Terima kasih kepada admin yang sudah approve saya. Postingan pertama saya adalah tentang perjalanan saya selama satu bulan ke negeri Albania. Negeri yang jarang dikunjungi turis dari Indonesia. Albania terletak di utara Yunani. Tidak termasuk anggota Schengen atau EU tapi kalau kita punya visa Schengen atau visa USA atau visa UK yang multi entry dan sudah pernah dipakai berkunjung ke negara2 tsb kita bisa berkunjung ke Albania maksimum 90 hari atau sebatas berlakunya visa2 tadi.
Albania mayoritas penduduknya beragama Islam namun 30 tahun yang lalu mirip Korea Utara dan satu2nya negara komunis yang resmi ateis. Semua mesjid dan gereja dihancurkan hanya sedikit yang selamat. Beribadah dilarang, yang berusaha lari ke luar negeri dibunuh. Yang membangkang dibunuh atau dimasukkan kamp kerja paksa bersama seluruh keluarganya mirip Korea Utara. Namun sejak komunis jatuh di awal 1990an Albania menjadi negara demokratis, ekonomi mulai membaik dan rakyat bebas.
Perlahan industri pariwisatanya mulai berkembang dan turis mulai berdatangan. Terutama dari Amerika dan Eropa Barat yang tertarik dengan alamnya yang masih asri, peninggalan sejarahnya dan pantainya yang tak kalah bagus dengan negara Mediteranian lain. Rakyatnya juga sangat-sangat ramah terhadap turis. Saya sering disapa warga di jalan “Welcome to Albania” atau “Hello” atau sekedar senyum dari mereka saat di jalan. Sayang kebanyakan tak bisa berbahasa Inggris kecuali kaum mudanya. Saya sering ditolong meski tak meminta.
Mafia Albania terkenal di Amerika tapi di negara Albania sendiri kejahatan sangat rendah. Mereka mempunyai aturan yang disebut Besa dimana tamu sangat dilindungi. Ini juga berlaku untuk turis. Saya tak pernah merasa terancam atau tertipu selama di Albania. Orang2 selalu jujur thd saya. Saya dua kali ketinggalan kamera di tempat umum. Yang pertama ada orang yg memanggil saya sambil menunjuk kamera saya. Yang kedua waktu saya kembali ke tempat semula kameranya masih ada. Pokoknya sangat aman untuk turis. Kebanyakan pengemis adalah kaum Gypsy tapi mereka tidak terlalu mengganggu.
Harga-harga juga sangat murah sekali bila dibanding dengan Eropa Barat bahkan kadang lebih murah daripada Bali. Saya menginap di hotel kelas tiga atau empat harganya berkisar antara 20-50 euro termasuk breakfast. Kalau di hostel cuma sekitar 5 euro. Hotel kelas tiga fasilitasnya udah bagus banget dan bersih. Staff hotelnya juga ramah. Di kamar selalu ada heater modern yg sangat saya butuhkan karena masih musim semi masih dingin. Air panas juga selalu ada. Wifi juga ada.
Makanan juga sangat murah. Sandwich ala Albania namanya Souvlaki harganya sekitar 1 euro udah kenyang karena ada kentang gorengnya. Spaghetti gak sampai 3 euro porsinya besar bisa buat bedua. Kalau di resto yang agak mewah sekali makan sekitar 6 euro. Bandingkan dengan di Eropa Barat yang bisa dua kali atau lebih. Meskipun mayoritas Muslim tapi makanan babi juga digemari jadi buat yg Muslim harus selektif atau tanya dulu ke pelayan restoran karena kadang menunya gak berbahasa Inggris. Namun restoran halal juga ada.
Untuk internet spy tidak roaming saya beli sim lokal plus paket internet 2GB berlaku sebulan harganya sekitar 7 euro.
Mata uangnya namanya Lek. Satu Euro sekitar 140 Lek jadi satu Lek sekitar Rp 100.
Obyek wisata yang saya kunjungi:
Pertama saya ke Tirana ibukota Albania naik Turkish Airline via Istanbul. Yang saya rekomendasikan utk dikunjungi di sini adalah museum Bunk Art tempat dipamerkannya kekejaman jaman komunis digabung dengan karya seni instalasi di dalam bekas bunker nuklir. Juga naik cable car ke puncak gunung Dajti. Pemandangannya bagus di atas.
Selanjutnya kota Kruje di lereng gunung dengan pemandangan indah dan benteng tempat perlawanan thd serbuan Ottoman. Saya senang sejarah jadi obyek2 yg saya kunjungi selalu yg bersejarah atau juga nature krn saya juga suka trekking.
Kota ketiga adalah Berat yg mendapat status kota museum dr UNESCO yg unik arsitekturnya dan benteng besar di atas bukit. Kota keempat Gjirokastra juga kota museum seperti Berat. Kota kelima Sarande dekat perbatasan Yunani yg memiliki reruntuhan kota Yunani yang indah bernama Butrint. Kota ini berseberangan dengan pulau Corfu milik Yunani yg juga pusat turis. Kota keenam Shkoder di tepi danau terbesar di Balkan dan benteng yg bersejarah di atas bukit. Banyak obyek wisata lain yang bagus namun tak sempat saya kunjungi seperti danau Koman, Valbone, Korce dsb.
Beberapa kali saya bertemu turis dr Malaysia. Ada yg serombongan group dua bis atau yg backpackeran tapi saya tak pernah bertemu turis Indonesia. Sekali bertemu org Indonesia ternyata bekerja di sana di perusahaan minyak.
Semoga postingan saya dapat menginspirasi untuk berkunjung ke Albania mumpung masih asri dan belum begitu dieksploitasi turismenya. Mumpung masih murah. Alamnya indah, penduduknya ramah, dan kejahatan sangat rendah. Salam!
#BIinfo #BIAlbania

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/