Setelah perjalanan nan menyenangkan di negeri Ratu Elizabeth, sekarang saatnya berbagi info yang saya cerna selama di sana.

Untuk awal saya akan share tentang penginapan tempat saya stay selama di London, yaitu Generator Hostel. Saya review juga untuk stasiun sekitarnya yg mudah diakses dari si hostel ini.

Lokasi hostel ini terhitung strategis secara transportasi, jalan kaki 5 menit ke stasiun Russell Square (ada di piccadilly line yang notabene nya satu line dengan stasiun Heathrow 1-5). Meski deket, tp kalo bawa koper gede gak terlalu disarankan karena dari platform tube ke lift yang menuju ticket hall harus banget naik tangga 1 lantai. Jadi bagi yang suka encok2 pinggang mending jalan dari stasiun jauhan tp bisa langsung pake lift πŸ™Š

Pilihan lainnya: jalan kaki 10 menit ke stasiun Kings Cross St Pancrass (pertemuan beberapa arus line: piccadilly, victoria, hammersmith, northern, dan metropolitan). Setelah 5 menit jalan kaki, mata akan dimanjakan dengan St Pancrass Renaissance Hotel nan megah n super bagus bangunannya 😍. Stasiun ini ada lift nya dari platform sampai ke ticket hall. Cocok buat geret2 koper, apalagi koper balik menuju jakarta yg udah penuh belanjaan πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ

Pilihan lainnya: jalan kaki 10 menit ke stasiun Euston Square. Bagi yang rencana pindah2 kota dengan mode transportasi network rail bisa jadi pilihan. Dan untuk pecinta Harry Potter dan berencana mengunjungi Studio nya, bisa langsung direct dari sini ke Watford Junction (overground)

Saya booking 1 kamar untuk 4 orang, karena pas banget saya travelling ber4.
Plus nya:
– hostel ini secara lokasi oke. Tidak ada di pusat keramaian kota, tp tidak jauh
– ada bar dan restoran di bawah
– fasilitas laundry berbayar disediakan
– ada tv room (sharing), dan mereka ngadain movie night setiap senin dan sabtu.
– hostel nya gaya anak muda banget, jadi papa n mama saya mungkin yg paling tua di sana πŸ˜‚
– bisa minta bantuan mereka untuk keep paket (jikalau ada yang mau online order)
– bisa dimintain tolong untuk panggil taksi
– ruangan bersih (meski pakein sprei sendiri πŸ™Š)
– dalam kamar ada loker nya, koper seukuran kabin masih bisa masuk ke loker nya (kunci nya harus bawa gembok sendiri ya).
– ada hair dryer (sharing) 😍

Minus dari hostel ini adalah:
– jalan dr trotoar luar sampai ke hostel gronjal gronjal karena pakai batu bulat besar2, buat gerek koper berisik dan takut roda nya copot πŸ˜‚
– mau masuk resepsionis nya harus naik tangga 😭
– lift nya hanya 1 dan kecil (hanya muat 5 orang dewasa atau 3 orang dewasa dengan 2 koper gede). Jadi untuk check out atau check in agak PR karena antri dan hostel mereka ramai, jadi harus di manage untuk jam nya ya.
– WC sharing, tidak ada private bathroom maupun toilet. Mungkin krn kebetulan pas saya menginap lagi banyak turis dari negeri Tiongkok, jadi sejujurnya saya menganggap kebersihannya “ajaib”. Tp sebenernya toilet nya dibersihkan secara regular sih (1 hari bisa 3-4 kali)
– kamar nya cenderung sempit kaya gang senggol. Mungkin memang karena di London mahal, jadinya saya agak memaklumkan ini.

Kalau saya ditanya akan menginap lagi atau gak di sini, jawaban saya 50:50 tergantung dari dengan siapa saya bepergian dan pake apa. Kalau pakai ransel backpack dengan orang2 yg kuat kaki nya: YA saya akan balik stay di sini lagi. Tp kalau untuk dengan orang tua yang agak sulit naik tangga: TIDAK

Semoga bisa menjadi rekomendasi untuk kawan2 yang mau trip ke London ya.

#BIInfo #BILondon #BIUK #BIHostel

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/