membeli umpan ini dari nelayang yang menangkap ikan ini. di perjalan menuju hadakewa, saya pernah mendengar cerita kalau perairan lembata merupakan jalur nya migrasi ikan2 raksasa seperti paus biru, paus orca dan paus2 besar lain nya, cerita itu ternyata benar adanya, saya dengan mata kepala sendiri melihat sekeluarga paus orca atau sering kita sebut dengan paus membunuh lewat tak jauh dari kapal kami, saking senang nya saya melihat moment itu sampai saya lupa mendokumentasikan moment pertama kali melihat ikan yang ada di film free willy itu. akh agak menyesal sih, tapi gpp setidak nya saya sudah pernah melihat spesies itu langsung dari lautan lepas, dan saya sangat beruntung.

Disela2 penantian saya menunggu fajar tiba, saya mendapat banyak cerita, pengalaman dan canda tawa dari para nelayan yang sangat menerima kedatangan saya, cerita2 mistis tentang lautan sangat ampuh membunuh rasa kantuk di parkiran kami di lautan dengan ombak yang tidak terlalu besar namun cukup bisa menggangu nyenyak nya tidur ini. sungguh, mereka orang yang tangguh, kuat dan tidak mudah menyerah ketika saya membayangkan apa yang mereka ceritakan di malam itu. dan tentunya saya juga adalah salah satu orang yang beruntung mendapat cerita itu langsung dari nelayan yang mengalami langsung kisah2 menyeramkan yang ada di lautan tak terbatas itu.

penantian hari kedua ternyata tidak berhasil, kami harus menunggu sehari lagi untuk dapat membeli ikan umpan, dikarenakan juga nelayan2 kapal bagan tidak mendapatkan hasil tangkapan mereka, akhir nya awal hari ke tiga di fajar jam 4 pagi kami mendapatkan sinyal dari nelayan kapal bagan bahwa umpan yang kami butuh kan sudah tersedia, tidak butuh waktu lama, kami langsung mendekati kapal bagan itu dan mulai transaksi jual beli langsung di tengah laut,, keren bukan??

ikan umpan yang kami beli sebanyak 5 drum berukuran 50 kilogram, ikan itu semua dalam keadaan segar dan tidak boleh mati, karena nanti ikan ini akan di gunakan untuk memancing gerombolan cakalang dan tuna untuk berkumpul di sekitar kapal kami. kadang juga ikan umpan ini digunakan untuk lauk makan kami selama di kapal. di tambahkan dengan sayur mayur seadanya yang sudah dipersiapkan sebelum nya untuk kebutuhan makan kami selama 5 hari.. dan yang gak boleh ketinggalan adalah cabai dan garam.. wajib ada dalam hidangan setiap waktu makan..

setelah mendapat umpan, kapten kapal langsung mengarahkan kapal nya mengarah ke Gunung Batutara, salah satu spot pancing cakalang dan baby tuna yang di kenal sangat kayak akan ikan. dan benar saja, sekitar pukul 10 pagi kapten kapal sudah menemukan tanda2 gerombolan cakalang yang melintas, sekedar informasi saja biasanya gerombolan ikan ini tandai dengan adanya sekumpulan burung2 camar yang terbang dan memutar di salah satu tempat di tengah laut, itu adalah tanda2 pasti dan mungkin masih ada banyak tanda lain nya yang tidak saya tau, hanya nelayan dan kapten kapal yang tau. proses pemancingan pun berlangsung, saya sangat teriak kegirangan melihat prosesi mancing yang di ibarat kan ikan melompat dari laut keatas kapal. hahah edan cara mancing yang efektif dan sangat ramah lingkungan. dalam 15 menit kami memancing, sudah hampir 1,5 ton kami mendapat ikan.,.. banyak bukan?? hahah iya karena proses pemancingan hanya terjadi paling banyak 2-3kali saja dan waktu nya hanya 15-20 menit saja. sisanya dihabis kan di perjalanan.

Kondisi saya saat itu setelah proses pemancingan sesi pertama di perairan gunung batubata masih fit, dan tak ada tanda2 mabuk laut, kemudian sekitar jam 1 siang koki kapal mun memasak untuk santap siang kami.. lauk nya ikan sarden, cakalang segar, sayur sawi serta sambal dan garam tentunya.. saya memang sengaja gak mau makan banyak di kapal karena jujur saya saya takut mabuk laut dan benar saja, 1 jam setelah saya makan, kapal kami di hantam ombak besar, tentu saja tak butuh waktu lama bagi perut saya untuk mengeluarkan makanan yang saya makan tadi. SEMUA isi perut saya keluar akibat muntah2 yang lumayan akut. di ikuti badan meriang, kepala ikut pusing dan sekujur tubuh lemas.

