Sepertinya sudah ada beberapa yang pernah share tentang Maldives tapi saya coba versi saya lah ya, versi backpacker kampung hehehe… Apabila tidak berkenan silakan dihapus…

Ke Maldives awal Mei ini, beli tiket AirAsia (AK, there is no such thing like AA, sorry no offense), di bulan Maret harganya Rp 2.3 juta pp per orang dari KL ke Male.

Sampai di Male, proses imigrasi cepat, dan ternyata ga ada VoA seperti kebanyakan informasi yang saya dapatkan alias free visa, diimigrasi ga ditanya aneh-aneh tapi turis indonesia di counter sebelah ditanya macam-macam nginap di mana berapa lama di Maldives dan sebagainya.

USD 1 = 15 Rufiyaa

Pertama, Maldives ini adalah negara Islam dan lumayan kuat agamanya, jadi sangat dihimbau kalau ke tempat umum yang banyak penduduk lokalnya untuk menggunakan pakaian yang sopan.

Keluar bandara, beli SImcard lokal, mereka punya Tourist Simcard, saya beli yang Dhivaagu, harganya USD 27 bisa dipakai buat 15 hari dan dapat 5Gb data. Ada juga pilihan Oorodeo (tapi banyakan iklan Dhivaagu jadi saya beli Dhivaagu), semua simcard Maldives bisa 4G LTE (Gokil!).

Yang saya salut dari Maldives adalah hospitality dan service mereka yang menurut saya ga masuk akal.
Dan bahasa inggris mereka sangat baik…

Saya ga pernah minta dijemput tapi pas saya sampai sudah ada orang dari hotel saya yang menjemput (hotel saya bintang 2), dan ga seperti kebanyakan hotel murah yang hobi scam, staffnya dengan ramah ngasih opsi kalau mau bareng dia, harus bayar USD 15, tapi bisa juga pakai bus bayar 20 rufiyaa (USD 1) nanti turun di first stop… I am impressed. πŸ™‚

Karena sudah searching sebelumnya akhirnya saya naik Bus dari Airport (Bus Stopnya di depan Burger King bandara) menuju hotel saya di Hulhumale.
Kalau book hotel di Male, harus naik kapal, harganya 10 rufiyaa.

Hotel pertama saya adalah UI Inn, di Hulhumale, ini hotel buat numpang tidur saja karena pesawat tiba pukul 22 malam (delay karena cuaca lagi galau di KL), semalamnya Rp 501 ribu, booking di Agoda dan dapat sarapan.
Nah ini penting karena harga makanan di Maldives itu MAHAL!! Asumsikan sekali makan USD 10 lah paling murah, jadi hotelnya sekitar Rp 350ribuan… Kamar hotel lumayan luas, cukup buat berdua, AC dingin (Maldives panas soalnya) sisanya amenities standard lah ya.
Sarapannya enak, ada makanan khas Maldives dan continental juga, ga terlalu banyak pilihan tapi kenyang! :p

Pagi-pagi jalan sekitar Hulhumale, siangnya berangkat ke Male untuk lanjut ke Pulau Maafushi. Saya naik ferry dari Hulhumale ke Male 10 rufiya, dan Male ke Maafushi 30 rufiyaa.Perb

Jadwal ferry dari Huhumale ada hampir setiap 20 menit, dari Male ke Maafushi bisa dilihat di sini…

Ferry Schedule

Perbandingannya :
Naik Ferry – 30 rufiyaa (USD 2) selama 1.5 jam
Naik Speedboat – USD 20 selama 30 menit

Kalau speedboat bisa ada 4x sehari.

Sesampai di Maafushi, lagi-lagi saya dijemput sama pemilik hotel, barang saya langsung dibawa oleh petugas hotel dan saya diajak pemilik hotel naik motor biar bisa lihat-lihat pulaunya langsung. What a hospitality!

Saya menginap di Sun Shine View Hotel via Agoda, nilainya 9.1, jaraknya cuma 15 meter dari laut.. :p Yang punya namanya Shafeeq dan beliau baik bangettttt, pas check out saya dikasih late checkout sampai jam 5 sore karena speedboat baru jalan jam 5 sore.

Shafeeq cerita kalau Resort harganya makin mahal, makanya dia nyewain rumah dia buat jadi hotel (cuma ada 5 kamar di hotel ini), semalamnya sekitar USD 46 di luar sarapan, sarapannya USD 5. Jadi dia rekomendasi ikut excursion saja, seharian bisa di resort (Enjoy your resort life! – itu kata Shafeeq) tapi nginap di Maafushi, make senses banget sih. Nginep di resort super mewah di atas USD 700 sehari, excursion USD 100 dapet semua fasilitas kecuali kamar, ya udah lah yee nginep di Maafushi aja foto-foto baru di resort.. :p
Saya menginap 2 malam di sini.
Pas saya pulang dikasih oleh-oleh kaos ada tulisan Sun Shine View Maldives. 😍

Untuk makan, saya sekali makan buffet di Arena Beach Hotel (Best Resto in Maafushi based on TripAdvisor), sekali makan diluar minuman USD 12, tapi buffet alias you can eat, dan tuna saladnya enakkkkkk bangetttttttttt), total perorang kena USD 19 termasuk minuman.

Hari kedua saya dinner di Rafendi Cafe, makan Garudhaviya, makanan khas Maldives termasuk es krim Movenpick kena USD 14.

Hari ketiga coba breakfast diluar, saya makan di kedai kopi lokal makan Tuna Kofhtu Roshi, harganya USD 4.

Perbandingan kalau nginap di resort, sekali makan bisa habis USD 40, dan ga ada pilihan lain, wong satu pulau cuma ada satu resto ya di resort tersebut… :p Ada yang pernah cerita makan nasi goreng habis Rp 600ribu.. πŸ™

Pulangnya saya naik Speedboat karena Ferry adanya pagi jam 7.30 dan sebenernya ga mau pulang sih dari Maldives, hahaha… Jadi ambil ferry jam 5, sampe di bandara jam 5.40, pesawat jam 8 malam.
Di sini saya makan Burger King termahal sepanjang sejarah, habis USD 12 sekali makan alias Rp 156ribu.. πŸ™

Ga kerasa harus meninggalkan Maldives… *nangis bombai*
Well, the show must go on, I shall return.

Biaya :

Pesawat AirAsia : Rp 2.300.000
Simcard (opsional) : Rp 350.000
Bandara – Hotel : Rp 15.000
UI Inn Hotel : Rp 501.000
Hotel – Male : Rp 15.000
Male – Maafushi : Rp 26.000
Sun Shine View : Rp 1.200.000
Breakfast : Rp 65.000
Dinner : Rp 260.000
Dinner : Rp 180.000
Breakfast : Rp 52.000
Speedboat : Rp 260.000
Burger King : Rp 156.000
Oleh-oleh (including post card) : Rp 260.000 (Variasi tergantung orang)

Exercusion mulai dari USD 100/orang, bervariasi tergantung orang.

Di luar exercusion, total biaya Rp 5.600.000 all in.
Oh iya, itu hotelnya buat berdua ya, jadi kalau dibuat share totalnya per orang menjadi : Rp 4.789.590

Mau upload gambar tapi internet di hostel sedang galau akut, dari tadi fail terus.. πŸ™ Nanti dicoba lagi ya…

#BDMaldives

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/