Share cerita perjalanan ke LN pertama kali yuk… #BIshare

Saat kecil, orang tua saya selalu bilang kalau mau ke LN cari uangnya sendiri. 😁😁 jadi lah saya geregetan sendiri.

Akhirnya saya pun bisa ke LN sendiri setelah kerja.

Pertama kali pergi adalah ke India transit KL bareng bos saya. Pulang mampir dulu di KL 1 minggu baru balik Jakarta.

Dengan berbekal pengalaman naik pesawat 2 kali (Jakarta – Lombok pp buat menghadiri kawinan temen, itu pun check in diajarin), akhirnya saya nekad berangkat.

Di perjalanan ke bandara SHIA, saya ditelpon bos, bilang kalau beliau tidak jadi berangkat karena ibunya sakit.

Ok. Pergi ke LN sendiri berubah jadi pergi ke LN sendiri dengan arti yang lebih menakutkan.

Tapi ya masa ga jadi pergi?

Nekad pun dilanjutkan.

Proses check in, bayar fiskal (dulu masih bayar fiskal), lalu proses imigrasi berjalan lancar walau dilakukan dalam keadaan bingung. Saking bingungnya sampai ga ada kenangan saking baalnya.

Lalu naik lah ke pesawat. Duduk manis. Manis banget sampai ada pemberitahuan kalau pesawat akan delay.

Waduh… pesawat saya yang lanjutannya kekejar ga ya? Ada waktu 2 jam transit, sih? Tapi ya namanya juga pertama, panik mah tetep.

Sang pramugari cantik bilang tidak akan masalah karena akan ditunggu.

Dan saya percaya. 😁😁

Terus percaya bahkan saat saya masih duduk manis di pesawat 2 jam kemudian, dan pesawat masih tertinggal di landasan.

Bisa dipastikan saat saya sampai di KLIA, saya harus sprint dengan kecepatan di luar batas kemampuan saya.

Herannya sampai di sana, saya malah disuruh duduk manis bersama beberapa orang India.

Di sana saya belajar filosofi takdir.

Takdir bahwa kacang yang dibagikan oleh salah satu perempuan India tersebut memang sudah ditakdirkan untuk saya makan.

Tidak lama kemudian datang petugas maskapai, menyatakan pesawat yang harusnya kami tumpangi sudah berangkat.

Ga mungkin dong itu pesawat nungguin saya.

Dan saya pun bengong. Jadi bagaimana? Di telinga saya terngiang lagu semalam di Malaysia.

Memang sih saya punya Ringgit, tapi kan terbatas dan buat pas pulang nanti. Jadi malam ini nginep dimana? Boleh ga ngemper di airport?

Terus ke Indianya bagaimana? Masa balik ke Jakarta?

Yang bikin lega adalah maskapainya mau tanggung jawab.

Kami pun digiring keluar imigrasi (hore jadi pumya pengalaman keluar imigrasi dengan panduan dari ahlinya), masuk ke hotel yang jadi satu sama KLIA, dikasih kamar (keren dan satu orang satu kamar), dan dikasih tau kalau makan malam dan makan pagi akan disediakan.

Besok pagi akan diberitahukan pilihan cara berangkat ke India.

Selesai makan malam baru teringat untuk ngabarin rumah kalau stranded di Malaysia. Akhirnya nyari kartu telepon, dan telepon rumah (bawa HP tapi lupa daftar roaming internasional).

Besok paginya kami digiring kembali masuk imigrasi dan berangkat lah ke India. Cerita perjalanan ke India lain lagi… bisa satu halaman sendiri.

Hore akhirnya bisa ketemu SRK. 😁😁

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/