Tidur di Pesawat Terbang Ternyata Berbahaya, Ini Alasannya

Pasalnya, tidur di pesawat saat lepas landas dan mendarat dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Ketika pesawat naik ke udara atau pun turun, tekanan udara di kabin berubah secara cepat mengikuti ketinggian dan jika kamu tidak siap beradaptasi, hal tersebut bisa merusak gendang telinga.

Saat pesawat naik ato turun perubahan ketinggian berdampak pada tekanan udara di telinga, menyebabkan kekosongan di tabung Eustachian yang membuat telinga terasa seperti tersumbat dan tidak terdengar suara.

Oleh karena itu sebaiknya tidak tidur di pesawat terbang selama lepas landas dan mendarat agar mengurangi risiko tersebut.

Jika telinga kamu tetap tersumbat maka bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti pusing, infeksi di telinga, gendang telinga rusak dan yang lebih parah adalah telinga berdarah dan kehilangan pendengaran.

Hal ini tentunya sangat membantu untuk membuat telinga kamu mengimbangkan tekanan udara di dalam gendang telinga.

Menelan atau menguap membuka tabung Eustachian dan membuat udara mengalir masuk dan keluar ke bagian tengah telinga.

Ini membantu mengimbangi tekanan udara di masing-masing gendang telinga
Jika tabung Eustachian tersumbat, tekanan udara di bagian tengah telinga berbeda dengan tekanan di bagian luar gendang telinga.

Intinya, untuk menghindari risiko tadi, pastikan kamu tidak tidur saat awak pesawat terbang mengumumkan bahwa pesawat akan segera lepas landas ataupun akan segera mendarat.

Namun, bagi kamu yang masih mengantuk dalam situasi tersebut, kamu bisa mengatasinya dengan mengunyah permen karet ataupun minum air putih.

/* fb group poster start */ /* fb group poster end*/