disitu awal mula penderitaan saya di kapal. setelah sesi pemancingan di lembata, kapten kapal mengarahkan kapal nya menuju laut sabu-kupang. tak jelas memang saya sedang berada dimana, lokasi itu saya tau lewat bisik2 para nelayan yang berbincang di dek kapal atas. sedangkan saya terbujur lemas memeluk cariel dan sebuah bantal di kamar kapal., dengan kondisi yang mulai drop banget, untung nya saya membawa madu asli hasil dari perjalanan saya di rote lalu bersama kak Dea Sihotang.. jadi saya ngakalin agar muntah nya gak pahit saya minum teh manis di campur dengan madu, agar muntah nya manis juga hahaha pokok nya kondisi saya saat itu sudah hampir sekarat, muntah darah sudah 3 kali menandakan lambung saya sudah lecet karena gak ada makanan apapun yang masuk mulai dari siang sampai keesokan hari nya. sekedar banyangan saja buat teman2. saya minum 1 gelas air, 5 menit kemudian saya muntah 1,5 gelas cairan yang keluar. mabuk laut kali ini bener2 parah, dalam hati saya, kemarin saya punya pengalaman hidup dikapal selama sebulan pas ikut ngetrip sailing trip LOB di labuan bajo. ternyata semua pengalaman itu tak ada arti nya, semua luluh lantak di sapu ombak sore itu. nelayan yang iba terhadap saya pun bertanya kepada saya, kamu masih kuat nak? iya pak saya masih kuat dan saya sangat menikmati moment ini.. hahahah nelayan yang mendengar jawaban saya itu hanya geleng2 kepala dan melanjutkan aktifitas nya dengan tali dan kail pancing…

22 jam perjalanan menuju laut sabu-kupang akhir nya tiba.. kami menuju rompong (rumah ikan) yang sudah di tanam oleh nelayan sebelum nya. di perjalanan juga kami bertemu dengan kapal nelayan lain nya yang sedang memancing ikan.. nah disini kalian bisa bayangin gimana besar nya ombak ketika nelayan2 yang luar biasa itu memancing.. bayangin yah di tengah laut, ekh bahkan kayak nya samudera sih, soal nya udah gak keliatan lagi daratan di sekeliling kita.. dan di sinipun kapten kapan dan nelayan lain nya sudah bersiap2 melakukan prosesi pemancingan tuna dan cakalang. sedangkan saya hanya bisa terduduk lemas dengan sandaran kursi sembari mendokumentasi kan kegiatan mereka. tak efektif dan maksimal sih tapi gpp pikir saya waktu itu, lebih baik dari pada tidak ada dokumentasi sama sekali. 30 menit mereka memancing dan mendapat lumayan banyak ikan, dan dirasa kondisi lautan makin menggila akhir nya kapten kapal memutuskan untuk pulang ke larantuka.

akh mendengar kata2 itu, semangat hidup saya muncul sedikit demi sedikit, hahah kemudian hilang lagi semangat hidup saya ketika membayangkan 22 jam perjalanan pulang dengan kondisi mabuk laut parah pada saat itu, saya berani bilang.. semua jurus dan teknik survival di gunung saya tidak berguna sedikitpun dalam keadaan begini.. hanya berharap ombak teduh dan saya bisa tidur menghilangkan rasa mual yang sudah 2 hari saya tahan nonstop.. tanpa makan, tanpa tidur..
bahkan, kalian pernah dengar di padang pasir pejalan yang melintas melihat fatamorgana akan adanya air??
ya saya percaya itu, karena saya 2 kali mengalami fatamorgana di tengah samudra… seakan2 ada pulau kecil di tengah laut. pikirku, saya bisa singgah sebentar disana menghilangkan pusing dan rasa mual kemudian melanjutkan perjalanan.. ternyata itu hanyalah sebuah penglihatan seorang yang nyaris mati, sekarat bener-sekarat. sumpah serapah pun mulai berkelimangan di kepala saya kalau nanti saya gak akan mau lagi ikut prosesi ini.. hahaha konyol bukan???

dan akhir nya malam kelima laut mulai teduh dan saya pun bisa tidur dengan tenang, yah bisa tidur setelah 3 hari menahan kepala pusing serasa mau pecah dan mual-mual tak henti.. pagipun tiba dan saya dibangunkan oleh kapten kapal kalau kita sudah mau sampai ke larantuka. hahah dengan senang hati saya bangun dan melihat keluar kapal yang di suguhi pemandangan yang aduhaiii kerennn.. alam flores timur amat lah indah… dan semoga saja saya bisa kembali lagi kesini hahah tentu tidak dengan prosesi huhate nya yah… hahah kapok… cukup nikmati alam nya saja…

tapi jujur, pengalaman ini sangat berharga buat saya, untuk mengukur sejauh mana tekat dan semangat hidup saya dalam keadaan sesulit apapun, dan saya mampu melewati nya wlau dengan tertatih dan hampir putus asa…

atau ada dari kawan2 yang memiliki impian sama ingin mengikuti prosesi ini langsung dari tempat nya? larantuka?
yuk kalau mau hubungi saya yah, biar nanti saya pertemukan kalian dengan kakak angkat saya yang berprofesi sebagai nelayan huhate disana… ada yang minat??

Oh iya,, kalau kalian mau nonton video nya saya sudah positng di youtube juga nih heheh di tonton yah

terimah kasih banyak yah untuk kawan2 yang sudah saya anggap keluarga di larantuka yang sudah menerima saya layak nya keluarga juga Joddy Felix Francis Lamanepa Hexsa Saputra Ansis Uba Ama Risna Yuanitta Ambo Kerans Fernandez Elton Paduka Oboz Punk Simon Nany… semoga kalian disana baik2 saja dan tuhan dengan segera mempertemukan kita kembali di manapun itu hehehehe.. gak kapok kan kalau ada orang seperti saya datang kembali ke tanah nagi reiha untuk menikmati keindahan alam nya.. ini cerita menarikku tentang huhate dari larantuka,,,

salam explore yah

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/